Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
79. Tamu keluarga Yue.


__ADS_3

Nyonya Bai memutar kembali langkahnya.


Tadinya dia ingin bertemu dengan sang Suami dan menghiburnya karena bersedih atas kemalangan yang menimpa Putri mereka.


Namun Nyonya Bai salah, Suaminya justru sedih karena takut rahasia lamanya terbongkar.


"Nyonya, kemana anda akan pergi?" Tanya pelayan yang kebingungan melihat majikannya malah menuju keluar gerbang.


"Temani aku menemui Bangsawan Yue." Jawab Nyonya Bai.


Pelayan tadi merasa bimbang, bagaimana bisa sang Nyonya mengajaknya kesana sekarang. Tadi pagi, dia menolak mentah-mentah surat yang di kirimkan Bangsawan Yue untuknya. Sekarang dia malah ingin menemui Bangsawan Yue, apa yang di pikirkan majikannya sekarang.


Nyonya Bai terus berjalan keluar kediaman, di luaran sana terdapat banyak antrian kereta kuda sewaan.


Jadi Nyonya Bai berjalan menuju kesana untuk menyewa kereta kuda, untuk pergi ke kediaman Bangsawan Yue.


"Mau kemana anda, Nyonya?" Tanya kusir yang heran dengan Nyonya Bai yang menyewa kereta kudanya.


Bukankah keluarga Bangsawan Bai memiliki banyak kereta? Lalu kenapa Nyonya ini memilih untuk menaiki kereta kuda miliknya? Pikir si kusir kereta.


"Jalan saja dulu, aku akan memberitahumu nanti di jalan!" Jawab Nyonya Bai dingin.


Sang kusir 'pun mengayunkan pecutnya ke arah si kuda agar bisa memulai perjalanan.


Di dalam kereta, Nyonya Bai merenungkan nasib dirinya yang menjadi korban kebohongan sang Suami, Bangsawan Bai.


Aku tidak menyangka, jika pernikahanku selama ini hanyalah sebuah kebohongan belaka. Dan kau, Suamiku sendiri, begitu tega membohongiku selama ini. Aku harus bertindak, aku harus mencari tahu, siapa itu Liu Ning, dan siapa orangtua Yueqin sebenarnya, batin Nyonya Bai.


"Nyonya, anda sebenarnya mau kemana?" Tanya si kusir yang mulai kebingungan.


"Bawa aku ke kediaman Bangsawan Yue!" Jawab Nyonya Bai datar.


Si kusir tidak banyak tanya lagi, setelah penumpangnya memberikan alamat tujuan, dia langsung melajukan keretanya ke tempat yang di sebutkan tadi.


Beberapa saat 'pun berlalu, kereta yang Nyonya Bai tumpangi akhirnya sampai di halaman keluarga Yue.


"Tetap tunggu aku di sini, jika kau pulang aku tidak akan membayarmu sepeserpun!" Ucap Nyonya Bai.


Si kusir tak punya pilihan lain, selain menyanggupi ucapan penumpangnya ini. Dia bekerja untuk makan, jika tidak di bayar, berarti dia tidak akan makan.


Nyonya Bai lalu turun dari kereta, ketika sang pelayan akan mengikuti dirinya, Nyonya Bai langsung


menghentikan pelayan tersebut.


"Kau juga tetap di sini, tetap duduk di dalam kereta. Dan jangan kemana-mana!'' Perintah Nyonya Bai tegas.

__ADS_1


Pelayan itu mengangguk, dan kembali duduk di kursi penumpang.


Setelah turun, Nyonya Bai lalu menghampiri penjaga gerbang kediaman Yue.


"Katakan kepada Tuanmu, Bai Yanzi ingin bertemu dengannya." Ucap Nyonya Bai lantang.


Para penjaga saling bertukar pandang, nama Bai Yanzi sangat asing di telinga mereka.


"Apa yang kalian tunggu, cepat pergi melapor kepada Tuanmu!" Teriak Nyonya Bai ketika para penjaga hanya diam dan saling memandang.


"Baik, Nyonya! Silahkan tunggu dulu di sini!" Kata penjaga itu panik.


Watak perempuan di hadapan mereka sangatlah keras. Mereka bahkan sempat bergidik, ketika pertama kali mendengar ucapannya yang tegas.


Beberapa saat kemudian, penjaga yang bertugas melapor sudah kembali datang.


Dia lalu mempersilahkan Nyonya Bai untuk masuk atas perintah Tuannya.


"Silahkan, Nyonya!" Ucap penjaga tersebut sopan.


Nyonya Bai melangkahkan kakinya memasuki kediaman Bangsawan Yue.


Hal yang pertama dia lihat adalah senyuman seorang perempuan yang sebaya dengannya, yang kini sedang berdiri menatapnya dengan lembut.


"Terima kasih atas sambutan anda, Nyonya!" Jawab Nyonya Bai sembari membalas senyuman perempuan itu.


"Sudah kewajiban kami menghormati tamu yang datang, Nyonya Bai Yanzi!" Sebutan yang perempuan itu sematkan padanya, membuktikan bahwa perempuan ini adalah Nyonya pemilik rumah. Nyonya Besar kediaman Yue.


Nyonya Bai terus berjalan hingga kini dia berada sangat dekat dengan perempuan yang menyambutnya.


"Apakah anda adalah Nyonya, pemilik rumah?" Tanya Nyonya Bai lugas.


Nyonya Yue mengangguk, dia memang sengaja menunggu tamunya ini di sana.


Dengan begitu, Nyonya Yue berkesempatan melihat perempuan yang menjadi korban Liu Ning setelah dirinya dengan jelas.


"Aku sengaja menunggumu di sini, Nyonya. Aku sudah memperkirakan hal ini akan terjadi, tapi aku tidak menyangka, jika anda akan datang secepat ini." Tutur Nyonya Yue.


Nyonya Bai mengernyitkan dahinya tebal.


Bagaimana bisa dia sudah memperkirakan hal ini?


Apa dia cenayang? pikir Nyonya Bai.


"Anda pasti heran, kenapa aku bisa mengetahui kedatanganmu, 'kan?" Tanya Nyonya Yue sembari mempersilahkan tamunya untuk memasuki Aula.

__ADS_1


"Tidak!" Jawab Nyonya Bai dingin.


Nyonya Yue tersenyum lembut, sudah sering dia jumpai perempuan seperti ini.


Dulu mungkin dia akan bereaksi kasar, namun sekarang Nyonya Yue telah berubah. Dia menjadi ramah, dan tentunya, dia menjadi sangat baik sekarang.


"Baiklah kalau begitu, silahkan anda tunggu di sini dulu." Ucap Nyonya Yue sembari mempersilahkan Nyonya Bai duduk di kursi yang telah di sediakan.


Tak selang berapa lama, Bangsawan Yue memasuki Aula tempat Istri, dan tamunya menunggu.


"Selamat siang, Tuan Bangsawan Yue!" Sapa Nyonya Bai dingin.


"Selamat siang, Nyonya!" Balas Bangsawan Yue.


Dia lalu melirik ke arah sang Istri lalu melemparkan senyuman lembut ke arahnya.


"Apa kau sudah menceritakan semuanya kepada tamu kita, Istriku!" Kata Bangsawan Yue.


"Belum, biar anda saja yang menceritakannya." Jawab Nyonya Yue sembari menggelengkan kepala.


"Cerita apa yang kalian maksud?" Tanya Nyonya Bai tanpa basa-basi.


Tujuannya datang kemari juga memiliki alasan, jadi dia tidak akan menunggu lebih lama lagi untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya.


"Cerita tentang kebohongan Suamimu itu!" Balas Bangsawan Yue tegas.


Nyonya Bai langsung bersemangat ketika mendengar ucapan itu dari mulut Bangsawan Yue.


"Cepat ceritakan, aku ingin mendengarkannya." Pinta Nyonya Bai.


Bangsawan Yue lalu menceritakan perihal dirinya yang sudah di jebak oleh Liu Ning. Sampai akhirnya dia terpaksa harus menikahi dengannya, dan menjadikan dia sebagai selir pertamanya dulu.


Dia juga menceritakan, bagaimana awal mula dia mengira jika Yueqin adalah Putri kandungnya.


Dan tak lupa, Bangsawan Yue juga meminta maaf atas kesalahan keluarganya dulu yang mengambil paksa Yueqin dari pelukan Nyonya Bai. Dulu mereka terperdaya oleh tipuan Liu Ning, sehingga mereka mengira jika Yueqin benar-benar keturunan mereka.


Ekspresi Nyonya Bai berubah-ubah ketika mendengarkan cerita dari Bangsawan Yue, antara kesal, sedih, dan juga marah. Itulah perasaan yang sedang di rasakan Nyonya Bai sekarang.


"Begitulah Nyonya, kebenaran tentang Yueqin ternyata adalah anak dari Liu Ning bersama mantan tunangannya, yang adalah Suami anda." Ucap Bangsawan Yue mengakhiri ceritanya.


Nyonya Bai serasa di sambar petir setelah mendengarkan cerita lengkap dari Bangsawan Yue tentang Suaminya.


"Sialan! Jadi selama ini, dia menipuku! Qin Zihui, lihat saja, aku akan memberikan pelajaran kepadamu!" Ucap Nyonya Bai geram.


"Jangan anda, kami berdua juga sudah di rugikan oleh kedua orang itu!" Ucap Nyonya Yue yang juga merasa geram.

__ADS_1


__ADS_2