Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
104. Pertarungan di hutan.


__ADS_3

Di dalam hutan...


Qiang Geming terus berlari secepat mungkin membelah kedalaman hutan, meskipun dengan nafas yang terengah-engah karena kelelahan.


Selain beban Xiulin, usianya yang tak lagi muda, menjadi penghambat bagi pergerakan Quang Geming saat ini.


"Sialan! Bisa-bisanya aku masuk ke dalam jebakan mereka!" Qiang Geming mengumpat di tengah-tengah pelariannya.


Setelah beberapa mil berlari, dan memastikan tak ada yang mengejarnya lagi, Qiang Geming 'pun mengistirahatkan dirinya di bawah sebuah pohon besar yang berdaun rindang.


"Sepertinya, mereka sudah menyerah, dan tidak mengejarku lagi." Ucap Qiang Geming dengan perasaan lega.


Setelah memastikan semuanya aman, Qian Geming lalu meletakkan tubuh Xiulin di atas daun kering, dan menyandarkan punggungnya di batang pohon.


"Putriku yang malang!" Gumam Qiang Geming sembari memeriksa denyut nadi Xiulin.


"Untung saja, racunnya tidak langsung menyebar ke area jantung. Kalau saja itu sampai terjadi, nyawamu mungkin tidak akan tertolong lagi." Ucap Qiang Geming setelah membenarkan kembali posisi duduk Xiulin agar lebih nyaman.


Kaki Qiang Geming terasa bergetar karena jauhnya langkah, dan beratnya beban yang dia bawa saat berlari tadi.


Untung saja, situasinya sekarang tidak seperti yang dia bayangkan sebelumnya.


Qiang Geming sempat merasa pesimis, karena racun yang dia bawa sudah habis di gunakan untuk bertarung melawan Hu Liena. Di tambah lagi, dengan dia yang harus tetap menjaga sang Putri agar tetap aman berada di sisinya.


Tak di sangka, ternyata pelarian yang dia pikir akan gagal tersebut, menjadi pelarian yang sangat mudah karena tak adanya orang yang mengejar.


Dan lambat laun, perasaan pesimis yang Qiang Geming rasakan menjadi hilang, di gantikan dengan sebuah harapan besar akan keberhasilan dirinya meloloskan diri dari cengkeraman Pangeran Pertama kerajaan dinasti Ying.


Mungkin karena suasana yang tenang di dalam hutan, atau mungkin juga karena kelelahan setelah pelarian yang cukup panjang, Qiang Geming akhirnya secara tidak sadar memejamkan matanya, dan tertidur dengan pulas di bawah pohon.


"Bangun! Bangun kau!" Suara sayup-sayup terdengar di telinga Qiang Geming.


Awalnya, suara itu terdengar seperti iangan yang terbawa angin oleh Qiang Geming. Tapi lambat laun, suara itu terdengar semakin jelas, dan semakin keras di telinganya.


"Bangun juga kau akhirnya!" Cibir orang yang berdiri di hadapan Qiang Geming.


"Kau!" Ucap Qiang Geming setengah berteriak setelah melihat jelas siapa orang tersebut.


"Terkejut?" Sindir orang itu, yang ternyata adalah Kaisar Li Jinhai.


Qiang Geming ingin mengiyakan, tapi dirinya terlalu malas untuk berbasa-basi dengan musuh lamanya.


"Di mana Putriku?" Teriak Qiang Geming setelah sadar jika tubuh Xiulin sudah menghilang.


"Putrimu itu buronan, tentu saja aku kembali membawanya ke penjara." Jawab Kaisar Li Jinhai.


Tak ada sedikitpun rasa takut, ataupun gamang di ekspresi Kaisar saat ini.


"Kurang ajar! Kembalikan Putriku!" Bentak Qiang Geming dengan kasar.


Li Jinhai menyeringai, lalu mengucapkan kata-kata yang membuat bulu kuduk Qiang Geming sontak bergidik ngeri ketika mendengarnya.


"Aku akan mengembalikannya, tapi setelah di hukum pancung!"

__ADS_1


"Brengsek! Akan aku bunuh kau!" Qiang Geming menyerang Kaisar menggunakan pedang yang dia cabut dari salah seorang pengawal Li Jinhai yang sedang berdiri di dekatnya.


_Wuushhh!_


_Triinnnggg!_


Kaisar Li Jinhai berhasil menangkis sabetan pedang yang mengincar kepalanya.


"Lemah!" Cibir Kaisar yang membuat Qiang Geming semakin merasa emosi.


"Diam kau!"


_Shiiuutttt!_


Angin yang keluar dari sabetan pedang Qiang Geming terdengar mengerikan. Mungkin karena serang pedang tersebut, di sertai dengan tenaga dalam sehingga membuat tekanan yang di berikan semakin besar.


_Triinnggg!_


_Triinnggg!_


_Triiiiinnnggggg!_


Pedang kembali beradu di udara, dan Kaisar Li Jinhai berhasil menangkis kembali serangan pedang yang di berikan kepadanya oleh Qiang Geming.


_Hiiyyaaahhh!_


_Triinnggg!_


_Triinnggg!_


_Bukk!_


_Agghhh!_


Qiang Geming terpental karena terkena sabetan, dan tendangan dari kaki Kaisar Li Jinhai.


Kaisar Li Jinhai menyusul tubuh Qiang Geming yang jatuh menabrak pohon.


_Bukk!_


Kaisar langsung menendang dada Qiang Geming begitu Qiang Geming berusaha untuk bangkit.


"Bajingan! Jika kau berani, lawan aku lagi!" Ucap Qiang Geming dengan Geram.


Kaisar Li Jinhai tersenyum mengejek. "Kau bukanlah tandinganku! Bahkan jika melawan salah satu dari pengawalku saja, kau tak mungkin bisa menang! Kau hanya orang licik yang mengandalkan racun untuk sebuah kemenangan!"


_Agghhh!_


Qiang Geming berteriak kesakitan karena Kaisar menginjak keras bagian dadanya.


_Cughhh!_


Qiang Geming meludahi Kaisar Li Jinhai. Tapi karena posisinya sedang terbaring menghadap atas, mau tak mau, ludahnya sendiri berbalik jatuh ke wajahnya sendiri.

__ADS_1


_ppffttt!_


Di balik sebuah pohon besar tak jauh dari tempat bertarungnya Kaisar dan Qiang Geming.


Dua orang muda-mudi sedang menutup mulut mereka, karena menahan tawa agar tak keluar dan membuat gaduh suasana.


Siapa lagi, kalau bukan Li Junjie dan Hu Liena yang ingin tahu cara Kaisar membalas dendam.


"Ilmu pedang Kaisar ternyata hebat juga!" Bisik Hu Liena kepada Li Junjie yang membalasnya dengan anggukkan kepala.


"Tentu saja, di era kekuasaan Kaisar Pertama, Ayah telah di nobatkan menjadi ahli pedang nomor stau di kerajaan dinasti Ying kita." Jawab li Junjie yang membuat Hu Liena berdecak kagum.


"Ckk, pantas saja!" Ucap Hu Liena sambil kembali fokus kepada pertarungan Kaisar.


"Jangan sombong kau, Li Jinhai!" Bentak Qiang Geming kasar.


"Itu semua fakta!" Balas Kaisar Li Jinhai angkuh.


"Helehhh, jika saja Adikku tidak kau bunuh saat itu, mungkin dia akan bisa mengalahkanmu!" Ucap Qiang Geming penuh kebencian.


"Adikmu meninggal karena ulahnya sendiri, jangan sangkut pautkan aku dengan kematian Adikmu yang biadab itu!" Ujar Kaisar yang juga merasa geram setelah mendengar ucapan Qiang Geming yang menuduhnya sebagai pembunuh.


"Diam kau keparat! Kaulah yang membunuhnya!" Bentak Qiang Geming keras.


"Heh, lucu sekali! Adikmu mati dengan pedangnya sendiri, tapi kau malah menyalahkan aku." Kaisar Li Jinhai menjadi berang karena terus di fitnah.


_Agghhh!_


Qiang Geming kembali berteriak karena injakan di dadanya, semakin di perkuat oleh Kaisar Li Jinhai yang hilang kesabaran.


"Aku akan menceritakan sebuah kenyataan, yang mungkin akan membuat kau merasa menyesal mempunyai saudara berkelakuan binatang seperti Adikmu itu." Ucap Kaisar Li Jinhai.


Qiang Geming berusaha menahan rasa sakit yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Tipu muslihat apa lagi yang akan kau katakan sekarang, Li Jinhai?" Bentak Qiang Geming.


Kaisar Li Jinhai menyeringai sinis. "Tidak ada untungnya aku berbohong, Qiang!"


Qiang Geming terdiam sesaat setelah mendengar nama panggilan masa mudanya dulu, keluar dari mulut Kaisar.


"Aku memang bertarung dengan Adikmu waktu itu. Tapi bukan aku, yang membuat dia mati." Ucap Kaisar Li Jinhai dengan raut wajah serius.


"Jika bukan kau, lalu siapa?" Qiang Geming merasa tergerak hatinya untuk mengetahui kebenaran.


"Putri Song Qian!" Jawab Kaisar lugas.


"Kurang ajar! Berani-beraninya kau memfitnah Yang Mulia Permaisuri!" Teriak Qiang Geming.


Kaisar Li Jinhai tersenyum smirk. "Kau bisa menanyakan hal itu langsung padanya."


"Ini ...," Qiang Geming menjadi kebingungan.


Pasalnya, Putri Song Qian yang di sebutkan oleh Kaisar Li Jinhai. Adalah Adik perempuan dari Kaisar kerajaan Qian, jika dia menanyakan hal itu kepada Putri Song, mungkin dia akan di cap sebagai pengkhianat, karena telah berusaha memfitnah Putri Song. meskipun mungkin, jika kenyataan itu benar adanya, Qiang Geming tetap tidak akan melakukannya.

__ADS_1


__ADS_2