Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
103. Apa yang kau tertawakan?


__ADS_3

"Bukan aku yang malang, tapi kau!" Ucap Li Junjie dengan tenang.


Qiang Geming merasa tersinggung dengan ucapan Li Junjie yang seakan mengejek dirinya karena telah jatuh ke dalam perangkap.


"Diam kau brengsek! Kalau bukan karena ingin menemui Tabib Guru, aku tidak mungkin jatuh ke dalam perangkap kalian!" Bentak Qiang Geming kasar kepada Li Junjie.


"Ha-ha-ha! Lalu bagaimana? Apa kau berhasil menemui Tabib Guru sekarang?" Ejek Li Junjie puas.


Qiang Geming merasa geram. Jika saja Putrinya tidak terkena racun yang dia bawa, mungkin dia akan mudah bergerak dan langsung menyerang Li Junjie dengan kekuatan pisiknya.


Tapi sekarang, dia harus rela membiarkan dirinya menerima hinaan dari Li Junjie, karena Xiulin sedang terluka, jadi Qiang Geming harus ekstra waspada antara menjaga diri sendiri, dan juga menjaga Putrinya.


Jika lengah sedikit saja, keselamatan mereka berdua akan terancam, pikir Qiang Geming.


"Jangan sombong dulu kalian! Sebentar lagi, anak buahku akan datang, dan meringkus kalian berdua!" Kata Qiang Geming dengan lantang.


Li Junjie ingin tertawa mendengar ancaman yang di berikan oleh Qiang Geming.


Apa katanya? Anak buah? Anak buah yang mana? batin Li Junjie.


Seakan merasakan jika dirinya sedang menjadi bahan tertawaan, Qiang Geming menjadi semakin murka saja.


"Apa yang kau pikirkan? Mengapa kau seperti menertawakanku?" Bentak Qiang geming keras.


"Pfftttt ...."


Hu Liena sudah berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa ingin tertawanya. Namun seberapa kuat Hu Liena berusaha menahan, tawa itu akhirnya keluar juga dari mulutnya.


"Ha-ha-ha!"


"Ha-ha-ha!"


Tawa Hu Liena menggelegar di tengah kepanikan.


"Gadis sialan! Apa yang kau tertawakan?" Qiang Geming semakin tak bisa mengendalikan kemarahannya karena merasa di permainkan.


"Tentu saja menertawakanmu!" Celetuk Hu Liena yang sontak membuat Qiang Geming memelototkan kedua mata ke arahnya.


"Kurang ajar!" Ucap Qiang Geming geram.


Bruugghhh....

__ADS_1


Dari atas pohon, tiba-tiba terjatuh sesosok tubuh manusia, yang sudah terikat kaki dan tangannya.


Tidak hanya satu, mungkin sekitar delapan sampai sepuluh orang yang terjatuh di sana secara bersamaan.


Qiang Geming terbelalak kaget begitu melihat orang-orang yang dia perintahkan untuk menjaga keselamatan dirinya dan juga Xiulin, kini malah sudah berhasil di lumpuhkan.


"Ini baru beberapa orang saja, sisanya akan menyusul nanti." Ucap Li Junjie sambil membalikkan tubuh salah satu anak buah Qiang Geming, yang di jatuhkan dari pohon tadi.


"Bajingan!" Umpat Qiang Geming sambil mengepalkan tangan erat.


Aku harus mencari cara agar bisa lolos dari tempat ini. Bisa hancur semua rencanaku, jika sampai mereka berhasil menangkap dan mengurungku di dalam penjara. Tidak, aku tidak boleh tertangkap. Aku harus mengulur waktu agar mereka semakin lengah dan aku bisa segera melarikan diri dengan membawa Xiulin bersamaku, batin Qiang Geming.


Sambil berbicara di dalam hati, Qiang Geming melirik ke kiri dan ke kanan untuk mencari celah di antara penjagaan yang ketat dari Li Junjie dan juga Hu Liena.


"Aku tahu isi kepalamu! Pasti kau sekarang sedang merencanakan pelarian, bukan?" Cibir Li Junjie kepada Qiang Geming.


"Tidak usah sampai kau sebutkan seperti itu, Pangeran. Dari wajahnya saja, sudah kelihatan kalau dia sedang mencari cara untuk meloloskan diri dari kita berdua." Sindir Hu Liena kejam.


Qiang Geming mengeratkan giginya dengan kencang. "Sialan kalian berdua!" Gumamnya.


Bruugghhh...


"Hormat hamba, Yang Mulia Pangeran!" Guotin yang baru datang langsung memberi hormat.


"Apa semua sudah di urus dengan benar?" Tanya Li Junjie datar.


"Sudah Pangeran, mereka yang terakhir!" Jawab Guotin bersemangat.


Li Junjie menyeringai, lalu menoleh ke arah Qiang Geming yang sedang bermuka masam.


"Kau dengar itu? Semua anak buahmu sudah berhasil kami ringkus, dan sekarang giliranmu." Kata Li Junjie seraya menunjuk ke arah orang-orang yang kini tergeletak di tanah.


"Kurang ajar kau Pangeran! Aku akan membalasmu nanti!" Selesai mengatakannya, Qiang Geming langsung menyambar tubuh Xiulin dan membawanya berlari ke dalam hutan dengan cepat.


"Ayo cepat, kejar dia!" Teriak Hu Liena keras.


Guotin hendak berlari menyusul ke arah di mana Qiang Geming berlari tadi.


Namun gerakan Guotin terhenti, ketika Li Junjie melarangnya untuk melakukan hal itu.


"Ada apa denganmu, Pangeran? Jika Guotin tidak segera pergi, Qiang Geming pasti tidak akan terkejar lagi!" Protes Hu Liena dengan kesal.

__ADS_1


Berbeda dengan sikap Hu Liena yang menjadi uring-uringan setelah buruannya lolos. Sikap Li Junjie, justru berbanding terbalik.


"Sabar, Putri! Mungkin saja, Qiang Geming bisa lolos dari kita. Tapi dari musuh bebuyutannya, dia belum tentu bisa kemana-mana." Ujar Li Junjie degan sangat tenang.


"Apa maksudmu?" Tanya Hu Liena sambil memicingkan mata.


"Kaisar! Dia adalah musuh bebuyutannya Qiang Geming. Dan tak mungkin bagi Kaisar membiarkan Qiang Geming lolos, dari genggamannya." Jawab Li Junjie penuh penekanan.


Meskipun dia sendiri menaruh dendam kepada orang yang telah memberinya racun. Namun, di bandingkan dengan Kaisar, rasa dendamnya tidak seberapa besar.


Hu Liena merasa terkejut, ketika mendengar Qiang Geming adalah musuh lamanya Kaisar Li Jinhai.


"Ada dendam apa di antara mereka berdua, Pangeran?" Tanya Hu Liena penasaran.


"Aku tidak tahu pastinya seperti apa! Tapi Kaisar pernah bercerita, jika Kakekku Li Jiao juga telah di racun oleh Qiang Geming waktu berperang melawan Kerajaan dinasti Qian." Tutur Li Junjie.


"Apa Kaisar memiliki dendam lain, selain pembunuhan Kaisar Pertama?" Tanya Hu Liena lagi.


"Aku tidak tahu!" Jawab Li Junjie sembari menggeleng pelan.


Hu Liena merasa tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh Pangeran Jun.


Seandainya saja dia tidak malu dengan Li Junjie, mungkin dia akan pergi untuk membuntuti Qiang Geming, dan mencari tahu apa yang akan di lakukan oleh Kaisar untuk membalaskan dendamnya.


"Jangan berpikiran macam-macam, sebaiknya kau tetap di sini saja. Bisa bahaya bagimu, jika Kaisar sampai tahu kau memata-matainya." Cegah Li Junjie seakan dia mengetahui isi kepalanya Hu Liena.


"He-he!" Hu Liena hanya terkekeh mendengar perkataan dari Li Junjie.


Bagaimana Pangeran bisa tahu? pikirnya.


Setelah Hu Liena bersikap normal, barulah Li Junjie menoleh ke arah Guotin.


"Bereskan semua kekacauan ini!" Perintahnya dengan lantang kepada Guotin.


Selepas berbicara begitu, Li Junjie meraih tangan Hu Liena, dan membawanya berlari menuju ke kedalaman hutan dengan ilmu meringankan tubuhnya yang sangat cepat.


"Kita akan pergi kemana?" Tanya Hu Liena dengan nafas tersengal-sengal.


"Nanti kau akan mengetahuinya!" Jawab Li Junjie.


Hu Liena mengerucutkan bibirnya kesal karena pertanyaannya tak mendapatkan jawaban.

__ADS_1


__ADS_2