Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
76. Diam kau perempuan tua!


__ADS_3

Yueqin membelalakkan matanya karena sebutan yang di sematkan oleh Bangsawan Yue.


Bagaimanapun Yueqin sudah berusaha menyembunyikan identitasnya. Bagaimana bisa sekarang Bangsawan Yue bisa mengetahui asal-usulnya secepat ini.


"Kenapa? Terkejut? Kau ingin tahu bagaimana aku bisa mengetahui identitasmu sekarang?" Kata Bangsawan Yue kepada Yueqin.


Hu Boqin yang sedari tadi hanya bisa mendengarkan mereka, ikut terkejut juga.


Jadi mertuanya adalah Bangsawan Bai, yang selalu tertutup kepada dunia luar? mengejutkan!


"Hehh, aku akui kehebatanmu yang bisa langsung tahu siapa keluargaku yang sebenarnya. Tapi jangan sombong dulu, Ayahku yang asli akan segera mengejarmu begitu dia tahu, kalau aku di perlakukan seperti ini sekarang." Ancam Yueqin.


"Ha-ha-ha! Justru aku bersyukur jika dia datang untuk membuat perhitungan denganku." Balas Bangsawan Yue.


Yueqin mendengus, dia tidak suka karena Bangsawan Yue tidak takut dengan ancamannya.


"Sekarang kau bisa tertawa, tapi lihat saja nanti. Jangankan tertawa, untuk membuka mulut saja mungkin kau tidak akan bisa." Cibir Yueqin.


Yueqin diam sejenak, lalu kembali melanjutkan ucapannya. "Jangankan Ayahku, dengan Ibuku yang turun tangan sendiri saja mungkin kau tidak akan bisa selamat!"


"Ha-ha-ha!"


Bukannya takut, Bangsawan Yue justru semakin keras tertawanya mendengar ancaman Yueqin.


Bahkan Nyonya Yue dan Hu Liena, tampak ikut tertawa juga di hadapan Yueqin.


Kenapa? kenapa mereka tertawa? pikir Yueqin.


"Ibu? Maksudmu, pelayanan tuamu itu?" Sindir Bangsawan Yue.


Yueqin mengernyitkan alisnya, apa hubungannya dia dengan Bibi Kiew? Yang dia maksud Ibu adalah Istri dari Bangsawan Bai, bukan Bibi Kiew.


"Bukan! Tentu saja bukan dia!" Bantah Yueqin.


"Lalu siapa? Istri Bangsawan Bai yang sekarang? Dia bukan Ibumu!" Tegas Bangsawan Yue.


"Pembual!" Teriak Yueqin.


Bangsawan Yue terkekeh melihat mantan Putrinya menderita seperti itu karena rasa penasaran.


"Memang dia bukanlah Ibumu! Ibumu yang asli, sudah meninggal di tanganku kemarin!" Ucap Bangsawan Yue yang semakin membuat Yueqin tidak mengerti.


"Apa maksudmu? Bicara yang jelas, jangan berbelit-belit seperti itu!" Teriak Yueqin keras.


"Si pelayan tuamu itu! ... maksudku, Ibumu yang asli sudah meninggal kemarin gara-gara aku siksa." Balas Bangsawan Yue tenang.

__ADS_1


Yueqin geram dia sangkut pautkan dengan pelayan setianya Bibi Kiew. Dan apa maksudnya itu, Ibu yang asli? Pembual!


"Aku tidak peduli! Mau dia mati atau hidup sekalipun, aku tidak peduli!" Tegas Yueqin.


"Tentang masalah Nyonya Bai yang akan membelamu, aku tidak yakin dia akan melakukan itu." Cibir Bangsawan Yue yang mampu membuat kemarahan Yueqin semakin membuncah.


"Diam kau! Ayah dan Ibuku akan tetap selalu membantuku!" Bentak Yueqin.


Bangsawan Yue kembali tertawa dan mencibir kepada Yueqin.


"Ha-ha! Sebentar lagi, Nyonya Bai akan segera tahu jika kau itu bukan Putrinya. Dan pada saat itu, jangankan membantumu, melihatmu saja dia akan merasa jijik."


"Dia itu Ibuku! Ibu kandungku!" Teriak Yueqin sekuat tenaga.


"Bukan! Ibumu itu si pelayan tua, Bibi Kiew! Ha-ha!" Tawa Bangsawan Yue semakin menjadi setelah mengatakan tentang hal itu.


"Tidak! Nyonya Bai adalah Ibuku, dan bukan dia!" Tolak Yueqin keras.


Nyonya Yue maju karena merasa geram dengan kelakuan Yueqin. Sudah mau mati saja tetap menyusahkan, pikir Nyonya Yue.


"Ibumu memang si pelayan, yang Suamiku sebutkan tadi. Dan nama aslinya bukan Liu Kiew, tapi Liu Ning mantan Istri Suamiku. Sebelum menikah dan memasuki keluarga Yue, Ibumu sudah berhubungan dengan Kepala keluarga Bai, dan dia hamil dirimu. Bisa kau bayangkan bukan? Bagaimana marahnya nanti Nyonya Bai, jika sampai tahu kenyataan ini sekarang?" Tutur Nyonya Yue yang sontak membuat tubuh Yueqin bergetar.


"Tidak! Itu tidak benar! Kalian jangan berusaha membuat cerita yang menjijikkan seperti itu! Ibuku adalah Nyonya Bai!" Teriak Yueqin semakin frustasi.


"Yang menjijikkan itu kalian, orang-orang yang suka memanfaatkan keadaan. Bahkan Bangsawan Bai, maksudku, Ayahmu itu, entah tipuan seperti apa yang dia lakukan sehingga Nyonya Bai percaya bahwa kau ini adalah Putri kandungnya. Kasihan!"


"Diam kau perempuan tua!"


PLAKK...


Bangsawan Yue menampar keras pipi Yueqin karena telah berani membentak Istrinya, Nyonya Yue.


"Kau yang diam sekarang! Sudah ketahuan saja masih bisa bersikap sombong! Jangan harap kau bisa lolos dari hukuman begitu saja, aku akan melaporkan perbuatan kalian kepada Yang Mulia Kaisar, agar tidak ada lagi korban seperti kami di kerajaan Ying ini." Bentak Bangsawan Yue kepada Yueqin.


Hu Liena yang dari tadi hanya diam saja, langsung angkat bicara terkait ucapan Bangsawan Yue.


"Paman jangan khawatir, Pangeran Jun sudah melaporkan tentang hal ini kepada Kaisar. Yang harus kita lakukan sekarang, adalah mencegah Nyonya Bai untuk melakukan hal yang tidak benar!"


"Putri Xia benar, Suamiku! Sebaiknya kita memikirkan tentang hal itu terlebih dahulu." Kata Nyonya Yue lembut kepada Suaminya.


Bangsawan Yue mengangguk lalu membalas ucapan Nyonya Yue dan Hu Liena.


"Aku sudah mengutus seseorang untuk menemui Nyonya Bai, dan memberinya beberapa barang bukti tentang asal-usul perempuan ini."


Dahi Hu Liena berkerut tebal. Dari informasi yang dia dengar, kondisi mental Nyonya Bai tidaklah bagus. Jika memberikannya bukti secepat ini, mungkin saja Nyonya Bai tidak akan mempercayainya. Bahkan ada kemungkinan, jika dia akan semakin ganas untuk menyerang.

__ADS_1


Namun sebelum Hu Liena kembali berbicara, Hu Boqin sudah menghentikannya.


"Tahan, Putriku! Sebaiknya kita bicara di tempat lain saja, jangan sampai Yueqin mendengar tentang masalah ini. Bisa gawat jika sampai dia tahu, keadaan yang sebenarnya. Dia akan memanfaatkan kesempatan ini, untuk semakin gencar menghasut Nyonya Bai."


"Baiklah, Ayah!" Balas Hu Liena patuh.


Hu Boqin lalu menghampiri pasangan Suami-Istri keluarga Yue.


"Sebaiknya kita kembali ke ruanganku saja, ada banyak hal yang ingin aku bicarakan pada kalian." Kata Hu Boqin yang di balas anggukkan kepala oleh Tuan, dan Nyonya Yue.


Di kediaman Bai...


"Tidak! Tidak mungkin!"


Nyonya Bai berteriak histeris setelah pelayannya selesai membaca, surat yang di kirimkan oleh orang misterius untuknya.


"Tenang Nyonya! Berita ini belum tentu benar adanya ...," Ucap si pelayan berusaha menenangkan Nyonya Bai.


"Tenang katamu? Bagaimana aku bisa tenang, heh? Putriku, Putriku sedang di fitnah! Dan kau menyuruh aku untuk tetap tenang?" Teriak Nyonya Bai kencang.


Si pelayan itu hanya tertunduk takut.


Tempramen majikannya sangatlah buruk. Jika dia mengucapkan satu kata lagi, mungkin dia akan binasa oleh kemarahan sang majikan.


"Ada apa ini?" Bangsawan Bai yang baru datang dari rapat, langsung bertanya kepada Nyonya Bai.


"Suamiku! Lihat, lihatlah ini!" Ucap Nyonya Bai sembari merebut surat yang ada di tangan pelayannya dan memberikan surat itu kepada sang Suami.


"Apa ini?" Ujar Bangsawan Bai yang merasa heran.


Nyonya Bai membuka lipatan kertas itu, dan menunjukkan tulisannya kepada Bangsawan Bai.


"Putri kita, Putri kita di fitnah Suamiku!"


Deg...


Jantung Bangsawan Bai serasa berhenti begitu melihat tulisan yang tertera di atas kertas.


'Yueqin bukan Putrimu Nyonya! Dia Putri kekasih lama Suamimu. Liu Ning!'


Begitulah tulisan yang tertera di atas kertas tersebut.


Bangsawan Bai menggeram karena merasa marah. Bisa-bisanya ada orang yang berani, memberitahukan tentang rahasia ini kepada Istrinya.


"Bajingan!" Ucap Bangsawan Bai sembari meremas kencang surat di tangannya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2