
Jika Suaminya di hukum oleh Perdana Menteri dengan hukuman berat. Itu artinya, Nyonya Yue harus rela kehilangan perhatian dari Suaminya untuk yang kedua kali.
Tidak, ini tidak boleh terjadi.
"Tuan Perdana Menteri, aku mohon, tolong berikan keadilan untuk Suamiku. Waktu itu, Suamiku di butakan oleh kasih sayang seorang Ayah untuk Putrinya. Jadi dia mungkin berbuat kesalahan itu, tapi sekarang, Suamiku sudah menyesali perbuatannya, jadi tolong, tolong maafkan Suamiku Tuan Perdana Menteri!" Ucap Nyonya Yue tulus.
Hu Liena menyimpan kembali cangkir teh di tangannya di atas meja. Dia lalu berbicara lembut kepada Ayahnya yang sedang meledak-ledak api kemarahannya.
"Ayah! Nyonya Yue benar, kita harus memaafkan Bangsawan Yue. Dia juga hanya korban, sama seperti kita. Lagipula, aku sekarang baik-baik saja bukan? Jadi Ayah tidak perlu menghukum Tuan Bangsawan hanya karena masalah itu, yang harus Ayah lakukan sekarang adalah, memberi hukuman kepada Bibi Yueqin. Karena memang dialah otak di balik penyeranganku malam itu, Ayah." Jelas Hu Liena yang membuat amarah Hu Boqin mereda.
"Baik, Ayah tidak akan melakukan apapun kepada orang ini." Ucap Hu Boqin yang membuat Tuan dan Nyonya Bangsawan Yue merasa lega.
"Terima kasih Tuan Perdana Menteri!" Ucap Suami-Istri itu bersamaan.
Hu Boqin memalingkan wajahnya, dia tidak ingin terlalu lembek kepada orang yang telah berusaha menyakiti Putrinya. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, semua keputusan ada di tangan Hu Liena sendiri, bukan dirinya.
"Jangan berterima kasih padaku, berterima kasihlah kepada Putriku. Seandainya bukan karena dia, mungkin aku akan memberikan hukuman berat kepadamu, Tuan Bangsawan Yue." Ucap Hu Boqin dengan geram.
Tuan Bangsawan Yue tersipu malu ketika mendengar hal itu. Buru-buru dia berbalik dan langsung berlutut menghadap Hu Liena.
"Tuan Putri Xia, hamba berterima kasih kepada anda. Karena kebaikan hati andalah nyawa hinaku ini jadi terselamatkan." Kata Tuan Bangsawan Yue.
Hu Liena menganggukkan kepala, lalu dia bersuara.
"Bangunlah Tuan, aku melakukannya demi hubungan kita di masa depan. Aku tidak ingin di sebut gadis yang kejam, karena telah menghukum orang yang tidak bersalah."
Ucapan Hu Liena membuat semua orang yang ada di sana menjadi kagum. Tak terkecuali Ayahnya sendiri, Hu Boqin.
Dia merasa kagum dengan kebesaran hati sang Putri, yang telah memaafkan orang yang telah berusaha menyakitinya. Meskipun katakanlah, orang itu hanya di jadikan pion semata,. namun tetap saja Bangsawan Yue bersalah karena telah mengirim pembunuh ke kediamannya.
__ADS_1
"Saya ucapkan terima kasih sekali lagi, Tuan Putri! Di masa depan, kami dari kediaman Bangsawan Yue akan tunduk dan patuh kepada anda." Ucap Bangsawan Yue yang di balas anggukkan kepala oleh Hu Liena.
Sungguh, ini yang Hu Liena inginkan.
Semakin banyak orang yang patuh padanya, semakin bagus masa depannya nanti.
Di masa mendatang, akan ada banyak orang jahat yang mengincarku nanti, karena gelar 'Tabib Ramalan' yang aku sandang. Aku berharap, dengan adanya dukungan dari kediaman Bangsawan Yue, keselamatan keluargaku tidak lagi terancam, batin Hu Liena.
"Tuan Perdana Menteri, apakah boleh hamba bertemu dengan Yueqin sekali ini saja?" Tanya Tuan Bangsawan Yue kepada Hu Boqin.
Hu Boqin ingin menolak, namun Hu Liena memberinya isyarat agar dia memberikan ijin itu.
"Tentu! Aku sendiri yang akan mengantarkanmu bertemu dengannya langsung." Jawab Hu Boqin.
Dia melakukan ini agar tidak ada lagi tipu muslihat yang di lakukan oleh keluarga Yue.
Dan siapa tahu juga, dia nanti kembali merencanakan niat jahatnya bersama Yueqin untuk menyakiti Putrinya lagi.
"Terima kasih, Tuan Perdana Menteri. Saya hanya ingin bertemu dengannya saja, tidak ada niatan untuk membatunya melarikan diri. Apalagi, membantunya untuk menyakiti Tuan Putri Xia, hamba tidak akan mau, dan tidak akan pernah melakukannya lagi." Ucap Bangsawan Yue yang merasakan kegelisahan di hati Hu Boqin.
Hu Boqin mendengus kasar, dia mulai tidak merasa nyaman dengan kehadiran irang dari keluarga Bangsawan Yue tersebut.
"Sudahlah, ayo ikuti aku!" Ucap Hu Boqin kasar.
Tuan dan Nyonya Bangsawan Yue mengikuti langkah Hu Boqin dari belakang.
Hu Liena juga ikut serta, dia ingin tahu, apa yang akan di lakukan pasangan Suami-Istri ini kepada Ibu tirinya, Yueqin.
Sesampainya di gudang belakang tempat Yueqin di kurung, Hu Boqin langsung memerintahkan pengawal yang berjaga untuk membuka pintu.
__ADS_1
Setelah pintu terbuka, rombongan Hu Boqin beserta Bangsawan Yue memasuki gudang.
"Siapa? Siapa itu?" Suara Yueqin bergema di dalam ruangan gudang yang gelap.
"Ini aku!" Kata Bangsawan Yue keras.
"Ayah? Kau datang untuk menyelamatkanku, bukan?" Kata Yueqin penuh kebahagiaan.
Namun kebahagiaan Yueqin harus pupus ketika mendengar jawaban dari Tuan Bangsawan.
"Siapa bilang? Aku datang kesini untuk menyaksikan penderitaanmu, Yueqin!"
Yueqin langsung terkejut begitu kata-kata itu meluncur langsung dari mulut Bangsawan Yue.
"Ayah! Apa yang anda katakan? Apa kau sedang bersandiwara sekarang? Apa si Perdana Menteri bodoh itu mengancam Ayah? Jangan takut Ayah, setelah aku keluar dari sini, aku akan membalas perbuatan orang itu. Dan aku juga akan membunuh Putrinya, si gadis sialan itu!" Ucap Yueqin penuh dendam.
Suaranya bergetar karena mengandung kemarahan.
"Lancang! Berani sekali kau memaki kedua orang terhormat seperti meraka dengan mulut kotormu itu, Yueqin! Dan berhenti menyebutku Ayah, karena aku bukanlah Ayahmu!" Bentak Bangsawan Yue yang menjadi geram dengan ucapan Yueqin.
Selama ini, Tuan Bangsawan Yue selalu mempercayai semua ucapan yang Yueqin katakan. Bahkan dia dengan suka rela, membantu Yueqin untuk melakukan berbagai kejahatan. Semua itu dia lakukan karena rasa sayang yang teramat besar, kepada perempuan yang dia anggap sebagai Putrinya itu.
Tapi apa yang terjadi kemudian?
Bangsawan Yue mendapat kabar bahwa Yueqin bukan Putrinya. Dan lebih parahnya lagi, Yueqin sudah tahu jati-dirinya dan memanfaatkan ketulusan dari Bangsawan Yue untuk melancarkan balas dendamnya.
"Heh, jadi kau sudah tahu siapa diriku sebenarnya?" Cibir Yueqin.
Bangsawan Yue mendengus, "Benar, aku sudah mengetahuinya. Kau sendiri juga sudah tahu dari dulu bukan? Bahwa aku ini bukan Ayahmu! Oleh karena itu, kau hanya memanfaatkanku saja untuk melancarkan aksimu. Bahkan kau dengan terang-terangan menyebutkan kepada semua orang, bahwa Bangsawan Yue akan membalas semua orang yang berani menolakmu, dan juga Putri jahatmu itu. Sakit jiwa! kau benar-benar sakit jiwa, Yueqin! Kau memanfaatkan kediaman Bangsawan Yue, lalu kau menghancurkan nama baik kami secara perlahan agar semua orang nantinya akan menjauhi kediaman kami, dan juga memusuhi keluarga kami. Itukah yang kau mau, Nona Besar Bai?"
__ADS_1