
Pangeran Yu Zemin akhirnya menghela nafas pasrah setelah mendengar pembelaan Ibundanya untuk bangsawan Mo.
Meskipun Ibundanya tidak mendukung semua ucapannya, tapi Yu Zemin yakin, ada yang di sembunyikan oleh kedua orang dari keluarga bangsawan Mo tersebut.
Dan ini adalah tugas Yu Zemin, untuk menyelidiki kebenaran dari kecurigaannya.
Di malam harinya, rapat kembali di adakan. Itu semua bertujuan untuk semakin mengompakkan para relasi yang dengan susah payan Putri Song kumpulkan hingga sampai bisa menjadi sekarang.
"Selamat malam, semuanya!" kata Putri Song penuh kewibawaan.
"Selamat malam Yang Mulia Tuan Putri!" jawab semua orang serempak.
Putri Song tersenyum bangga melihat kekompakan semua orang di hadapannya.
"Seperti yang kalian ketahui, dalam beberapa hari ke depan, pasukan kita akan bergerak menyerang pertahanan dari kerajaan dinasti Ying! Apa kalian siap?" tanya Putri Song penuh ketegasan.
"Siap, Putri!" kembali semua orang menjawab dengan serempak.
"Bagus, bagus, ini yang aku harapkan dari kalian semua!" Putri Song merasa yakin penyerangan kali ini akan membuahkan hasil karena di dukung oleh banyaknya orang-orang ahli dari kerajaan lain.
"Tuan Putri! Apa tidak lebih baik, jika kita menaklukkan terlebih dahulu kerajaan Qian? Bukankah kerajaan asal Tuan Putri, belum sepenuhnya anda kuasai?" Seorang anggota perkumpulan memberanikan diri untuk membuka suaranya.
Seperti yang semua orang tahu, Putri Song dari dulu hanya menargetkan kerajaan dinasti Ying. Padahal, kerajaan asalnya sendiri, belum dia taklukkan sepenuhnya. Dan beberapa orang relasinya, memang sangat penasaran dengan keputusan dari pemimpin mereka, yang hanya menargetkan dinasti Ying saja dalam konspirasi perang mereka.
"Hehh, Lancang sekali kau!" cibir Pangeran Yu Zemin sambil menunjuk ke arah orang yang berbicara.
"Maafkan saya, Pangeran! Tapi, bukankah memang lebih baik jika kita menguasai kerajaan Qian terlebih dahulu?" tanya orang tadi yang membuat perpecahan di antara para pengikut Putri Song.
"Ucapannya benar, Tuan Putri! Kami juga merasa penasaran dengan keputusan yang anda buat!"
Perpecahan mulai terjadi, dan di antara mereka banyak yang mempertanyakan kebijakan Putri Song dalam mengambil keputusan.
"Tenang, tenang!" Putri Song berteriak untuk menenangkan semua orang.
"Apalagi yang ingin anda bicarakan, Putri? bukankah semua sudah jelas, anda belum bisa menjadi pemimpin terbaik kami!" teriak salah seorang tamu.
__ADS_1
"Kau!" Putri Song menunjuk muka orang yang berteriak tersebut.
Sementara Mo Chong an dan Putranya, kini tersenyum senang di atas kursi mereka.
"Rencana kita berhasil, Ayah! Semua orang berhasil kita pecah belah!" bisik Mo Yan Zhen kepada sang Ayah, Mo Chong an.
"Sebentar lagi, perkumpulan ini akan bubar dengan sendirinya. Dengan begitu, Yang Mulia Tuan Putri Xia akan merasa bangga dengan keahlian kita." Mo Chong an balas berbisik kepada Putranya.
"Bangsawan Mo! Bantu aku menenangkan mereka semua!" teriak Putri Song saat dia sudah merasa kewalahan dengan pertanyaan semua orang.
Mo Chong an adalah orang yang selalu mengatur strategi di dalam perkumpulannya. Bagaimana bisa, dia hanya duduk santai, saat semua orang mulai menyudutkannya, pikir Putri Song.
"Saya pikir, ucapan mereka ada benarnya juga, Putri! Saya juga sering merasa, jika keputusan Tuan Putri menyerang dinasti Ying adalah sebuah kesalahan besar. Harusnya, Tuan Putri menaklukkan terlebih dahulu kerajaan Qian sepenuhnya.
Setelah itu, barulah kita menyerang kerajaan-kerajaan lain untuk memperluas kekuasaan. Kalau kita hanya menyerang dengan kekuatan yang masih sedikit ini, kami tidak akan menjamin bahwa kita akan menang. Jika sudah begitu, kami hanya akan mengantar nyawa saja melakukan pernah ini, Putri." ucap Mo Chong an yang membuat Putri Song Qian tersentak.
"Bangsawan Mo! apa yang anda katakan?" bentak Pangeran Yu Zemin geram.
Mo Chong an tersenyum kecut ke arah Yu Zemin yang tadi membentaknya.
Semua orang berbisik menanyakan kredibilitas Putri Song Qian sebagai pemimpin.
Mereka semua akhirnya bersatu, untuk menolak penyerangan yang akan di lakukan beberapa hari ke depan sebelum Putri Song menaklukkan terlebih dahulu kerajaan tempat asalnya, kerajaan Qian.
"Kalian semua, diam!" teriak Putri Song yang sudah semakin marah.
Rencana yang sudah di susun dengan matang, di pastikan akan gagal karena pemberontakan yang di lakukan semua orang.
Padahal, hanya tinggal satu langkah lagi bagi Putri Song merebut kekuasaan dari Kaisar Li Jinhai.
Orang yang telah membuatnya sakit hati!
"Putri! Kami akan diam, jika anda sudah mempunyai rencana untuk merebut tahta kekuasaan kerajaan Qian!" teriak seseorang dari posisi paling belakang.
"Kalian dengar! Pangeran Yu Zemin sebentar lagi naik tahta menjadi Putra Mahkota! Dengan adanya penyakit Kakakku, sangat mudah bagi Pangeran Yu Zemin di nobatkan menjadi Kaisar selanjutnya! Apa kalian masih berpikir, jika aku harus menyerang kerajaan Qian?" teriak Putri Song geram.
__ADS_1
"Tuan Putri! Kami sudah mengetahui semuanya, Pangeran Yu Zemin bukanlah Putra Kaisar Qian yang asli! Dia itu Putra anda, dari hubungan gelap bersama Qiang Duming pengawal pribadi and sendiri, benar 'kan?" kembali seseorang berteriak hingga membuat Putri Song semakin marah.
"Kurang ajar! Darimana kau punya pemikiran seperti itu?" teriak Pangeran Yu Zemin yang tak bisa lagi membendung amarahnya.
"Aku! Aku yang memberitahu mereka!" Suara Hu Liena menggema di dalam ruangan tempat rapat para kolega Putri Song Qian.
Semua orang, termasuk Putri Song dan Putranya, langsung menoleh ke arah asal suara.
Di depan pintu, Hu Liena dan juga Li Junjie berdiri tegak dengan ratusan prajurit yang menerobos masuk dan mengepung setiap sudut ruangan.
Semua orang terkejut, dengan kemunculan kedua muda-mudi yang membuat ketar-ketir musuh beberapa waktu belakangan ini.
Sepak terjang mereka berdua, sudah di dengar di mana-mana. Bahkan para kolega Putri Song Qian sendiri, sempat mendengar desas-desus tentang kehebatan mereka.
"Kalian! Bagaimana kalian bisa menemukan tempat ini?" teriak Putri Song heran bercampur dengan amarah yang membuncah.
"Kami, yang memberitahu mereka!" Mo Chong an dengan bangga membusungkan dadanya.
"Bangsawan Mo! Kau?" Putri Song seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Semua orang yang hadir, menjadi riuh mengetahui pengkhianatan yang di lakukan bangsawan Mo di perkumpulan mereka.
"Tuan Mo, ternyata kau seorang pengkhianat? pantas saja kau membujuk kami untuk melakukan pemberontakan. Ternyata, ini tujuanmu!" ucap irang yang tadi menentang keputusan Putri Song Qian.
Dia merasa menyesal dengan keputusannya, yang lebih mendengarkan ucapan bangsawan Mo untuk memberontak hari ini.
"Jangan banyak drama! Cepat, tangkap semua orang yang ada di sini!" teriak Hu Liena menyuruh kepada seluruh prajurit untuk bergerak menangkap para pemberontak kerajaan mereka.
_SRIIINNGGG!_
Pangeran Yu Zemin mencabut pedang miliknya. Dia tidak mungkin untuk membiarkan, Ibunya di tangkap oleh prajurit dari kerajaan Ying.
"Bergerak satu langkah saja, maka kalian akan ku bunuh!" ucap Yu Zemin sambil menyilangkan pedang di depan dada.
"Minggir! Pangeran tidak tahu diri ini, biar menjadi bagianku!" Li Junjie berjalan dengan tenangnya sambil menghunus pedang.
__ADS_1
Semua musuh menjadi ketar-ketir begitu Li Junjie mencabut pedangnya.