Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
152. Jawaban Pangeran Jing.


__ADS_3

Kaisar Li Jinhai menoleh ke arah Pangeran Jun yang kini menatapnya dengan tatapan rumit.


"Sebentar lagi, calon mertua Adik-Adikmu akan muncul. Biarkan dia saja, yang meneruskan berita bahagia tersebut kepada semua orang." jawab Kaisar Li Jinhai tenang.


Li Junjie melirik ke arah Hu Liena yang saat ini mengendikkan bahu, dia juga tampak kebingungan sama seperti dirinya.


"Jinhai, mengapa kau mengumumkan perjodohan Putra-Putrimu tanpa menungguku terlebih dahulu!"


Semua orang yang hadir di sana, langsung menoleh ke arah pintu masuk aula ketika mendengar suara keras menggema dari arah sana.


"Kaisar Qian?!" gumam Li Junjie sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Pangeran, kapan Kaisar Qian datang?" tanya Hu Liena setengah berbisik.


Menurutnya, kedatangan Kaisar Long Qian sangatlah mencurigakan. Bukan hanya datang tanpa kabar, namun terkesan ada yang sedang di rahasiakan.


Li Junjie menggelengkan kepala perlahan, dia juga sama sekali tidak mendengar kabar akan kedatangannya Kaisar dari kerajaan Qian.


Sebenarnya, apa yang di rencanakan Kaisar Qian dan juga Ayahnya? Apakah mungkin, yang akan di jodohkan dengan kedua Adiknya adalah Pangeran Qian Yingzhi dan Putri Jia Li?


"Aku juga baru melihatnya saat ini, Putri." jawabnya.


Di tengah Aula, Kaisar Li Jinhai menyambut kedatangan Kaisar kerajaan Qian dengan perasaan suka cita.


"Long Qian, temanku, selamat datang!" sapanya sambil merangkul Kaisar Qian.


"Bagaimana perjalananmu? Lancar?" tanya Kaisar Li Jinhai sambil mengumbar senyum yang menawan.


"Ah, jangan tanyakan masalah itu, Jinhai! Kau tahu, aku langsung datang tanpa persiapan. Untungnya, tubuhku sangat sehat saat ini. Jika tidak, mungkin sedikit guncangan saja, akan membuatku datang tanpa memiliki nyawa." celetuk Kaisar Long Qian hingga membuat Kaisar Li Jinhai tergelak.


"Ha-ha-ha! Jangan berbicara sembarangan, Long Qian! Kita masih belum memiliki Cucu." dalih Kaisar Li Jinhai sambil menuntun Kaisar Qian berjalan ke arah kursi yang telah di siapkan untuknya.


Semua orang, tak terkecuali Li Junjie dan Hu Liena, sedikit banyaknya sudah bisa menerka kemana arah pembicaraan dua orang Kaisar tersebut.


Semua pasti ada hubungannya dengan perjodohan yang sebelumnya Kaisar Li Jinhai umumkan.


"Nikahkan Putra-Putrimu terlebih dahulu, baru membahas masalah Cucu." ucap Kaisar Long Qian sesaat setelah dirinya duduk dengan tenang.

__ADS_1


Kaisar Li Jinhai mengangguk, lalu kembali fokus untuk mengumumkan setiap keputusan yang telah dia buat sebelumnya.


"Baiklah, aku akan melanjutkan ucapanku mengenai perjodohan Pangeran Jing dan juga Putri Jiang."


Kaisar Li Jinhai menarik nafas panjang sesaat, lalu melirik ke arah kedua Putra-Putrinya yang sedang menatapnya dengan tatapan rumit.


"Putri Jiang, Pangeran Jing, kemarilah!" panggilnya.


Meskipun ragu-ragu, Li Jing Sheng dan juga Putri Li Jiang tak ayal juga menuruti perintah Kaisar.


"Hormat kami berdua, Ayahanda Kaisar!" ucap keduanya secara bersamaan.


Kaisar Li Jinhai mengangguk sambil tersenyum puas dengan kepatuhan kedua Putra-Putrinya, lalu kembali melanjutkan pembicaraan.


"Hari ini, Ayah akan mengumumkan untuk menjodohkan kalian berdua kepada Putra dan Putri dari kerajaan Qian. Dengan begitu, kedaulatan rakyat akan tetap terjaga."


"Dan Ayah menilai juga, kebersamaan kalian sudah terjalin dengan baik. Jadi apa salahnya, jika kita meneruskan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius dari sebelumnya. Bagaimana, apa kalian setuju?" tutur Kaisar Li Jinhai yang membuat keduanya sontak merasa terkejut.


Li Jing Sheng mencuri-curi lirik ke arah Putri Jia Li yang kini sedang menundukkan kepalanya.


Entah apa yang Putri Jia Li sekarang pikirkan, mengenai keputusan orangtuanya.


Tapi untuk menyatakan rasa suka, Li Jing Sheng masih merasa ragu. Dia takut jika dia harus mengungkapkan perasaan, dan Putri Jia Li menolak lalu menjauhinya. Bagaimana?


Begitu pula dengan Putri Li Jiang, dia langsung merasa gugup ketika sang Ayah berkata demikian di hadapan banyak orang.


Awalnya, dia memang tidak senang dengan kehadiran Pangeran Qian Yingzhi. Bahkan dia sempat berpikiran buruk tentangnya ketika baru pertama kali bertemu, sewaktu dirinya secara tidak sengaja menabrak Pangeran Qian Yingzhi hingga berujung kesalahpahaman di antara mereka.


Tapi setelah mengetahui masa lalu Pangeran Qian Yingzhi, Putri Li Jiang merasa bersimpati dan entah kenapa selalu memikirkan keadaannya baru-baru ini.


Putri Li Jiang tahu, bagaimana rasanya memiliki rasa trauma akibat perbuatan orang lain. Dan itu membuatnya merasa ingin selalu berada di sisi Pangeran Qian Yingzhi, untuk menghiburnya dan juga berbagi pengalaman cara mengatasi kesedihan pasca trauma yang menimpanya.


Di tempat berdirinya saat ini, Pangeran Qian Yingzhi dan juga Putri Jia Li merasa gugup setelah mendengar perkataan Kaisar Li Jinhai.


Bagaimana tidak, mereka beberapa saat yang lalu merasa takut setelah mendengar keduanya akan di jodohkan. Tapi setelah mengetahui orang yang akan di jodohkan ternyata diri mereka sendiri, keduanya kini menjadi salah tingkah, dan merasa gugup yang berkepanjangan ketika berpuluh-puluh pasang mata kini seakan tertuju ke arah mereka berdua.


"Ayah!"

__ADS_1


Terdengar suara Li Jing Sheng yang jernih bergema memenuhi ruangan perjamuan.


"Katakanlah, Putraku!" jawab Kaisar Li Jinhai.


Semua yang hadir di sana, menatap ke arah Li Jing Sheng yang sedang bersiap untuk mengutarakan jawabannya terhadap keputusan Kaisar Li Jinhai.


"Maafkan aku, Ayah! Maafkan aku, jika nantinya keputusanku akan membuat Ayah menjadi merasa kesal. Tapi ...," Li Jing Sheng menghentikan ucapannya sejenak.


Semua orang di sana menahan nafas, karena tak bisa membayangkan murkanya Kaisar, jika keinginannya di tolak oleh Pangeran Li Jing Sheng.


"Tapi apa? Lanjutkan!" muka Kaisar Li Jinhai mulai tidak bersahabat.


Ekspresinya mukanya semakin rumit, dan sudah di pastikan jika Kaisar Li Jinhai mulai merasa tersinggung dengan ucapan Putra Keduanya.


"Tenanglah, Jinhai! Biarkan Putramu menyelesaikan perkataannya, baik dan buruk semua keputusan, semua ada di tangannya sendiri." Kaisar Long Qian berusaha menenangkan Kaisar Li Jinhai.


"Meskipun kami berdua setuju 'pun, itu tidak akan bisa merubah keadaan, jika keputusan hanya berada di sebelah pihak saja. Kami berdua akan setuju, jika dari pihak Pangeran Qian Yingzhi dan juga Putri Jia Li, menyetujui perjodohan i- ...,"


"Kami setuju!"


Belum selesai Li Jing Sheng berbicara, Qian Yingzhi sudah langsung memotong ucapannya hingga membuat semua orang langsung gaduh menyaksikan kelakuannya.


"Pangeran Qian sepertinya memang menyukai Putri Li Jiang dari awal, oleh karena itu dia langsung angkat bicara sebelum Kaisar menanyakan hal itu kepadanya." bisik salah seorang tamu.


"Tentu saja karena Putri Jiang kita sangat cantik, dia takut keduluan orang lain jika menunggu berlama-lama." timpal orang yang satunya.


"Siapa yang akan menolak pesona kecantikan Putri Jiang kita, bahkan aku saja tidak akan menolak jika Kaisar ingin menjodohkannya dengan Putraku."


"Kau ini jangan bermimpi! Mana mungkin, Kaisar menjodohkan Putrinya dengan keluarga rendahan seperti kita semua."


Desas-desus semakin melebar, Kaisar Li Jinhai kini bahkan mengurut pelipisnya sendiri untuk mengurangi rasa pusing setelah mendengar ucapan orang-orang di sana.


"Long Qian, bagaimana sekarang? Putramu juga sudah setuju dengan perjodohan ini. Lalu bagaimana, dengan keputusan Putrimu?" tanya Kaisar Li Jinhai yang menyerahkan urusan perjodohan kepada Kaisar Long Qian.


"Putrimu juga belum bersuara, Jinhai!" balas Kaisar Long Qian tak mau kalah.


Kaisar Li Jinhai, lalu menoleh ke arah Putri Li Jiang yang masih berdiri di hadapannya dengan rona wajah yang telah memerah.

__ADS_1


"Ayah ingin mendengar keputusanmu, Jiang!"


__ADS_2