Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
85. Jatuh cinta.


__ADS_3

Setelah mengatakan itu, Hu Liena buru-buru menutup tirai keretanya.


"Huhh ... Untung saja!" Gumam Hu Liena pelan.


Luqiu dan Bao-Yu yang berada di dalam kereta, menjadi saling lirik karena kebingungan.


"Untung kenapa, Putri?" Tanya Bao-Yu yang tak bisa menahan rasa penasarannya.


"Tidak apa-apa, mengapa kau bertanya seperti itu?" Balas Hu Liena seraya berpura-pura kesal kesal dengan pertanyaan Bao-Yu.


"Ah, tidak apa-apa Putri! Saya hanya asal bicara saja." Ucap Bao-Yu yang jadi salah tingkah karena takut Hu Liena akan marah.


Hu Liena membuang pandangannya ke arah jendela.


Dia sebenarnya terlalu malu untuk mengakui kepada Bao-Yu kalau dia sedang menghindar dari Li Junjie.


Entah kenapa, setiap dia berdekatan dengan Li Junjie, jantungnya selalu berdetak lebih kencang.


Hu Liena berpikir, jika dia mempunyai gejala penyakit jantung. Namun Hu Liena segera menghilangkan pikiran itu, karena setiap dia berada jauh dari Li Junjie jantungnya berfungsi dengan normal. Bahkan, kecepatan detak jantungnya juga biasa saja, tidak ada yang aneh.


Tapi kenapa? Tiap kali dia bersama Li Junjie, jantungnya serasa mau pecah karena berdetak saking kencangnya.


Apa di tubuh Li Junjie ada alat pemacu detak jantung? Atau ada gejala lain? Alergi misalnya?


Kepala Hu Liena sampai mau pecah, karena memikirkan tentang hal ini.


"Putri, apa anda sakit?" Tanya Luqiu yang mulai cemas dengan keadaan Hu Liena yang jadi pendiam.


"Tidak!" Jawab Hu Liena datar.


"Anda lapar?" Tanya Bao-Yu polos.


"Tidak!" Jawab Hu Liena singkat.


"Haus?" Tanya Luqiu khawatir.


"Tidak juga!" Jawab Hu Liena sambil menggeleng.


Bao-Yu terdiam sejenak, lalu berbisik kepada Luqiu.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Hu Liena kesal karena melihat kedua orang di hadapannya sedang berbisik-bisik ria.


"Hamba tidak berani mengatakannya, Putri." Jawab Bao-Yu takut.


"Kau saja!" Tunjuk Hu Liena kepada Luqiu.


Luqiu gemetar, namun tak ayal membuka mulutnya.


"Karena anda tidak merasakan apapun, dan tidak menginginkan apapun juga, jadi Bao-Yu berpikir jika anda sedang jatuh cinta, Putri." Tutur Luqiu yang tampak gelisah.

__ADS_1


Jujur saja, Luqiu tidak berani mengatakannya. Namun karena Hu Liena yang memintanya, jadi Luqiu terpaksa mengatakannya dengan jujur.


"Jangan asal bicara!" Tegas Hu Liena.


Bao-Yu dan Luqiu tertunduk lesu ketika di bentak oleh Hu Liena. Mereka merasa menyesal, karena telah bicara seenaknya barusan.


"Maafkan kami, Putri!" Ucap Luqiu sedih.


"Iya Putri, maafkan kami!" Ucap Bao-Yu yang merasa sedih juga.


"Baiklah, aku akan mempertimbangkan permintaan maaf kalian." Balas Hu Liena acuh.


Meskipun Hu Liena bilang akan mempertimbangkan, tapi bagi Bao-Yu dan Luqiu, mereka sudah di maafkan.


"Terima kasih, putri!" Ucap mereka bersamaan.


"Um ...," Jawab Hu Liena acuh.


Hu Liena terdiam kembali, ia terngiang-ngiang ucapan Luqiu yang menyebutkan dirinya sedang jatuh cinta. Maka dari itu, Hu Liena kembali membuka bersuara.


"Luqiu!" Panggil Hu Liena.


"Hamba, Putri!" Jawab Luqiu.


Hu Liena kembali bungkam, ia sedikit malu untuk mengatakannya kepada Luqiu.


"Putri ...," Panggil Luqiu pelan.


"Bertanya? Kepada kami? Masalah apa Putri?" Tanya Bao-Yu heran.


"Tentang masalah itu ...," Ucap Hu Liena canggung.


"Masalah apa?" Tanya Luqiu sembari mencuri lirikan ke arah Bao-Yu.


Bao-Yu mengangkat bahu, tanda belum mengerti maksud sang majikan.


"Itu ... aku, aku ...," Balas Hu Liena tak jelas.


"Aku apa, Putri?" Luqiu semakin heran.


"Aku ingin tahu, apa itu jatuh cinta." Ucap Hu Liena dengan malu-malu.


Memang Hu Liena pernah memiliki tunangan di kehidupan sebelumnya. Namun dia belum pernah mengetahui, apa itu jatuh cinta yang sebenarnya.


Karena sewaktu di kehidupannya dulu, Hu Liena belum pernah mengalami masalah jantung seperti ini. Kenangan bersama tunangannya dulu, hampir tidak pernah ada. Karena setiap mereka bertemu, sahabatnya Qiang Yue selalu ikut bersama mereka.


Hingga akhirnya ketahuan, jika Yu Zhen ternyata memiliki hubungan khusus dengan Qiang Yue.


Jadi tak ada yang berkesan, dengan kisah cinta Hu Liena yang terdahulu.

__ADS_1


"Oh, jadi masalah itu ...," Ucap Bao-Yu sembari mengelus dada.


"Iya, masalah itu. Apa kau bisa memberitahukannya padaku, Bao-Yu?" Tanya Hu Liena bersemangat.


Bao-Yu tersenyum kecil, lalu mengangguk membalas Hu Liena.


"Bagus, cepat ceritakan padaku!" Pinta Hu Liena.


"Sebenarnya aku belum pernah jatuh cinta, Putri. Tapi sahabatku pernah bercerita, bahwa dia pernah berkencan dengan seseorang. Dan kata sahabatku itu, jantungnya serasa berdetak tidak normal. Dia bahkan pernah pergi menemui Tabib, namun Tabib bilang dia tidak menderita penyakit apapun. Setelah itu, sahabatku bertanya kepada temannya yang sudah menikah. Dan temannya itu yang memberitahunya, jika perasaan itu normal terjadi ketika kita benar-benar jatuh cinta. Seperti itulah, Putri." Ucap Bao-Yu panjang lebar.


Hu Liena memegangi dadanya dengan sebelah tangan. Sekarang jantungnya sudah kembali lagi normal, itu tandanya, ucapan Bao-Yu benar. Dia sedang jatuh cinta!


"Aduh!" Hu Liena meremas dadanya yang mulai berdebar kembali ketika mengingat kecupan Li Junjie di tangan kanannya.


"Kenapa Putri?" Teriak Luqiu dan Bao-Yu bersama-sama.


"Tidak, tidak apa-apa!" Kilah Hu Liena.


"Ada apa dengan Putri? Kenapa dia jadi aneh begini?" Bisik Bao-Yu.


Luqiu menggeleng, sebenarnya dia merasa khawatir dengan keadaan sang majikan.


Namun dia juga tidak bisa berbuat banyak. Hu Liena sudah berkata tidak apa-apa, berarti memang seperti itu adanya. Dia sedang baik-baik saja!


Kereta kuda berhenti di depan gerbang kediaman Perdana Menteri.


Luqiu dan Bao-Yu, turun terlebih dahulu untuk membantu Hu Liena.


"Apa ada barang yang harus kami bawa, Putri?" Tanya Luqiu yang sedang memapah Hu Liena.


"Tidak ada!" Jawab Hu Liena.


"Apa anda ingin memakai tandu?" Tanya Bao-Yu yang tampak cemas dengan majikannya.


"Tidak perlu, aku masih sanggup untuk berjalan." Balas Hu Liena datar.


Ketika memasuki gerbang kediaman, tampak Hu Boqin sedang berjalan bersama pengawal setianya, Changing.


"Apa yang terjadi dengan Putriku?"Tanya Hu Boqin yang mulai cemas dengan keadaan Hu Liena.


"Aku tidak apa-apa, Ayah. Aku baik-baik saja ...," Ucap Hu Liena lemah.


"Tapi kau terlihat pucat, Nak!" Kata Hu Boqin yang semakin merasa khawatir.


Hu Liena menggenggam tangan Ayahnya, lalu berkata perlahan untuk menenangkan.


"Aku baik-baik saja, Ayah. Jangan khawatir!"


Hu Boqin semakin gelisah, bagaimana bisa Putrinya bilang jika dia tidak boleh khawatir. Mendengar nada suaranya saja yang lemah, membuat hati Hu Boqin tidak bisa merasa tenang.

__ADS_1


"Kalian, bawa Putriku ke kamarnya. Dan kau, cepat panggil Tabib Hong untuk memeriksa kondisinya." Perintah Hu Boqin kepada Bao-Yu, Luqiu, dan juga Changing.


__ADS_2