
Kedua Wang Bersaudara saling bertukar tatap, ini sudah menjadi kebiasaan mereka untuk berkomunikasi secara pribadi.
Dengan bertukar tatapan, mereka anggap itu sebagai isyarat untuk memilih orang yang akan berbicara dan memberikan laporan.
Aneh memang cara mereka berkomunikasi, tapi karena mereka ini kembar, jadi hanya dengan cara itulah mereka berkomunikasi satu sama lain.
"Kami sudah melakukan perintah anda Putri, dugaan anda benar, pelayan itu hanya di jadikan pion oleh Nyonya Yueqin." Tutur Wang Shu memberikan laporannya.
Hu Liena tidak terkejut sama sekali oleh laporan dari kedua bersaudara ini, dia sudah menduga sebelumnya jika ini semua ulah Yueqin yang ingin mencelakai dirinya.
"Bagaimana dengan pelayan itu? Apa dia di bayar mahal untuk melakukannya, oleh Bibi Yueqin?"
"Jawab Putri, pelayan itu tidak di bayar. Dia hanya ingin menyelamatkan Adiknya yang saat ini sedang di sekap oleh Nona Xiulin." Jelas Wah Shu kepada Hu Liena.
"Di sekap?" Hu Liena mengernyitkan dahinya ketika mendengar kata ini dari laporan Wang Shu.
Wang Shu mengangguk, lalu kembali melanjutkan laporannya. "Iya Putri, di sekap. Dan kemungkinan, gadis itu sedang di siksa oleh Nona Xiulin sekarang."
Hu Liena tertegun, dengan laporan dari kedua Wang Bersaudara. Ini kali pertama, Hu Liena mendengar perbuatan dari Xiulin yang suka menganiaya para pelayan.
"Apa Ayahku mengetahui perbuatan jahat Kakak?" Tanya Hu Liena yang penasaran dengan sikap sang Ayah setelah mengetahui perbuatan jahat Putri yang dulu di unggul-unggulkannya itu.
"Tidak Putri, Nona Xiulin selalu menutupi keburukannya dengan sangat rapi. Bahkan kami pun, baru mengetahuinya hari ini." Wang Shu membeberkan kejahatan Xiulin yang baru di ketahuinya hari ini kepada Hu Liena.
Hu Liena memijit pelipisnya yang terasa berdenyut sakit, ia baru tahu kelakuan Xiulin ternyata separah itu sampai tega menyiksa para pelayan untuk di jadikan pelampiasan.
Pantas saja, Hu Liena yang asli dulu sering di siksa dan di aniaya. Ternyata memang Xiulin punya kebiasaan seperti itu, mungkin di jaman sekarang, itu menjadi hal yang biasa jika majikan menyiksa ataupun membunuh pelayan. Tapi di jaman modern, itu sudah tidak di perbolehkan.
Jika seseorang membunuh, mau dia kaya ataupun seorang penguasa, tetap harus di tangkap dan di hukum dengan seadil-adilnya.
"Ternyata, selain memiliki ambisi yang kuat, Kakak juga memiliki tempramen yang buruk. PATHETIC!" Gumam Hu Liena penuh penekanan.
__ADS_1
Kedua Wang Bersaudara juga mengangguk tanda setuju dengan ucapan Hu Liena. Pandangan mereka terhadap Hu Liena juga semakin menguat, dan mereka juga semakin yakin, dengan tekad mereka untuk melindungi Hu Liena sampai kapanpun.
Dari hari ke hari, Hu Liena semakin baik di mata mereka berdua. Entah itu dari ucapan, ataupun perlakuan Hu Liena kepada para pelayan. Menjadikan Kedua Wang Bersaudara, semakin menghormati Hu Liena.
Dulu mereka sering mendengar, jika pribadi Putri sah Perdana Menteri sangatlah buruk. Bahkan ketika pertama kali mereka di tugaskan melindungi Hu Liena oleh Changing, mereka sempat menolak.
Karena menurut mereka, orang jahat tidak perlu untuk di lindungi. Meskipun orang itu adalah Putri dari majikannya sendiri.
Tapi setelah beberapa bulan mengenal Hu Liena, mereka jadi berpikir ulang, dan mengubah pandangan buruk mereka kepada Hu Liena.
"Lalu apa yang harus kami kerjakan sekarang, Putri?" Ucap Wang Shu dengan bersemangat.
Hu Liena melirik kepada pengawalnya itu, lalu tersenyum lembut dan berbicara. "Tentu saja, kita akan mengerjakan apa yang belum mereka selesaikan."
"Hamba mengerti, Putri." Tanpa di jelaskan sekalipun, Wang Shu langsung paham maksud dari ucapan Hu Liena.
Hu Liena berdiri, dan berjalan ke arah laci di samping tempat tidurnya.
"Tolong Paman kembalikan benda ini, kepada orang yang lebih berhak." Ucap Hu Liena seraya masih menampilkan senyum manisnya.
Wang Shu meraih kotak kayu tersebut, lalu menjawab perkataan Hu Liena. "Baik, kami akan mengembalikannya sekarang juga."
Setelah mengatakan itu, Wang Shu mengajak Kakaknya Wang Wey untuk segera pergi menjalankan misi.
"Nona, apa yang akan mereka berdua lakukan?" Tanya Luqiu yang sedari tadi merasa penasaran dengan percakapan mereka.
Hu Liena terkekeh mendengar pertanyaan dari Luqiu.
"He-he ... Kau akan mengetahuinya besok pagi, Luqiu. Sekarang, ayo kita pergi ke pasar." Ajak Hu Liena yang melihat Luqiu sudah tak sabar sedari pagi ingin pergi jalan-jalan.
"Ayo, Ayo! Aku sudah tak sabar ingin pergi berkeliling menemani anda, Nona." Jawab Luqiu dengan mata berbinar-binar.
__ADS_1
"He-he ... kau ini lebih mirip anak kelinci dengan mimik seperti itu." Goda Hu Liena kepada Luqiu yang terlihat antusias itu.
Mendengar ucapan dari majikannya, Luqiu merasa senang meskipun dirinya di samakan dengan kelinci.
Menurut Luqiu, kelinci itu sangatlah lucu dan menggemaskan. Jadi dia tidak mempermasalahkan di katakan seperti itu, oleh Hu Liena.
Tapi Luqiu juga tidak bisa memperlihatkan kebahagiaannya begitu saja. Dia merasa malu, dan berpura-pura merajuk di hadapan Hu Liena.
"Nona, bagaimana anda bisa menyamakan saya dengan seekor kelinci." Ucap Luqiu sambil memanyunkan bibirnya.
Hu Liena semakin merasa geli, tingkah Luqiu ini selalu membawa kesenangan tersendiri untuknya.
Usia Luqiu yang berada dua tahun di bawahnya, membuat Hu Liena menganggap Luqiu seperti Adiknya sendiri.
"Bukankah memang kau mirip kelinci? coba saja kau lihat dirimu di cermin. Dengan mimik seperti itu, kau bahkan lebih lucu daripada kelinci." Tutur Hu Liena yang membuat Luqiu merona malu.
Sesampainya di pasar, Hu Liena mengajak Luqiu ke tempat pedagang aksesoris dan kosmetik.
Mereka memilih-milih aksesoris yang menurut mereka cocok dan bagus untuk di kenakan besok.
Sebenarnya, di kotak perhiasan Hu Liena terdapat banyak perhiasan dan juga aksesoris. Namun modelnya sudah terlihat usang, dan tidak cocok di kenakan oleh Hu Liena di usianya kini.
Perhiasan dan aksesoris itu lebih cocok untuk wanita seumuran Yueqin. Mungkin dulunya, Yueqin yang memberikan semua perhiasan itu kepada Hu Liena. Agar penampilan Hu Liena tidak seperti gadis muda pada umumnya, dan terlihat kolot di mata semua orang di Negaranya.
"Bagaimana dengan yang ini?" Tanya Hu Liena seraya menunjuk sebuah Anting kepada Luqiu.
Luqiu melirik ke arah yang di tunjuk Hu Liena, "Itu bagus Putri, tapi tidak cocok dengan anda. Itu terlalu sederhana ...," Jawab Luqiu sembari menggeleng.
Luqiu kembali memanggil Hu Liena sebagai Putri, karena mereka berada di tempat umum.
"Tidak apa-apa, aku menyukainya. Lagipula, aku juga mempunyai gaun yang cocok dengan Anting ini. Aku rasa, keduanya akan terlihat bagus jika di kenakan secara bersama-sama." Ucap Hu Liena dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Memang benar ucapan Luqiu, jika Anting itu terlalu sederhana untuknya. Tapi bagi Hu Liena, Anting itu terlihat istimewa.