
"Sial! Gadis itu ternyata angkuh juga! Aku harus mendapatkan gadis itu, bagaimanapun caranya, aku harus tetap mendapatkannya!" Gumam Yu Zemin penuh tekad.
Di dalam kereta, selepas kepergian Pangeran Negeri Qian. Luqiu baru bisa membuka suara setelah merasa tenang dari ketakutannya.
"Putri, bagaimana kalau Pangeran tadi serius dengan ucapannya?" Ucap Luqiu dengan perasaan was-was.
"Ucapan yang mana?" Tanya Hu Liena tenang.
"Ancaman yang dia berikan tadi ...," Kata Luqiu kepada Hu Liena.
Hu Liena terlihat tenang, dan hanya menjawab ucapan Luqiu dengan asal.
"Oh, yang itu!" Ucap Hu Liena datar.
Luqiu tidak lagi melanjutkan pertanyaannya. Putri Xia saja terlihat tenang, jadi kenapa dia harus gusar.
Jadi Luqiu memilih diam sepanjang perjalanan.
Sejujurnya, Hu Liena juga merasa terganggu dengan ancaman tersebut. Namun dia berusaha bersikap tenang, dan tampak tidak terlalu memikirkan hal itu.
Setelah sampai di kediaman, Hu Liena cepat-cepat pergi ke kamarnya.
"Luqiu, suruh Bao-Yu menyiapkan air panas untukku mandi." Titah Hu Liena kepada Luqiu.
Luqiu mengangguk, dan segera pergi untuk melaksanakan tugasnya menemui Bao-Yu.
"Kakak sudah datang?" Sapa Bao-Yu ramah.
"Um ... Putri Xia memintamu menyiapkan air panas untuk mandi." Kata Luqiu kepada Bao-Yu.
Tanpa banyak bicara Bao-Yu pergi ke dapur untuk memasak air, dan setelah air dalam panci panas, Bao-Yu membawanya ke tempat Hu Liena.
"Salam Putri, airnya sudah siap." Ucap Bao-Yu ketika sampai di kamar Hu Liena.
"Baik, terima kasih! Kau boleh pergi, Bao-Yu!" Balas Hu Liena dengan sopan.
"Apa Putri tidak membutuhkan bantuan hamba lagi?" Tanya Bao-Yu yang heran karena Hu Liena menyuruhnya untuk pergi.
Hu Liena menggeleng, lalu menjawab ucapan Bao-Yu. "Hari ini, aku ingin mandi sendiri saja."
Bao-Yu tidak bisa menolak, itu sudah keinginan dari majikannya. Dan Bao-Yu tidak bisa bilang tidak, jika Hu Liena sudah berbicara.
__ADS_1
"Baik Putri, kalau begitu hamba pergi dulu." Pamit Bao-Yu lagi.
Hu Liena pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lupa juga, Hu Liena mengambil beberapa wewangian aroma terapi di dimensi rahasia untuk merilekskan pikirannya agar bisa kembali tenang.
"Huhhh! Beberapa hari ini, aku sangat frustasi dengan masalah hidup pemilik tubuh asli. Aku hampir lupa caranya untuk bersenang-senang!" Keluh Hu Liena sembari menenggelamkan tubuhnya di bak mandi.
Masalah demi masalah terus datang secara bergiliran, semenjak dirinya di bangkitkan di tubuh asli Hu Liena. Bahkan dia, belum bisa mengecap indahnya keindahan panorama jaman kuno ini.
"Si Pangeran Qian itu, sebenarnya mau apa ya dia? Dengan cara apa, dia akan menjadikanku wanita nomor satu di Negaranya? Huhh ... menyebalkan sekali Pangeran Qian itu, bisa-bisanya dia mengancamku seperti tadi!" Gerutu Hu Liena secara terus-terusan.
Tanpa sadar, Hu Liena sudah berada di dalam bak mandi selama tiga jam lebih. Luqiu dan Bao-Yu, sampai kebingungan ketika mendapati majikannya belum keluar juga, dari pemandian.
"Kakak, kenapa Putri belum keluar juga? Apa dia pingsan di dalam?" Tanya Bao-Yu dengan panik.
"Aku juga tidak tahu, Bao-Yu! Aku takut, kalau terjadi apa-apa dengan Putri di dalam sana!" Balas Luqiu tak kalah paniknya.
"Bagaimana kalau kita menerobos masuk saja, Kak?" Saran Bao-Yu.
Luqiu ingin membenarkan ucapan dari Bao-Yu, namun dia takut kalau nanti Hu Liena baik-baik saja di dalam sana, terus mereka menerobos masuk, mereka bisa di hukum karena melakukan pelanggaran.
"Tidak! Jangan! Jangan dulu masuk! Kita tinggu beberapa saat lagi, kalau Putri tidak muncul juga, kita baru masuk kesana!" Ucap Luqiu bimbang.
Di dalam kama mandi, Hu Liena yang sedang termenung, menjadi bersin-bersin.
Hacciihhh...
Hacciihhh...
"Kak Luqiu, bagaimana ini? Putri belum keluar juga? Ayo, kita masuk ke dalam saja!" Ucap Bao-Yu dengan gusar.
Luqiu juga sudah tidak bisa menahan kecemasannya. Dia sangat takut jika Hu Liena kenapa-napa. Bisa di hukum Luqiu oleh Perdana Menteri, jika melakukan kelalaian seperti ini.
"Ayo, kita masuk! Kita tidak bisa menjamin keselamatan Putri, jika kita hanya berdiam diri saja!"
"Baik! Ayo, Kak!" Sahut Bao-Yu semangat.
Mereka berdua bergegas mendekati pintu kamar mandi yang di pakai Hu Liena.
Mereka berniat langsung masuk agar mengetahui kondisi Hu Liena dengan jelas.
Ketika ingin mendorong pintu! Luqiu dan Bao-Yu, di kejutkan dengan pintu yang terbuka dari dalam!
__ADS_1
"Kalian mau kemana?" Tanya Hu Liena heran karena Luqiu ada di depan pintu kamar mandi miliknya.
"Kami ingin mencari Putri!" Jawab Bao-Yu polos.
"Mencariku? Ada apa?" Tanya Hu Liena makin heran.
Bao-Yu menyikut lengan Luqiu yang dari tadi hanya diam saja di sana.
"Ka-kami ... ingin mencari Putri, karena kami merasa khawatir." Ucap Luqiu tergagap karena terkejut Bao-Yu menyikutnya.
Sebenarnya, yang membuat Luqiu terdiam adalah wangi yang keluar dari tubuh Hu Liena.
Wangi itu sangat menenangkan. Bahkan Luqiu yang tadinya merasa khawatir, jadi santai seketika, ketika mencium aroma wangi tersebut.
"Khawatir? Padaku? Untuk apa? Bukankah, aku hanya mandi saja?" Tanya Hu Liena beruntun.
Luqiu berinisiatif maju, untuk menjelaskan semua kecemasannya.
"Tentu saja kami khawatir, Putri! Anda dari tadi tidak keluar-keluar dari kamar mandi. Bahkan kami sudah mengerjakan semua yang anda perintahkan selama anda berada di dalam, jadi kami merasa cemas."
"Memangnya, berapa lama aku tidak keluar?" Tanya Hu Liena heran.
"Sekitar empat jam lebih, Putri!" Balas Luqiu.
"Apa? Empat jam?" Ucap Hu Liena terkaget-kaget.
Luqiu dan Bao-Yu mengangguk bersamaan sebagai jawaban pertanyaan dari Hu Liena.
Ya Dewa! Pantas saja aku sampai masuk angin, dan bersin-bersin tadi. Ternyata, aku mandi sampai selama itu, batin Hu Liena.
Untuk mengatasi rasa malunya karena sudah membuat kedua pelayannya merasa khawatir. Hu Liena buru-buru mengganti topik pembicaraannya, "Sekarang aku sudah keluar 'kan, jadi tolong bawakan aku makanan. Aku sangat lapar!"
"Baik Putri! saya akan pergi mengambil makanan, dan Kakak akan tinggal untuk membantu anda berpakaian." Ucap Bao-Yu dengan sigap.
Hu Liena mengangguk pasrah!
Dia hanya menurut, dan membiarkan Luqiu untuk membantunya berpakaian saat ini.
Selang beberapa saat, Bao-Yu datang dengan membawa beberapa jenis hidangan di nampan yang di bawanya.
"Putri! Ini hidangan untuk anda! Kebetulan Bibi Pelayan di dapur, memasak berbagai macam hidangan laut, jadi saya membawakannya untuk anda beberapa." Ucap Bao-Yu sembari menyajikan makanan itu untuk Hu Liena.
__ADS_1
"Baik, terima kasih, Bao-Yu!" Ucap Hu Liena ramah.