Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
140. Berangkat ke kerajaan Wuya.


__ADS_3

Setelah semua orang kembali ke tempatnya masing-masing, Li Junjie mengajak Hu Liena untuk berdiskusi di tempatnya.


"Bagaimana, Putri? Apa kau setuju, dengan penawaranku?" tanya Li Junjie penasaran.


"Jika itu memang di perlukan, aku tidak merasa keberatan." jawab Hu Liena dengan ekspresi yang sangat tenang.


Li Junjie mengangguk puas, ini yang dia suka dari Hu Liena. Meskipun seorang wanita, Hu Liena tidak pernah menunjukan sisi kelemahannya. Justru dia akan dengan tenang, menghadapi segala kemungkinan yang akan menghadang jalannya.


"Kapan kira-kira, kita akan pergi ke Kerajaan Wuya?" tanya Hu Liena datar.


"Kakak, aku ingin ikut!" Li Jing Sheng tiba-tiba masuk di ikuti oleh Putri Li Jiang dan juga Putri Jia Li.


Li Junjie mendengus kasar, dia merasa kesal dengan sikap Li Jing Sheng yang tidak pernah bersikap sopan seperti biasanya.


"Tidak, kalian tidak boleh terlibat." tolak Li Junjie tegas.


Wajah ketiga orang yang baru datang, langsung murung begitu permintaan mereka mendapat penolakan keras dari Li Junjie.


"Maafkan saya, Pangeran Jun! Saya sudah beberapa kali mendatangi Kerajaan Wuya untuk urusan Istana, saya bisa menjadi petunjuk jalan bagi anda dan juga Putri Xia." ujar Putri Jia Li menawarkan bantuan.


"Tidak perlu! Kami berdua saja cukup mampu, untuk melakukan hal itu." tolak Li Junjie keras.


Putri Jia Li tertunduk, untuk pertama kalinya dia merasa tidak berguna menjadi seorang Putri.


Biasanya, setiap kata-kata yang dia ucapkan di kerajaan Qian, akan menjadi hal wajib yang harus di lakukan oleh semua orang.


Tapi di sini! Di kerajaan dinasti Ying, suaranya seakan tidak berarti apa-apa.


Hu Liena mengerutkan dahinya, dia merasa jika keberadaan Putri Jia Li akan sangat berguna di kerajaan Wuya.


Bukankah dengan memiliki seorang pemandu, akan sangat bagus? pikir Hu Liena.


Oleh karena itulah, Hu Liena langsung mengutarakan pemikirannya kepada semua orang.


"Kalian semua boleh ikut! Adik Jing, aku tugaskan kau untuk melindungi Putri Jia Li. Sedangkan aku, dan Putri Jiang, akan di lindungi oleh Pangeran Jun!"

__ADS_1


Semua orang merasa bahagia mendengar keputusan dari Hu Liena, kecuali satu orang.


Li Junjie!


Dia saat ini sedang berwajah masam, karena tidak merasa setuju dengan keputusan yang di ambil oleh calon Istrinya.


"Kalian boleh pergi untuk bersiap-siap!" titah Hu Liena dengan tegap.


"Putri! Apa untungnya kau membawa mereka dalam perjalanan kita?" protes Li Junjie saat semua orang sudah meninggalkan ruangan.


"Tentu saja ada, Pangeran! Kau serahkan saja semua urusan ini kepadaku! Aku jamin, semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana." ucap Hu Liena penuh dengan keyakinan.


Li Junjie menghela nafas pasrah, dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menentang keinginan Hu Liena saat ini. Salah-salah, Hu Liena malah berbalik marah kepadanya nanti.


Keesokan harinya, semua orang sudah berkumpul di depan gerbang untuk memulai perjalanan.


Li Junjie sudah mengatur jadwal keberangkatan mereka berlima, dan juga sudah memintakan ijin kepada Kaisar Li Jinhai untuk pergi bersama-sama.


Gak lupa juga, Li Junjie meminta kepada Kaisar Li Jinhai untuk merahasiakan kepergian mereka dari semua orang. Bahkan kepada pengawal sekalipun, Kaisar Li Jinhai tidak boleh membocorkannya.


"Ayo, cepat naik!" perintah Li Junjie.


"Apa yang anda lakukan?" tanya Li Junjie heran.


"Maaf, Yang Mulia Pangeran Jun! Saya belum bisa naik, jika Kakak saya belum datang." ujar Putri Jia Li dengan gugup.


"Kakakmu?!" tanya Li Junjie dengan alis berkerut.


"Ah, aku lupa, Pangeran. Pangeran Qian Yingzhi akan ikut bersama kita semua!" ucap Hu Liena datar.


Sebelum Li Junjie bisa berkata lagi, Hu Liena sudah langsung memotong ucapannya.


"Itu Kakak anda, Putri! Sekarang, naiklah!"


Mau tidak mau, Li Junjie akhirnya menuruti ucapan Hu Liena. Tidak apa-apa jika hanya menambah satu irang lagi dalam perjalanan mereka. Asalkan jangan sampai merepotkan saja! pikir Li Junjie.

__ADS_1


Kereta kuda mereka melaju dengan kecepatan sedang. Di dalam kereta, para wanita lebih memilih untuk diam untuk menghemat tenaga mereka.


Sedangkan para pria di luar, tetap fokus mengamati jalan yang akan mereka lewati nantinya.


Karena mereka pergi untuk menyamar, mereka sengaja tidak membawa satu pengawal 'pun. dari Istana untuk ikut bersama mereka.


Dan yang bertugas menjadi kusir kereta adalah Qian Yingzhi. Dia sengaja menawarkan diri, dengan alasan dirinya sudah terbiasa membawa kereta kuda sejak kecil karena selalu di suruh Putri Song Qian untuk membantu para pengawal sewaktu masih berada di dalam kurungan.


Dengan keahliannya, dia bisa mengendarai kereta kuda yang membawa para Putri dengan aman melewati jalanan yang berliku-liku.


"Di depan ada sebuah penginapan, sebaiknya kita bermalam di sana." ucap Li Junjie kepada Hu Liena yang berada di balik tirai jendela.


Hu Liena mengangguk patuh, hari memang sudah semakin larut tidak baik jika mereka tetap memaksakan melanjutkan perjalanan.


Setelah sampai di depan penginapan, Li Junjie langsung memesan tiga kamar untuk semua orang.


Para wanita, dia sengaja di biarkan berada di dalam satu kamar yang sama. Sedangkan Li Jing Sheng, satu kamar bersama dengan Qian Yingzhi. Dan dirinya, tentu memilih untuk tidur seorang diri.


Li Junjie tidak terbiasa berbagi kamar dengan orang lain, dia lebih suka tidur di kamar yang tenang tanpa gangguan.


Malam harinya, Hu Liena membagikan masing-masing orang beberapa helai pakaian murah yang di belinya di toko dekat penginapan.


"Kumpulkan semua pakaian kalian yang lama, dan ganti dengan pakaian ini!" ucap Hu Liena tegas.


Semua orang saling memandang, mereka kebingungan dengan perubahan rencana yang tiba-tiba.


"Ayo cepat, waktu kita tidak banyak." tegas Hu Liena.


Semua orang bergegas, mereka mengambil beberapa pakaian yang mereka butuhkan nantinya, dan mengumpulkan narang lama seperti yang di minta oleh Hu Liena.


"Mulai sekarang, kalian hanya boleh mengenakan pakaian seperti ini sampai kita kembali ke kerajaan dinasti Ying lagi. Dan nama kalian, aku juga akan mengubahnya." tutur Hu Liena lebih lanjut.


"Putri Jia, namamu sekarang adalah Niu. Putri Jiang, namamu sekarang adalah Nuwa. Adik Jing, kau sekarang adalah Hongli. Pangeran Qian, kau Haochun. Pangeran Jun, sekarang berganti nama menjadi Huanran. Dan aku sendiri, aku adalah Nona Sashuang!" tutur Hu Liena mengabsen pembagian nama kepada semua orang.


Semua orang sudah setuju, dan merasa cocok dengan nama baru pemberian Hu Liena.

__ADS_1


Mereka lalu melanjutkan perjalanan, setelah terlebih dahulu membayar biaya penginapan.


"Kalian, bersiaplah! Sebentar lagi kita akan memasuki perbatasan kerajaan Wuya." ucap Li Junjie yang kini telah berganti nama Huanran.


__ADS_2