Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
53. Tarian Putri Qian


__ADS_3

Shasuang tidak terima jika Putrinya jadi bahan gunjingan orang-orang. Apalagi, yang saat ini sedang membicarakan Putrinya adalah, Nyonya Yao. Istri dari Menteri Pertanian, Tuan Menteri Lin Yao.


"Nyonya Shasuang, seharusnya kau jangan marah-marah seperti ini. Putrimu memang terlihat amatir, bahkan untuk menari di pesta biasa saja, dia tidak akan cocok. Ini mau mengambil hati Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri. Naif sekali!" Sindir Nyonya Yao kepada Nyonya Shasuang.


Nyonya Shasuang yang mendapat sindiran sepedas itu dari Nyonya Yao, langsung meremas saputangannya dengan erat.


"Jaga mulutmu, Nyonya Yao!" Bentak Nyonya Shasuang dengan kencang.


Saking kencangnya, hingga orang-orang yang terhalang beberapa kursi darinya, langsung menoleh.


"Ada apa, berisik sekali?" Bisik seorang Nyonya kepada perempuan di sebelahnya.


"Sepertinya ada keributan di kursi belakang, sebaiknya kita jangan ikut terlibat. Kalau Yang Mulia Kaisar mengetahuinya, kita akan terkena hukuman."


"Aku juga tidak mau terlibat, selain takut dengan hukuman dari Yang Mulia Kaisar, aku juga takut terkena amukan dari Suamiku nanti ketika pulang ke kediaman." Balas si perempuan tadi dengan panik.


Semua orang pura-pura tidak mendengar apapun saat itu daripada harus terkena hukuman dari pihak kerajaan.


Keributan yang di buat oleh Nyonya Yao dan juga Nyonya Shasuang, berhasil menyita perhatian dari semua tamu di kursi belakang.


Untungnya, alunan suara musik yang keras, dan lantunan tarian dari para peserta lainnya, membuat Kaisar dan Permaisuri tidak mengetahui kejadian di kursi belakang.


Seandainya mereka tahu, mungkin acara perjamuan ini akan di hentikan.


Saat ini di atas panggung, terlihat Mingmey sudah selesai menampilkan tariannya.


Semua orang bersorak dan bertepuk tangan atas penampilan Mingmey yang menakjubkan.


Tidak terkecuali Permaisuri, yang merasa puas dengan tarian dari Mingmey dan langsung melontarkan pujian padanya.


"Hebat! Hebat sekali! Tidak di sangka, jika Menteri departemen ritus memiliki Putri yang berbakat seperti ini."


"Terima kasih, Yang Mulia Permaisuri!" Ucap Mingmey sembari memberi hormat.


Setelah penampilan Mingmey, kini saatnya Putri Nyonya Shangsuang yang akan tampil.


"Putriku yang cantik! Ayo tunjukkan bakatmu, yang semangat sayang!" Kata Nyonya Yao yang sontak membuat Nyonya Shangsuang mendelikkan matanya.


Persaingan antara dua Nyonya bangsawan itu berlangsung sengit.

__ADS_1


Apalagi ketika melihat penampilan dari Putri Nyonya Yao yang jauh lebih banyak mendapatkan pujian dari semua orang.


Bahkan para Menteri saat ini juga ikut menyorakkan kata-kata pujian, kepada Putri Nyonya Yao.


"Selamat, Nyonya! Putrimu sangat berbakat, dia pantas mendapat penghargaan dari Kaisar karena bakatnya itu!" Ucap Nyonya Qin kepada Nyonya Yao.


Nyonya Shangsuang semakin di bakar api cemburu ketika Putri Nyonya Yao mendapatkan banyak pujian dari semua orang.


"Nyonya Yao, selamat!"


"Nyonya Yao, Putrimu sangat cantik!"


"Nyonya Yao, Putrimu sungguh berbakat!"


Berbagai macam pujian di dapatkan oleh Putri Nyonya Yao.


Nyonya Yao sendiri kini sedang tersenyum penuh kemenangan.


Nyonya Shangsuang mendengus, karena tak terima kekalahannya dari Nyonya Yao.


Dia terus memarahi Putrinya yang saat ini sedang tertunduk malu.


Satu-persatu para Putri-Putri bangsawan menampilkan bakatnya di hadapan Kaisar dan Permaisuri.


Dan tak sedikit pula dari mereka yang mendapat pujian dan sorakan dari para bangsawan yang berada di sana.


Kini Putri Jia Li dari kerajaan Qian menjadi orang yang tampil untuk menunjukkan bakatnya. Meskipun ia adalah tamu istimewa, namun Putri Jia Li meminta khusus untuk di libatkan juga dalam lomba yang di selenggarakan oleh Kaisar.


"Hey ... Aku sudah tidak sabar ingin melihat penampilan dari Putri Negara Qian." Bisik Putra bangsawan Ming kepada temannya.


Putri Jiang Li sendiri sekarang sedang memberi penghormatan kepada Kaisar dan Permaisuri.


"Hamba Jia Li dari Negara Qian, memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar Negara Ying dan juga Permaisuri."


"Hormatmu aku terima, Putri Qian!" Ucap Kaisar dengan ramah.


Sementara Permaisuri yang merasa penasaran dengan apa yang akan di tampilkan oleh Putri dari Negara tetangga tersebut langsung mengajukan pertanyaan.


"Apa yang akan Putri tampilkan dalam perlombaan hari ini?"

__ADS_1


Putri Jia Li memberi hormat, lalu menjawab.


"Hamba akan menampilkan tarian dari Negara kami, Permaisuri."


Mata Permaisuri berbinar begitu mendengar jawaban dari Putri Qian.


"Baiklah, silahkan di mulai Putri!" Ucap Permaisuri.


Putri Jia Li langsung bersiap-siap di posisinya.


Setelah musik mengalun, tubuh Putri Jia Li meliuk-liuk mengikuti irama. Gerakannya sangat indah dan juga lembut.


Hu Liena yang berada di tempatnya juga merasa takjub dengan penampilan dari Putri Jia Li.


Hebat sekali Putri Negara Qian ini, tariannya seperti aktris dari bollywood. Gerakannya lincah namun penuh keindahan, batin Hu Liena.


Semua mata tertuju kepada sosok cantik yang berada di atas panggung saat ini.


Mereka semua merasa terpukau dengan tarian yang di bawakan oleh Putri Jia Li.


Meskipun beberapa gadis sebelumnya juga mampu menghipnotis mereka dengan gerakan-gerakan yang gemulai. Namun tarian dari Putri Jia Li berbeda dengan sebelumnya.


Meskipun terlihat lincah mengikuti irama, gerakannya lincah namun tetap terlihat sopan dan lembut.


"Putri dari kerajaan Qian sangat berbakat!" Bisik Permaisuri kepada Kaisar yang menjawabnya dengan anggukkan kepala dan senyuman.


Di kursi tempat duduknya, Putri Li Jiang yang dari tadi cemberut karena tak bisa mendekati Hu Liena. Kini sedikit terhibur oleh penampilan dari Putri Jia Li.


"Lumayan juga penampilan Putri Qian, benar 'kan Kakak?" Kata Li Jiang kepada Li Jing Sheng.


Li Jing Sheng yang masih cemberut, tidak menyahut sama sekali ucapan Adiknya. Fokusnya kini hanya kepada Hu Liena dan sang Kakak, Li Junjie.


Kakak serakah sekali! Aku juga sudah lama tidak berbicara dengan Kakak Ipar. Aku kira, acara jamuan ini akan membuatku bisa berbagi cerita dengannya. Nyatanya, Kakak terlalu mendominasi Kakak Ipar. Malang sekali nasibku dan juga nasib Adik Li Jiang, batin Li Jing Sheng.


"Kakak! Apa yang sedang kau pikirkan? Dari tadi aku mengajakmu berbicara, tapi kau tidak mengatakan apa-apa. Malah kau hanya melamun saja." Tegur Putri Li Jiang kepada Kakaknya.


"Aku sedang merasa kesal dengan Kakak! Kau lihat saja sekarang, dia bahkan tidak mau melepaskan tangan Kakak Ipar." Gerutu Li Jing Sheng dengan mulut bersungut-sungut.


Putri Li Jiang menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Kakak keduanya. Terlihat jelas di sana, Li Junjie terus menggenggam tangan Hu Liena.

__ADS_1


"Hufftt ... kita harus mengalah hari ini Kak. Besok-besok, kita berdua harus datang ke kediaman Perdana Menteri untuk menemui Kakak Ipar secara pribadi." Ucap Putri Li Jiang pasrah.


__ADS_2