Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
102. Amatiran.


__ADS_3

Li Junjie tidak merasa marah sama sekali mendapat ejekan seperti itu dari Qiang Geming. Justru sebaliknya, kini Li Junjie merasa kasihan dengan orang sombong di hadapannya ini.


Sudah di ambang kematian, masih saja bersikap congkak, pikir Li Junjie.


"Terserah kau mau bilang apa, setan tua!" Balas Li Junjie sarkas.


"Bedebah! Berani sekali kau memanggilku seperti itu!" Bentak Quang Geming keras.


"Kalau bukan setan tua, lalu apa? Iblis tua? Monyet tua? Atau penyihir tua?" Ucap Hu Liena dari arah belakangnya Qiang Geming.


"Kau juga betina! Lebih baik kau diam!" Qiang Geming berbalik menghadap Hu Liena.


Namun Hu Liena, malah tidak merasa takut sama sekali. Dan kembali memanggil Qiang Geming dengan sebutan aneh lainnya.


"Penyusup tua, kau yang seharusnya diam!" Balas Hu Liena dengan keras.


"Kurang ajar! Akan 'ku potong lidahmu menjadi beberapa bagian, dan memberikannya sebagai makanan anjing!" Teriak Qiang Geming emosi.


"Berumur tua, kejam, tidak berguna, dan juga pemarah! Tidak ada bagus-bagusnya!" Cibir Hu Liena yang membuat Qiang Geming semakin geram.


"Dasar ******!" Teriak Qiang Geming lalu melompat ke arah Hu Liena.


Wuusshhh...


Qiang Geming melemparkan bungkusan kertas yang berisi bubuk berwarna kuning ke arah Hu Liena.


"Rasakan ini!" Teriak Qiang Geming.


Hu Liena langsung bergerak mundur dengan cepat, begitu bubuk yang di lemparkan Qiang Geming akan mengenai tubuhnya.


"Taktik murahan!" Kata Hu Liena mengejek kemampuan Qiang Geming dalam menyerang.


"Jangan senang dulu, coba ini!" Qiang Geming kembali melemparkan sebuah bingkisan kecil.


Sama seperti sebelumnya, bungkusan itu berisi bubuk racun yang sudah dia siapkan.


"Racun kalajengking merah!" Ucap Hu Liena setengah berseru ketika aroma yang menusuk penciumannya mulai menyebar di udara.


Qiang Geming terkejut bukan main.


Bagaimana dia tahu, jika racun ini adalah racun kalajengking merah? batin Qiang Geming.


Untuk mengatasi rasa penasarannya, Qiang Geming lalu berteriak kepada Hu Liena.

__ADS_1


"Darimana kau tahu, kalau racun ini adalah racun kalajengking merah, wanita sialan?" Bentak Qiang Geming lantang.


"Kau hanya tukang racun amatiran, tentu saja racunmu itu tidak ada apa-apanya, jika di bandingkan dengan racun milik temanku." Jawab Hu Liena acuh.


"Hehh, berani-beraninya kau memanggilku amatir." Ucap Qiang Geming tersinggung.


"Kau ini memang amatir!" Balas Hu Liena kejam.


Qiang Geming semakin murka, di ambilnya lagi sebuah bungkusan kertas di dalam saku bajunya.


Wuusshhh...


Untuk kesekian kalinya, dia melemparkan bungkusan itu ke arah Hu Liena.


Hu Liena menghentakkan kaki, dan tubuh Hu Liena langsung melenting ke udara.


"Bagaimana dia melakukannya?" Xiulin berseru keras menyaksikan Hu Liena membuat gerakan aneh seperti seorang ahli.


Tak hanya Xiulin, bahkan Li Junjie sendiri 'pun merasa terkejut bukan main melihat calon Istrinya memiliki kemampuan yang jauh di atas rata-rata dalam ilmu meringankan tubuh.


Hebat sekali ilmu meringankan tubuh yang kau miliki, Putri. Bahkan jika di bandingkan dengan Guotin, dan juga Bingwen. Ilmu meringankan tubuhmu jauh lebih hebat dari mereka berdua, batin Li Junjie.


Qiang Geming semakin gencar melakukan serangan jarak jauh dengan racun yang dia bawa.


Hingga pada akhirnya, bungkusan racun yang tersisa kini tinggal satu bungkus saja.


"Apa kau sudah selesai?" Tanya Hu Liena tenang.


"Jangan sombong dulu ******! Aku masih punya beberapa jurus andalan!" Balas Qiang Geming dengan geram.


Hu Liena tersenyum sinis ketika mendengar hal itu dari Qiang Geming.


"Kalau begitu, cepat buktikan! Aku tidak punya waktu lebih lama, untuk terus bermain-main dengan kalian!" Ucapan Hu Liena membuat Qiang Geming semakin merasa geram saja.


"Keterlaluan! Aku akan membunuhmu secepatnya!" Teriak Qiang Geming penuh amarah.


Dalam sekali gerakan, sebuah kepulan asap keluar dari balik lengan baju Qiang Geming.


"Racun pelumpuh saraf!" Teriak Hu Liena tampak terkejut dengan racun yang di keluarkan.


Detik berikutnya, asap racun itu mulai bergerak ke arah Hu Liena.


Agghhh...

__ADS_1


Teriakan yang memekakkan telinga langsung terdengar begitu si asap berhasil menyebar di udara.


"Putri!" Teriak Li Junjie yang merasa cemas dengan keselamatan calon Istrinya.


Li Junjie berniat melompat untuk membawa lari Hu Liena agar segera mendapatkan pengobatan agar racunnya tidak terlalu cepat menyebar menyerang jaringan di tubuh Hu Liena.


Namun langkahnya tertahan karena seseorang memegang tangannya dari arah belakang.


"Putri!" Li Junjie kembali berteriak ketika melihat Hu Liena sudah berada di belakangnya.


Jika ini memang Hu Liena, lalu siapa perempuan yang berteriak tadi? pikir Li Junjie.


Begitu rasa terkejutnya hilang, raungan panjang dari Qiang Geming terdengar keras oleh dirinya.


"Xiuliiin ...," Qiang Geming merasa terpukul melihat Putrinya tergeletak di tanah di tempat bekas Hu Liena berdiri tadi.


"Dia ...," Li Junjie juga merasa hampir tak percaya dengan apa yang di saksikannya.


Jelas-jelas tadi yang berdiri di sana adalah Hu Liena, kenapa sekarang menjadi Xiulin? pertanyaan itulah yang kini berada di dalam benak Li Junjie dan juga Qiang Geming tentunya.


"Xiulin, bangun Sayang, bangun!" Ucap Qiang Geming lirih memanggil-manggil nama Xiulin.


Sebenarnya, saat waktu kejadian tadi, Hu Liena tidak bermaksud untuk melukai Xiulin.


Tapi entah kenapa, ketika serangan asap beracun di lakukan oleh Qiang Geming ke arahnya, Xiulin justru mendahului meloncat ke arah Hu Liena dan mulai menyerang menggunakan pisau yang dia keluarkan dari balik pakaiannya.


Oleh sebab itulah, Hu Liena mempunyai kesempatan untuk berpindah tempat dengan cepat, setelah asap itu terhalang oleh tubuhnya Xiulin.


"Biadab! Pembunuh!" Qiang Geming langsung melayangkan tuduhan kepada Hu Liena.


"Racun itu milikmu! Bukan milikku!" Tegas Hu Liena.


Namun kemarahan di hati Qiang Geming, sudah tak terbantahkan lagi. Dia bahkan memungkiri kenyataan yang ada, jika dialah penyebab keadaan yang menimpa Xiulin sekarang.


"Diam kau, pembunuh! Kalau kau tidak menghindar, mungkin Putriku tidak akan menjadi seperti ini!" Bentak Qiang Geming tanpa merasa berdosa.


Hu Liena tak tahu harus menangis, atau tertawa dengan tuduhan yang di berikan Qiang Geming kepadanya.


Namun, sebelum Hu Liena mampu mengeluarkan kata-kata dari mulutnya, suara Li Junjie sudah terdengar lebih dulu di telinga semua orang yang berada di sana.


"Kau yang membunuh, kau juga yang berdalih menjadi korban! Memalukan!" Cibir Li Junjie keras.


Qiang Geming melirik sekilas ke arah Li Junjie yang sedari tadi hanya berdiri di tempatnya, tanpa bergerak sedikitpun.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan, Pangeran malang? Sudah mau mati saja masih banyak bicara, tingkahmu sama persis seperti Ayahmu, yang sok tahu!" Bentak Qiang Geming kepada Li Junjie.


Li Junjie tertawa mendengar bentakan dari musuh bebuyutan Ayahnya tersebut.


__ADS_2