
"Adik, kau mau kemana?" Li Jing Sheng berteriak memanggil Putri Li Jiang yang saat ini sedang berjalan bersama para dayang Istana.
"Aku ingin pergi melihat taman, Kakak." jawab Li Jiang dengan sebuah senyuman manis di wajahnya.
"Sayang sekali, tadinya aku ingin mengajakmu untuk bertemu Jia Li hari ini." ucap Li Jing Sheng dengan raut wajah yang berubah muram.
Putri Li Jiang mengerutkan keningnya ketika mendengar tentang kedatangan Putri dari kerajaan Qian yang tiba-tiba. Seingatnya, tidak ada acara apapun di kerajaannya sekarang. Lalu, untuk apa Jia Li datang ke kerajaan dinasti Ying? Pikir Li Jiang.
"Bagaimana, Adik? Apa kau mau ikut denganku atau tidak?" tanya Li Jing Sheng yang heran melihat Li Jiang hanya tertegun saja.
"Tidak, Kakak saja!" tolak Putri Li Jiang lugas.
Dia pikir, tidak ada gunanya bertemu Putri Jia Li. Hubungan mereka juga tidak terlalu baik, bahkan belum pernah berbicara satu sama lain.
"Sayang sekali! Padahal, aku juga sekalian ingin menemui Kakak Ipar." ucap Li Jing Sheng sambil membalikkan badannya bersiap untuk pergi.
Mata Putri Li Jiang terbelalak seketika begitu Li Jing Sheng menyebut tentang Hu Liena.
"Kakak, tunggu! Aku ikut!" teriaknya sambil berlari menghampiri Li Jing Sheng.
Di kediaman Pangeran Jun...
"Kau kalah lagi, Jinhai! Ha-ha!"
Kaisar Li Jinhai menggaruk-garuk tak gatal kepalanya. Dia merasa frustasi karena hari ini telah beberapa kali di kalahkan dalam permainan catur oleh Kaisar Qian.
"Aku tidak menyangka, setelah sekian lama, kemampuanmu bertambah pesat, Long Qian." ujar Kaisar Li Jinhai sambil menata ulang bidak caturnya.
"Aku sudah berlatih lama, untuk hari ini. Ha-ha!" Tawa Kaisar Qian mengembang dengan sempurna.
Tubuhnya sudah terasa semakin bugar, semenjak dia mendapatkan perawatan dari Tabib Hong.
"Kau sungguh hebat Long Qian, kau bahkan tidak memberiku kesempatan untuk menang.'' balas Kaisar Li Jinhai sambil memindahkan salah satu bidak catur. "Giliranmu!" ucap Kaisar Li Jinhai.
"Heh, cepat sekali kau menurunkan pionmu." balas Kaisar Qian lalu menggeser bidak miliknya.
"Yang Mulia, Tuan Putri Jia Li sudah sampai." bisik salah seorang pengawal kerajaan Qian.
__ADS_1
"Suruh saja dia datang kemari." jawab Kaisar Qian acuh tak acuh.
Setelah pengawal pergi, Kaisar Li Jinhai kembali melanjutkan permainan.
"Apa kau tidak ingin menemui Putrimu?" tanya Kaisar Li Jinhai dengan mata tetap fokus menatap papan permainan.
"Siapa bilang? Kau dengar 'kan tadi? aku menyuruhnya datang kesini!" jawab Kaisar Qian acuh tak acuh sambil kembali memindahkan bidak catur miliknya. "Menterimu, mati lagi. Ha-ha!"
"Kau curang, kau menggunakan kelengahanku untuk membinasakan Menteriku." protes Kaisar Li Jinhai.
"Ha-ha-ha! Itu salahmu sendiri, mengapa kau hanya fokus melindungi Raja sedangkan Menteri kau abaikan begitu saja." ucap Kaisar Long Qian tertawa senang menikmati kemenangannya.
"Ayah!" panggil Putri Jia Li sambil berjalan mendekat ke arah kedua Kaisar.
"Kemarilah, Putri!" balas Kaisar Qian dengan senyum yang masih mengembang.
"Salam, Ayah! Salam, Yang Mulia Kaisar!" ucap Putri Jia Li sambil membungkukkan sedikit tubuhnya.
Putri Jia Li mengenakan gaun panjang berwarna kuning pudar. Meskipun terlihat sederhana, namun, kecantikannya tetap terpancar dari wajahnya.
Kaisar Li Jinhai tersenyum puas, dengan sikap yang di tunjukkan Putri Jia Li. Sepintas terpikir di benaknya, untuk melanjutkan niat menjodohkan Putra Keduanya Li Jing Sheng, agar hubungannya dengan Kaisar Qian semakin erat.
Dan tentu saja, setelah mendapat persetujuan juga dari Kaisar Li Jinhai.
"Long Qian, Putrimu sudah remaja, sudah waktunya untuk memiliki pasangan."
"Aku juga berpikiran sama denganmu, Jinhai. Tapi saat ini, aku masih belum menemukan jodoh yang cocok untuk Putriku." balas Kaisar Qian.
Perbincangan kedua Kaisar tersebut, sontak membuat Putri Jia Li merasa canggung.
Bagaimana tidak, mereka berdua berbicara seperti itu tepat di hadapannya.
"Jika kau mau, aku bisa membantumu." ucap Kaisar Li Jinhai dengan penuh percaya diri.
Kaisar Qian melirik ke arah Putrinya, lalu kembali melirik ke arah Kaisar Li Jinhai.
"Apa kau yakin, ingin membantuku?" tanya Kaisar Qian yang langsung di balas anggukkan kepala Kaisar Li Jinhai.
__ADS_1
"Ha-ha-ha! Kalau begitu, aku tidak perlu merasa khawatir lagi mulai dari sekarang. Aku akan menyerahkan semua urusan jodoh Putriku kepadamu, Jinhai." ucap Kaisar Qian dengan perasaan penuh kegembiraan.
Memang, beberapa bulan terakhir ini, dia sering merasa khawatir dengan keadaan Putrinya yang masih belum memiliki pasangan.
Apalagi, kesehatannya semakin memburuk pada saat itu. Sehingga membuat Kaisar Qian selalu merasa was-was, ketika mengingat tentang hal tersebut. Tapi sekarang, kekhawatirannya lenyap karena Kaisar Li Jinhai ingin membantunya mencarikan jodoh sang Putri.
Kaisar Qian percaya, Kaisar Li Jinhai pasti akan mencarikan jodoh yang terbaik untuk Putrinya.
"Ayah, mana boleh begitu ...," protes Putri Jia Li.
Ayahnya, mungkin merasa senang dengan kesediaan Kaisar Li Jinhai mencarikan jodoh untuknya.
Namun bagi Jia Li, itu adalah sebuah kesalahan!
Belakangan ini, pikiran Putri Jia Li sering terusik dengan bayangan wajah seorang pria, yang selalu hadir di dalam setiap mimpinya.
Dan entah kenapa, ketika Kaisar Li Jinhai berucap ingin mencarikan jodoh untuknya. Hati Putri Jia Li, menjadi merasa tidak tenang.
"Memangnya kenapa? Apa kau sudah memiliki calonmu sendiri?" tanya Kaisar Qian yang membuat Jia Li menjadi gugup.
"Jika kau sudah memiliki calon, sebutkan saja siapa orangnya. Dengan senang hati, Ayah akan menikahkannya denganmu." ucap Kaisar Qian lagi.
Raut wajah Putri Jia Li tampak senang ketika mendengar ucapan sang Ayah.
Namun, ekspresi Kaisar Li Jinhai kini berubah muram. Pupus sudah harapan Kaisar Li Jinhai, yang ingin menjodohkan Putri Jia Li dengan Putra Keduanya.
"Terima kasih, Ayah. Tapi Jia Li, belum bisa menyebutkan orangnya sekarang." balas Putri Jia Li sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa?" tanya Kaisar Qian heran.
Sedangkan Kaisar Li Jinhai, kini hanya berdiam diri saja. Dia sudah kehilangan selera, untuk mengetahui calon jodoh Putri Jia Li.
Baginya, pria yang cocok dengan Putri dari teman masa mudanya, adalah Li Jing Sheng.
"Jia Li harus mencari tahu dulu tentang perasaannya terhadap Jia Li, Ayah. Jika dia, memiliki perasaan yang sama dengan Jia Li. Baru, Jia Li akan mengenalkannya kepada Ayah." jawab Putri Jia Li dengan sangat hati-hati.
Kaisar Qian akhirnya menyetujui semua yang Putrinya inginkan. Tapi dengan satu syarat, jika pria yang di sukai Putrinya ternyata menolak, atau tidak menyukai Putrinya juga. Kaisar Qian, meminta Putrinya untuk menerima usulan dari Kaisar Li Jinhai. Yang ingin mencarikan jodoh untuknya.
__ADS_1
Setelah ada kesepakatan di antara Ayah dan Putrinya, Kaisar Li Jinhai akhirnya bisa bernafas dengan lega.
Dirinya sangat berharap, jika Putra Keduanya akan dapat bersanding dengan Putri Jia Li. Kaisar Li Jinhai sudah sangat merasa cocok, dengan Putri kerajaan satu ini. Bukan hanya cantik, tapi Jia Li juga sangatlah sopan, dari segi bahasa dan juga tutur bicaranya.