
Si Tuan Muda mendorong pintu dengan perlahan.
Setelah masuk ke dalam, dia menginstruksikan agar orang-orangnya tetap berjaga di luar.
Di atas kursi, tampak seorang gadis yang sedang terikat di sana.
Kepala gadis itu menunduk, mungkin karena tertidur, atau mungkin juga karena pingsan setelah tidak kuat mendapat penyiksaan.
"Nona Xiulin, aku akan mengeluarkanmu dari tempat ini." Bisik si Tuan Muda yang ternyata adalah Mo Yan Zhen yang sedang melancarkan aksinya.
Dia lalu membuka semua ikatan di tubuh Xiulin.
Setelah semua ikatan terlepas, Mo Yan Zhen berniat mengangkat tubuh Xiulin untuk segera membawanya pergi dari tempat ini.
Namun sebelum itu, ide jahat muncul di benaknya.
Sudah lama sekali dia mengagumi sosok cantik Xiulin ini, jadi sebelum pergi, Mo Yan Zhen berniat mencuri sebuah ciuman di bibir Xiulin.
Mo Yan Zhen lalu mengangkat wajah Xiulin yang tertunduk, agar dia bisa leluasa mencium bibirnya.
"Maafkan aku Nona, tapi aku sudah lama ingin melakukan hal ini." Gumam Mo Yan Zhen seraya mendekatkan wajahnya ke arah gadis yang di sangkanya Xiulin itu.
Tak di sangka, gadis itu menggerakkan tangannya dengan cepat sebelum bibir Mo Yan Zhen berhasil menciumnya.
Sebuah benda tajam kini menempel di leher Mo Yan Zhen, sedikit bergerak saja, benda itu akan langsung menembus lehernya.
"Nona! Apa yang kau lakukan? Aku ini ingin menyelamatkanmu!" Kata Mo Yan Zhen.
"Mundur!" Ucap gadis itu.
Suara itu! Suara itu seperti aku kenal! Itu bukan suara Nona Xiulin! batin Mo Yan Zhen.
Mo Yan Zhen menarik wajahnya perlahan agar menjauh dari wajah gadis tersebut.
"Siapa kau?" Tanya Mo Yan Zhen kesal.
Dia datang kesini untuk menyelamatkan pujaan hatinya, namun sekarang malah gagal.
"Kau akan mengetahuinya nanti!" Jawab gadis itu sinis.
BRAKKK...
Pintu di tendang dari luar, dan Pangeran Jun muncul dari sana.
"Apa kau tidak apa-apa, Sayang?" Tanya Li Junjie.
Sayang? Mo Yan Zhen terkejut dengan panggilan yang di sematkan oleh Pangeran Jun.
__ADS_1
Berarti, gadis ini adalah Hu Liena? Sial! Dia terkena jebakan, pikir Mo Yan Zhen.
"Apa kau terkejut, Tuan Muda Mo?" Sindir Hu Liena.
Bukan terkejut, lebih tepatnya terkena serangan jantung. Itu istilah yang tepat untuk Mo Yan Zhen sekarang.
"Di mana Nona Xiulin?" Teriak Mo Yan Zhen keras.
Li Junjie berjalan mendekat ke arah Hu Liena yang sedang menempelkan pisau di tangan Mo Yan Zhen.
"Jangan khawatir, sebentar lagi kau akan ku pertemukan dengan pujaan hatimu itu." Ucap Li Junjie seraya meraih pisau yang di pegang Hu Liena.
"Biar aku aja yang memegangnya, Sayang. Aku tak mau, tangan cantikmu itu ternoda oleh darah kotor pria seperti dia." Kata Li Junjie kepada Hu Liena.
Mo Yan Zhen mendengus kasar, bisa-bisanya Pangeran Jun menyebutnya memiliki darah kotor.
Dia itu Tuan Muda Bangsawan, meskipun tidak sepadan dengan Pangeran Jun, setidaknya, Mo Yan Zhen juga adalah pria terhormat.
"Pangeran, apa kau benar-benar akan membawanya menemui Kakak Xiulin?" Tanya Hu Liena heran.
"Tentu saja, Putri. Bahkan aku berencana, memenjarakan mereka di tempat yang sama." Balas Li Junjie tenang.
Hu Liena hanya menghela nafas pasrah, ucapan Li Junjie tidak akan bisa di bantah.
"Baiklah, terserah anda!" Ucap Hu Liena.
Li Junjie menekan ujung pisau di leher Mo Yan Zhen.
Mo Yan Zhen berjalan keluar dari ruangan. Di halaman, sudah ada orang-orang yang datang bersamanya, telah di lumpuhkan dan di ikat oleh para pengawal Pangeran Jun.
"Kalian semua, bawa para penyusup itu ke kantor pemerintahan. Dan untuk orang ini, biar aku sendiri yang akan mengirimnya." Tegas Li Junjie.
Semua orang langsung pergi melaksanakan perintah yang di berikan.
Sementara Mo Yan Zhen, sekarang di naikkan ke dalam kereta, bersama Li Junjie dan Hu Liena.
"Mau di bawa kemana aku sekarang?" Teriak Mo Yan Zhen lantang.
Sekarang dirinya sudah tak terlalu takut lagi dengan pengaruh Pangeran Jun.
"Aku sudah bilang, akan mempertemukanmu dengan pujaan hatimu itu. Lalu kenapa, kau masih bertanya juga?" Ucap Li Junjie dingin.
Mo Yan Zhen terdiam, untuk sekarang dia akan berpura-pura lemah agar bisa mengetahui tempat Xiulin di tahan. Setelah itu, barulah dia akan merencanakan pelarian bersamanya.
"Tutup matanya, Pangeran. Aku merasa jijik jika harus melihat matanya yang jelek itu!" Cibir Hu Liena kepada Mo Yan Zhen.
Li Junjie menuruti ucapan Hu Liena, dia juga tidak sudi jika Mo Yan Zhen menggunakan kesempatan ini untuk balas menatap calon Istrinya itu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, kereta kuda 'pun akhirnya sampai di tempat tujuan.
Bugh~
Li Junjie dengan tanpa perasaan, menendang tubuh Mo Yan Zhen hingga jatuh tersungkur dari kereta.
"Bawa dia!" Perintah Li Junjie.
Dia memberi isyarat kepada penjaga untuk membawa Mo Yan Zhen ke penjara yang telah dia siapkan bersama Xiulin.
Sesampainya di depan penjara, penjaga yang bertugas menyeret tubuh Mo Yan Zhen langsung mendorong orang yang di bawanya ke dalam penjara dengan keras.
Brugghhh...
Tubuh Mo Yan Zhen tersungkur sekali lagi, namun rasa sakit yang sekarang, tak seperti rasa sakitnya ketika di tendang oleh Pangeran Jun.
"Sialan!" Gerutu Mo Yan Zhen.
"Diam kau!" Bentak si penjaga.
Setelah membentak Mo Yan Zhen, penjaga itu lalu pergi meninggalkan penjara yang sekarang tampak sepi dan menakutkan itu.
"Tuan Muda Mo!" Panggil Xiulin ketika melihat Mo Yan Zhen terikat di lantai.
"Nona Xiulin! Anda juga di sini?" Balas Mo Yan Zhen yang terkejut.
Dia pikir, Li Junjie hanya asal bicara saja. Tapi ternyata, ucapannya itu adalah kenyataan.
"Iya Tuan Muda, hamba di jebloskan ke penjara ini oleh Pangeran Jun." Jawab Xiulin sedih.
Mo Yan Zhen langsung geram ketika mendengar penuturan Xiulin.
"Pangeran Jun!" Teriak Mo Yan Zhen.
"Tuan Muda Mo, mengapa anda di ikat seperti ini?" Tanya Xiulin heran.
Mo Yan Zhen yang baru teringat akan dirinya yang sedang di ikat, langsung meminta bantuan Xiulin.
"Bisakah Nona membantuku untuk membuka ikatan ini?" Ucap Mo Yan Zhen yang terkesan malu-malu.
"Tentu!" Jawab Xiulin sembari mengulurkan tangan membuka ikatan di tubuh Mo Yan Zhen.
Setelah semua ikatan terlepas, Mo Yan Zhen akhirnya bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas. Dia bahkan sekarang sedang mengangkat tangan, untuk membuka kain yang sedari tadi menutupi matanya.
Penutup kain itu terjatuh, dan Mo Yan Zhen langsung menoleh ke arah Xiulin.
Alangkah terkejutnya ia, ketika menoleh ke arah suara asal Xiulin, yang di lihatnya pertama kali Mo Yan Zhen adalah gadis buruk rupa.
__ADS_1
Kulitnya di penuhi ruam merah kecil, bahkan ada benjolan-benjolan yang masih memiliki nanah.
"Siapa kau?" Teriak Mo Yan Zhen yang terkejut.