
"Sudahlah, jangan memikirkan hal itu. Sebaiknya kita pulang sekarang, kalau tidak ingin Ayahmu merasa cemas karena kau selalu pulang terlambat."
Li Junjie berusaha mengalihkan pembicaraannya dengan Hu Liena.
Dia bingung harus menjawab seperti apa pertanyaan yang Hu Liena berikan kepadanya.
"Tidak apa-apa, Pangeran. Ayahku sudah tahu kalau aku sedang sibuk sekarang." protes Hu Liena karena Li Junjie seakan menghindari pertanyaannya.
"Sudahlah, kita pulang saja." Li Junjie kembali menggandeng tangan Hu Liena untuk menaiki kereta
Di sebuah bangunan ...
"Di mana bangsawan Mo? kenapa dia belum juga datang melapor, kepadaku?" ucap Putri Song cemas
Sudah beberapa hari ini, orang kepercayaannya, bangsawan Mo, tidak pernah muncul untuk memberikan laporan padanya.
Sedangkan rencana Putri Song, harus tetap berjalan di hari yang sudah mereka siapkan.
Beberapa rekan dari kerajaan lain, bahkan sudah siap untuk menyerang kerajaan dinasti Ying.
"Tuan Putri, sepertinya hamba melihat Tuan bangsawan Mo sedang berjalan menuju kesini." seorang pengawal kini datang berlutut menghadap Putri Song Qian.
"Apa maksudmu dengan berjalan?" tanya Putri Song Qian heran.
Biasanya, bangsawan Mo akan datang dengan membawa iring-iringan kereta.
Tapi si pengawalnya bilang sekarang, jika Mo Chong an sedang berjalan menuju ke tempatnya.
"Biarkan aku yang mengeceknya, Ibunda!" Yu Zemin bangkit dan meminta si pengawal menunjukkan lokasi dia melihat Mo Chong an dan Putranya.
Setelah beberapa saat kemudian, Yu Zemin kembali datang dengan raut muka kebingungan.
"Bagaimana?" tanya Putri Song penasaran.
"Pengawal kita benar, Ibunda. Bangsawan Mo sedang menuju kemari bersama Putranya, Mo Yan Zhen." jawab Yu Zemin patuh.
"Apa kau melihat ada yang aneh, Putraku?" Selidik Putri Song Qian yang di jawab gelengan kepala oleh Yu Zemin.
"Selain berjalan kaki, tidak ada lagi keanehan dengan mereka berdua, Ibu." Yu Zemin menjawab dengan penuh keraguan.
Sebenarnya, apa yang terjadi dengan bangsawan Mo, batin Putri Song.
__ADS_1
Putri Song merasakan ada sesuatu yang janggal, dengan kedatangan dua orang kepercayaannya.
Namun karena sang Putra bilang tidak ada keanehan lain lagi, maka Putri Song tidak terlalu memikirkan dugaannya.
Dia lalu menyuruh para pengawal, untuk menjemput Mo Chong an dan Putranya.
"Hormat kami kepada Yang Mulia Tuan Putri!" Mo Chong an dan Putranya membungkukkan badan memberi hormat kepada Putri Song Qian.
"Hormat kalian di terima!" balas Putri Song sambil mengibaskan jubahnya.
Mo Chong an lalu di persilahkan duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Sedang Mo Yan Zhen, duduk di samping Pangeran Yu Zemin yang saat ini sedang menatap ke arahnya dengan lekat.
"Bangsawan Mo! Kemana keretamu? Kenapa kalian harus datang dengan berjalan kaki saja?" tanya Putri Song yang masih penasaran dengan kedatangan Mo Chong an.
"Kami sengaja melakukannya, Putri!" jawab Mo Chong an datar.
"Sengaja?" Putri Song merasa heran.
Mo Chong an mengangguk, lalu membenarkan ucapannya.
"Kami sedang berusaha menghindari pemeriksaan prajurit Istana, Putri!" Mo Yan Zhen ikut membantu Ayahnya berbicara.
"Tidak sama sekali!" Mo Yan Zhen menggelengkan kepala perlahan.
"Kalau begitu, kenapa kalian memilih berjalan kaki?" Yu Zemin sudah tak sabar memulai pertanyaan.
"Sudah kami katakan, kami menghindari pemeriksaan prajurit Istana." jawab Mo Chong an yang nampak kesal.
"Bangsawan Mo, jaga bicaramu!"
Putri Song merasa tidak senang dengan nada bicara Mo Chong an kepada Putra kesayangannya.
"Tuan Putri, kami sudah bersusah payah untuk datang kemari. Tapi Pangeran, malah bersikap seakan-akan dia mencurigai kami berdua." Mo Chong an mendengus kasar membalas ucapan Putri Song Qian.
"Jangan salah paham dulu, bangsawan Mo. Aku hanya penasaran, itu saja." ucap Pangeran Yu Zemin berkelit dari tuduhan Mo Chong an.
"Putraku benar, bangsawan Mo. Jangankan Pangeran, aku saja tadi juga merasa penasaran. Jadi, tolong untuk di maafkan sikap lancangnya Pangeran Yu." ucap Putri Song melembut.
Mo Chong an yang tadi sempat berdiri, akhirnya kembali duduk di tempatnya semula.
__ADS_1
"Baik, saya akan melupakan kejadian hari ini. Namun, saya tidak akan mentolelir lagi siapapun yang mengulangi kesalahan yang sama." ucap Mo Chong an dengan tegas.
Putri Song mengerutkan dahinya tebal. Sikap bangsawan Mo, sangat jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya.
Apa mungkin terjadi sesuatu dengan bangsawan Mo di perjalanan? hingga dia merasa trauma, dan tidak bisa mengendalikan perasaannya?
"Bangsawan Mo jangan khawatir, kami tidak akan melakukannya lagi. Benar 'kan, Putraku?" ucap Putri Song sambil melirik ke arah Pangeran Yu Zemin.
Saat ini, Pangeran Yu Zemin merasakan kecurigaan yang sangat besar kepada kedua orang kepercayaan Ibundanya.
Bagaimana tidak, sikap dan gerak-gerik kedua orang keluarga bangsawan Mo ini, sangat jauh berbeda sekali dengan hari-hari sebelumnya.
Biasanya, sikap Mo Chong an akan selalu patuh meskipun terkadang, Ibundanya sering berkata-kata kasar, ataupun membentak kepada mereka berdua.
Tapi hari ini, sikap Mo Chong an sangat jauh dari bayangan. Mudah tersinggung, sedikit kasar, dan tatapannya seperti kosong menatap di kejauhan.
"Ibu, setelah ini aku ingin berbicara empat mata denganmu!" ucap Pangeran Yu Zemin tanpa menjawab pertanyaan Putri Song sebelumnya.
"Tentu!" ucap Putri Song tersenyum canggung.
Setelah pembahasan selesai, Putri Song akhirnya membubarkan rapat yang di pimpin olehnya sendiri.
Sedangkan Mo Chong an dan Putranya, kini di tempatkan di kamar tamu, yang sengaja di siapkan khusus oleh Putri Song Qian.
"Ada apa, Putraku? Sepertinya, ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu!" tanya Putri Song yang di balas anggukkan kepala oleh Putranya.
"Ibu benar, ada hal yang membuat hatiku merasa gelisah." balas Pangeran Yu Zemin cemas.
"Apa itu, Nak?" tanya Song Qian lembut.
Pangeran Yu Zemin membenarkan terlebih dahulu posisi duduknya. Dari yang sebelumnya menghadap ke arah pintu, kini jadi berhadap-hadapan dengan sang Ibunda.
"Mengenai bangsawan Mo! Apa Ibu tidak merasa curiga, dengan sikap dan gerak-geriknya?" tanya Pangeran Yu Zemin dengan serius.
Putri Song memijit pelipisnya sendiri. Isi kepalanya dari tadi siang, di penuhi pertanyaan yang sama dengan Putranya.
Namun Putri Song tidak ingin membuat cemas semua orang, jadi dia lebih memilih untuk diam.
Lagipula, bangsawan Mo sudah bekerja padanya cukup lama. Dan Putri Song tidak ingin menanam kecurigaan, kepada orang yang sudah sejak dulu setia padanya.
"Ibu tidak melihat apapun, Putraku! Mungkin, bangsawan Mo saat ini sedang memiliki beban yang sangat banyak. Kau tahu sendiri bukan, jika di kerajaan dinasti Ying, kini sedang di adakan pemeriksaan dalam skala besar.
__ADS_1
Mungkin bangsawan Mo sedang memikirkan tentang hal itu, dan mungkin juga dia tidak ingin melibatkan kita dalam masalahnya." ucap Putri Song berusaha menghempaskan kecurigaan sang Putra dari dua orang relasinya.