Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
92. Yueqin dan Xiulin hilang.


__ADS_3

Li Junjie merasa senang sekarang, karena Hu Liena tak lagi menyinggung lagi soal pulang. Dan yang membuat dia lebih senang lagi, dia bisa bersama-sama dengan calon Istrinya itu seharian.


"Pangeran! Aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Hu Liena serius.


"Silahkan!" Li Junjie menjawab dengan tenangnya.


"Masalah racun di tubuhmu itu, siapa yang melakukannya? Bagaimana bisa, ada seseorang yang berani meracuni seorang Pangeran sepertimu. Dan yang lebih parahnya lagi, racun itu di berikan saat usiamu masih belia." Hu Liena merasa penasaran tentan siapa orang yang memberi racun kepada calon Suaminya.


Jika saja Hu Liena tahu, mungkin dia akan memberi pelajaran kepada orang tersebut.


Bukan masalah orang yang di racun itu adalah calon Suaminya, tapi masalah kemanusiaan. Orang yang suka bermain-main dengan racun, adalah orang yang paling jahat. Apalagi, jika racun itu di berikan kepada seorang anak kecil. Sungguh sangat bejat orang itu!


"Aku tidak tahu!" Li Junjie seperti menyimpan dendam dalam sorot matanya ketika mengatakan hal itu.


"Apa? Kau tidak tahu! Bagaimana bisa?" Hu Liena seakan tak percaya dengan jawaban Li Junjie.


Li Junjie mengalihkan pandangannya ke arah luar. "Seandainya aku tahu, mungkin aku sudah membunuhnya sedari dulu."


Jawaban Li Junjie sangat menyakiti hati Hu Liena. Bagaimana tidak, sang pujaan hatinya di racuni orang, tapi orang itu tidak tahu siapa, dan di mana keberadaannya.


Seandainya tahu, mungkin rasa sakit hati Hu Liena akan terbayarkan dengan membalas orang itu.


Di sebuah rumah mewah di daerah pegunungan...


"Bagaimana? Apa kau sudah menemukan keberadaan Istri, dan Anakku?" Suara berat itu bergema di dalam ruangan.


"Jawab Tuan, Istri dan Putri anda di kurung oleh Pangeran Jun." Jawab pengawal berbaju hitam.


"Jadi Anakku adalah seorang gadis ...," Gumam pemilik suara berat tersebut.


Sang pengawal mengangguk. "Benar, Tuan!"


"Bagaimanapun caranya, kalian harus bisa membebaskan mereka!" Ucap si suara berat dengan geram.


Pengawal menjawab. "Kalau begitu, hamba permisi dulu Tuan. Hamba akan mengatur upaya pembebasan Istri, dan Putri Tuan sekarang."


"Pergilah!" Balas si pria bersuara berat.


Setelah kepergian si pengawal, si pria bersuara berat itu mengepalkan tangannya dengan erat.

__ADS_1


"Li Jinhai, berani sekali Putramu menyiksa Istri dan Anakku! Awas saja, aku akan memberinya racun yang lebih mematikan!"


Kembali ke tempat Li Junjie dan Hu Liena berada.


Kedua sejoli itu kini sedang berjalan-jalan di sebuah taman bunga, yang masih berada di lingkungan kediaman Pangeran Jun.


"Apa kau merasa lebih baik, Pangeran?" Hu Liena menoleh ke arah Li Junjie yang berjalan di sampingnya.


Dia sengaja mengajak Li Junjie berjalan-jalan, karena merasa bersalah telah menanyakan sesuatu yang memperburuk suasana hati calon Suaminya itu.


"Selama bersama Putri, aku akan merasa jauh lebih baik lagi." Jawab dari Li Junjie mampu membuat wajah Hu Liena memerah seketika.


"Pangeran, jangan berbicara seperti itu." Ucap Hu Liena dengan tersipu malu.


Li Junjie merasa gemas dengan Hu Liena, seandainya saja dia tidak takut Hu Liena akan menolak. Mungkin Li Junjie akan mendekat, dan memeluk Hu Liena dengan erat.


"Pangeran! Gawat!" Guotin datang dengan tergesa-gesa.


"Apa yang terjadi?" Li Junjie merasa kesal, karena kebersamaannya terganggu oleh kedatangan Guotin.


"Tawanan kita, tawanan kita hilang, Pangeran!" Jawab Guotin dengan gugup.


Bukan ekspresi terkejut karena tawanan telang hilang, tapi ekspresi kesal karena waktunya berduaan dengan Putri Xia di ganggu oleh kedatangan dirinya. Itu yang di lihat Guotin.


"Cepat katakan! Tawanan yang mana?" Li Junjie semakin tidak bersahabat saja wajahnya.


"Nyonya Yueqin, dan Nona Xiulin." Jawab Guotin dengan ketakutan.


"Bodoh! Menjaga perempuan saja, kalian tidak bisa!" Bentak Li Junjie kasar.


"Maafkan kami, Pangeran! Tapi orang-orang itu sangat pintar, mereka membuat beberapa penjaga keracunan. Dan sampai sekarang, para penjaga itu belum bisa di sadarkan." Tutur Guotin yang membuat Hu Liena mengerutkan dahinya.


Li Junjie ingin berbicara lagi, tapi di hentikan oleh Hu Liena.


"Berhenti Pangeran, sebaiknya kita cepat kesana. Aku yakin, orang ini juga terlibat dengan masalah keracunan yang kau alami." Tegas Hu Liena.


"Apa menurutmu begitu?" Li Junjie merasa heran bagaimana bisa Hu Liena menebak hal itu.


"Aku belum yakin seratus persen, sebelum menyelidikinya sendiri." Balas Hu Liena.

__ADS_1


"Baiklah, kita akan kesana!" Li Junjie mengangguk dan langsung membawa Hu Liena ke tempat di mana Yueqin dan Xiulin di kurung.


Sebelum memasuki lorong penjara bawah tanah, hidung Hu Liena yang sensitif langsung mencium bau racun yang menyengat.


"Jangan masuk dulu, Pangeran!" Cegah Hu Liena ketika Li Junjie akan memasuki lorong penjara.


"Kenapa?" Li Junjie merasa heran karena Hu Liena menghentikan pergerakannya.


"Tubuhmu masih rentan, kau tidak boleh masuk ke dalam sana. Aku mencium bau racun yang sangat mematikan telah menyebar di dalam, dan jika kau tetap memaksa masuk, racun itu akan bersarang dan menggantikan racun yang telah susah payah 'ku keluarkan." Li Junjie bergidik ketika mendengar ucapan itu dari Hu Liena.


Tapi sebagai seorang Pangeran, dia tidak boleh hanya berdiam diri saja di luaran sana. Dia harus bisa memastikan keselamatan para pengawal setianya di dalam, jika tidak, nyawa mereka akan terancam. Li Junjie tidak mau, jika ada orang yang bernasib sama dengannya. Menderita, karena keracunan.


"Aku harus tetap masuk!" Tegas Li Junjie.


Hu Liena tidak mengatakan apapun lagi. Tapi sebagai calon Istri yang baik, Hu Liena tidak akan membicarakan calon Suaminya keracunan kembali.


"Pakai ini, gunakan untuk menutup mulut dan hidungmu" Hu Liena menyodorkan selendang yang dia miliki.


Li Junjie tidak membantah, dia langsung menutup mulut dan hidungnya dengan selendang yang Hu Liena berikan padanya.


"Ayo!" Hu Liena memasuki lorong terlebih dahulu.


Li Junjie dan Guotin menyusulnya di belakang.


Hu Liena memeriksa orang-orang yang terkapar di atas lantai.


"Minum ini!" Hu Liena memberikan masing-masing satu butir pil, kepada Li Junjie dan Guotin.


"Kita harus membawa mereka keluar dari ruangan ini, jika tidak, mereka akan mati karena terus menghisap racun." Guotin langsung melakukan apa yang Hu Liena ucapkan.


Dalam beberapa kali gerakan, Guotin mampu mengeluarkan ke enam orang pengawal yang sedang pingsan itu keluar.


"Bagaimana?" Tanya Li Junjie ketika Hu Liena selesai memeriksa para pengawalnya yang sedang pingsan.


"Mereka mencemari udara dengan racun yang mengandung risin, itu sebabnya para pengawal ini tak sadarkan diri karena kesulitan untuk bernafas."


Li Junjie sedikit kecewa dengan penjelasan dari Hu Liena. Dia pikir, racun yang di gunakan penyusup itu sama dengan racun yang bersarang di tubuhnya. Ternyata, racunnya berbeda. Itu tandanya, kesempatan dia untuk menemukan orang yang meracuninya dahulu, pupus sudah.


"Tenangkan dirimu, Pangeran. Aku yakin, orang yang meracuni para pengawalmu hari ini, adalah orang yang sama dengan orang yang meracunimu waktu itu." Perkataan Hu Liena mampu membuat semangat Li Junjie terisi kembali.

__ADS_1


__ADS_2