Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
107. Pil penawar racun.


__ADS_3

"Panggilkan Pangeran Jun! Bilang, jika aku ingin bicara padanya!" Kaisar Li Jinhai memerintahkan penjaga Untuk memanggil Li Junjie.


"Aku di sini, Ayah!" Li Junjie berjalan memasuki ruangan Kaisar bersama Hu Liena di sampingnya.


Kaisar mengangguk, lalu mempersilahkan Li Junjie dan Hu Liena untuk duduk.


"Ada permasalahan apa, yang ingin Ayah bicarakan denganku?" Li Junjie bertanya secara langsung dengan terang-terangan.


Kaisar tidak merasa tersinggung, dia justru menyukai sikap Putranya ini yang terkesan jujur, dan tak ada yang di tutup-tutupi darinya.


"Ini masalah Qiang Geming ...," Ucap Kaisar.


"Masalah apalagi? Bukankah dia sudah mati?" Kaisar tidak merasa terkejut sama sekali karena Li Junjie sudah mengetahui perihal kematian Musuhnya itu.


Bukan hanya kematian Qiang Geming saja, Putranya bahkan sudah tahu perihal rahasia yang dia simpan selama ini.


Changpu memberitahu Kaisar, jika Putranya, Pangeran Jun. Dan calon menantunya, Putri Xia. Mengintip kegiatannya Kaisar, menyiksa Qiang Geming tadi siang di hutan.


"Qiang Geming, memang sudah mati. Tapi musuh kita yang sesungguhnya, masih belum menampakkan diri." Ucap Kaisar cemas.


Ada kekhawatiran yang muncul di wajahnya Kaisar Li Jinhai sekarang.


"Siapa yang Ayah maksud?" Li Junjie penasaran.


"Putranya Qiang Duming! Atau, keponakannya Qiang Geming!" Jawab Kaisar penuh tekanan.


"Ohh, yang di maksud Ayah itu dia ...," Jawab Li Junjie dengan tenang.


Kaisar merasa heran, kenapa Putranya bisa setenang ini? Apa dia sudah tahu, siapa Putra Qiang Duming sebenarnya? pikir Kaisar.


"Apa kau tahu sesuatu, Pangeran?" Kaisar merasa penasaran.


"Benar!" Jawab Li Junjie singkat.


"Apa itu?" Kaisar merasa bersemangat.


Li Junjie menuangkan secangkir teh, lalu menyodorkan ke arah Hu Liena.

__ADS_1


"Minum ini! Kau pasti kehausan!" Li Junjie tidak segera menjawab dia malah sibuk mengurusi Hu Liena terlebih dahulu.


Kaisar tidak berusaha mencegah, atau menegur sikap Li Junjie yang lebih memperhatikan Hu Liena di bandingkan menjawab pertanyaannya.


"Aku tahu siapa, dan di mana, Putra Qiang Duming berada." Jawab Li Junjie setelah memastikan Hu Liena meminum teh yang di berikannya.


"Apa? Bagaimana kau bisa tahu? Dan siapa? Siapa Putra Qiang Duming sebenarnya?" Kaisar setengah berteriak ketika mengucapkan kata-kata tersebut kepada Li Junjie, dan menunggu jawabannya dengan tidak sabar.


"Pangeran Yu Zemin!" Li Junjie hanya menyebut satu nama. Namun, efeknya membuat Kaisar jadi terbelalak dan tak bisa menutup mulutnya karena rasa terkejut.


"Pangeran Yu Zemin adalah Putra Pertama dari Kaisar Qian, tidak mungkin, tidak mungkin dia!" Kaisar Li Jinhai berusaha menolak kenyataan yang baru saja di dengarnya.


Li Junjie tidak merasa terganggu sama sekali dengan sikap Kaisar yang sekarang sedang berada dalam keadaan gelisah karena ucapannya. Dia justru bersikap tenang, dan kembali menuangkan secangkir teh untuk di nikmati Hu Liena.


"Apa kau ingin makan sesuatu?" tanya Li Junjie lembut.


"Tidak, terima kasih!" Jawab Hu Liena sembari menerima cangkir teh yang di sodorkan padanya.


"Pangeran! Bagaimana bisa, kau menyimpulkan Pangeran Yu Zemin sebagai Putranya Qiang Duming?" Kaisar masih penasaran dengan alasan Li Junjie menyebut nama Pangeran kerajaan Qian sebagai anak dari Qiang Duming yang kahir dari rahim Putri Song Qian.


Bagaimana bisa, Kaisar Qian akan menobatkan seorang Putra Mahkota yang bukan darah dagingnya sendiri.


"Aku sudah menyelidikinya, Ayah! Dia juga yang membiayai seluruh kegiatan Qiang Geming untuk mendirikan markas, dan menciptakan racun yang mematikan."


Berbeda dengan sikap Li Junjie yang tampak tenang, justru Kaisar bersikap sebaliknya. Dia tampak terkejut berkali-kali lipat dari sebelumnya.


"Kurang ajar!" Ucap Kaisar sambil menggebrak meja.


Bisa-bisanya dia tertipu dengan sikap Pangeran Qian yang sopan terhadapnya. Kaisar bahkan berniat menjodohkan Putri Li Jiang dengan Yu Zemin untuk menjalin persahabatan dengan kerajaan Qian.


Dengan alasan perjodohan itu pula Kaisar ingin menciptakan kedamaian antara dua kerajaan, yang sudah lama saling serang satu sama lain.


Tapi sekarang, rasanya Kaisar sudah tidak ingin lagi melanjutkan rencana perjodohan Putri Li Jiang.


"Pangeran! Apa kau tahu, di mana markas Qiang Geming?" Kaisar merasa curiga Li Junjie tahu banyak tentang masalah antara Qiang Geming dan Pangeran Yu Zemin.


"Kami berdua, baru saja pulang dari sana!"

__ADS_1


_Brakkk!_


Kaisar menggebrak meja untuk kedua kalinya.


"Kalian? Kalian berdua?" Ucap Kaisar yang di balas anggukkan kepala Li Junjie dan Hu Liena.


"Kami juga sudah meneliti racun yang mereka kembangkan. Itu racun pelumpuh saraf! Jika racun itu di gunakan untuk melawan kita saat berperang, kita akan dengan mudah untuk di kalahkan!" tegas Li Junjie yang membuat Kaisar semakin terbelalak.


"Bagaimana? Bagaimana kau bisa tahu?" Kaisar di buat terkejut berkali-kali oleh pernyataan Putranya.


Li Junjie menggeleng, lalu melirik ke arah Hu Liena.


"Bukan aku, tapi Putri Xia yang memeriksanya!"


"Putri Xia?" Kaisar mengikuti arah pandangan Li Junjie.


Rasa terkejut, tidak percaya, dan juga kebingungan, kini di rasakan Kaisar Li Jinhai.


Putri Xia! Seorang gadis yang di kenal tidak berguna, dan tidak di anggap di kerajaannya, justru malah mengetahui jenis racun yang di kembangkan oleh seorang jenius seperti Qiang Geming.


Tidak! Ini pasti sebuah kesalahan! Putranya pasti hanya bercanda! pikir Kaisar Li Jinhai.


"Ayah pasti meragukan ucapanku, benar?" ucap Li Junjie seakan mengetahui isi pikiran Kaisar.


Karena sudah ketahuan, Kaisar 'pun tidak berusaha menutupi perasaannya. Dia lalu mengangguk, membenarkan ucapan sang Pangeran.


"Aku ingin minta maaf sebelumnya, karena aku tidak bisa mengatakan lebih jelas bagaimana kami bisa mengetahui hal ini. Aku juga datang kesini bukan tanpa alasan." Ujar Li Junjie seraya melambaikan tangannya ke arah pintu.


Changpu masuk, dan langsung memberi hormat kepada Kaisar.


"Katakan!" Ucap Kaisar merasa tidak sabar dengan kejutan yang akan di berikan lagi oleh Putranya.


"Pangeran Jun membawa jutaan pil penawar racun untuk di berikan kepada para prajurit, dan semua rakyat kita, Yang Mulia!" Changpu mengucapkan kata demi kata dengan tegas. Namun di balik rasa tegas itu, sebenarnya Changpu menahan rasa haru, dan juga kagum kepada Pangeran Jun, karena telah memberikan kontribusi yang begitu besar untuk kerajaan yang di pimpin oleh Ayahnya, Kaisar Li Jinhai.


Jika nanti Changpu harus memilih, siapa orang yang pantas menggantikan Kaisar? pastilah Li Junjie orang pertama yang akan dia dukung pertama kali.


Apa? Jutaan pil penawar racun? Siapa Tabib hebat yang bisa membuat pil sebanyak itu? tidak mungkin dia, 'kan? pikir Kaisar sambil melirik ke arah Hu Liena yang sedang menikmati teh yang di tuangkan oleh Li Junjie dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2