Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
151. Pengumuman Kaisar.


__ADS_3

Semua pejabat dan para Menteri yang terlebih dahulu hadir, langsung berdiri begitu melihat iring-iringan Putri dan juga Pangeran.


Bukan hanya hormat, mereka bahkan sekarang merasa segan kepada mereka semua.


Hu Boqin yang melihat Putrinya berjalan dengan anggun, kini mulai berkaca-kaca matanya karena merasa terharu dengan keberhasilan Hu Liena.


Sedikitpun dia tidak menyangka, jika Putri yang selalu ia abaikan selama ini, akan menjadi kebanggaan di Negaranya dan elu-elukan oleh banyak orang.


Tak hanya Hu Boqin, Tabib Hong juga menjadi salah satu tamu kehormatan yang di undang oleh Kaisar.


Dia berdiri di jajaran paling depan, dan menatap penuh bangga kepada Hu Liena.


Dasar gadis nakal! batin Tabib Hong.


Meskipun begitu, Tabib Hong yang mengikuti proses perubahan pada hidup Hu Liena, semakin merasa takjub dengan setiap gebrakan-gebrakan yang baru dia lakukan.


Entah itu dalam bidang pengobatan, racun, ataupun yang lainnya. Hu Liena selalu saja bisa, membuat Tabib Hong merasa tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan Hu Liena.


Gadis yang sejak pertama kali, mencuri perhatiannya Tabib Hong.


Gadis yang di ramalkan oleh para leluhurnya, yang katanya akan membawa warna baru bagi kehidupan orang-orang di kerajaan Ying.


Dan tentu saja, semua yang di ramalkan leluhur Tabib Hong sesuai dengan kenyataan.


Terbukti, Pangeran Jun yang usianya di vonis tidak akan lama, kini sangat sehat dan tampak bugar.


Kaisar Qian yang memiliki riwayat penyakit gagal jantung, kini semakin membaik keadaannya setelah mendapat perawatan dari Hu Liena.


Apapun, yang di lakukan oleh si gadis yang dulunya nakal menurut Tabib Hong, selalu berakhir dengan sangat baik.


"Kaisar dan Permaisuri, memasuki ruangan!" teriak Kasim memberitahukan kedatangan orang nomor satu di kerajaan mereka.


Semua orang bersujud, memberi penghormatan kepada sepasang Suami-Istri pemimpin kerajaan dinasti Ying.


Yang membuat semua orang merasa heran, Permaisuri mereka yang sudah mengurung diri selama bertahun-tahun, kini akhirnya keluar menemui mereka di perjamuan.


"Aku tahu, kalian semua pasti merasa bingung dengan kehadiran Istriku, bukan? Aku beritahu, ini semua berkat calon menantu kami. Dia telah memberikan obat kepada Permaisuri, hingga akhirnya dia kini bisa bertemu dan menyapa kalian semua yang hadir di sini!" ucap Kaisar Kaisar Li Jinhai dengan senyum mengembang di bibirnya.

__ADS_1


"Ibu Suri, memasuki ruangan!"


Semua orang kembali terkejut begitu mendengar perkataan Kasim Istana.


Pasalnya, Ibu Suri sudah sangat lama sekali meninggalkan Istana dan mengasingkan diri di kuil budha untuk beribadah.


Namun hari ini, berita yang sangat mengejutkan akhirnya terdengar. Ibu Suri akhirnya memutuskan kembali ke Istana, untuk hidup bersama-sama para Cucu menjelang hari tuanya.


"Senang bertemu kalian semua, di sini!" ucap Ibu Suri Shuwan sambil menebar senyuman yang menawan kepada semua para tamu yang hadir di acara perjamuan tersebut.


"Ibu, silahkan!" Permaisuri Chu langsung menggandeng tangan Ibu Suri dan menempatkannya di kursi yang berada di sebelah Kanan Kaisar Li Jinhai.


"Terima kasih, Menantu!" jawab Ibu Suri lembut.


Setelah Ibu Suri kerajaan mereka duduk dengan nyaman, barulah para pejabat dan Menteri yang hadir menghela nafas lega dan kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.


"Aku sengaja mengundang kalian semua untuk merayakan keberhasilan Putra dan Putriku menangkap dua buronan yang kabur ke kerajaan lain. Aku tidak bisa membayangkan seandainya mereka berdua lolos, pasti kerajaan kita akan terancam keamanannya."


"Seperti yang kalian ketahui, mantan Istri Perdana Menteri Hu Boqin ternyata adalah Istri dari pemberontak nomor satu. Si ahli racun yang telah menewaskan ribuan rakyat tak berdosa, Qiang Geming. Bukan hanya itu saja yang telah Qiang Geming lakukan, dia juga yang telah meracuni Putra Pertamaku Pangeran Jun sewaktu masih bayi."


Para tamu undangan mulai berbisik kepada orang-orang yang berada di sekitar mereka. Meskipun tidak keras, Kaisar Li Jinhai dan yang lainnya, mampu dengan jelas mendengarnya.


"Tabib ajaib? Wah, beruntung sekali Pangeran Jun bertemu dengan beliau. Sayang sekali dia tidak hadir di perjamuan malam ini, aku jadi tidak bisa berkonsultasi mengenai kondisi Putraku yang sering mengalami sakit-sakitan."


"Aku juga, Istriku sering mengeluh ingin menambah keturunan. Namun Tabib hebat sekalipun, tidak bisa memberiku resep yang mujarab. Siapa tahu jika aku berkonsultasi dengan Tabib ajaib, keinginan Istriku akan segera terpenuhi."


"Kalian hanya mengeluh tentang masalah pribadi saja, harusnya sekarang kalian ikut berbahagia karena Pangeran Jun kita, bisa tetap menjaga kedaulatan kerajaan dinasti Ying."


"Benar, harusnya kalian mengucapkan selamat atas kesembuhan beliau. Bukan malah terobsesi dengan hadirnya, Tabib ajaib."


"Sudah-sudah, kalian jangan berdebat. Untuk saat ini, kita fokus saja dengan apa yang ingin di sampaikan oleh Kaisar. Mengenai Tabib ajaib, aku yakin Tabib Hong adalah orangnya."


Setelah orang terakhir mengatakan hal tersebut, banyak berpasang-pasang mata tertuju kepada Tabib Hong yang saat ini masih saja menatap ke arah Hu Liena dengan tatapan bangga.


"Tenanglah, kalian semua!" kata Kaisar Li Jinhai penuh kewibawaan.


Semua orang langsung terdiam, bisikan-bisikan yang tadi masih terdengar kini lenyap sudah setelah Kaisar Li Jinhai berbicara.

__ADS_1


"Kalian tidak perlu risau, karena setelah ini, aku akan memperkenalkan Tabib ajaib yang ku sebutkan tadi. Tapi sebelum itu 'ku lakukan, aku ingin menyampaikan beberapa berita yang sangat penting kepada kalian."


Setelah menarik nafas dengan dalam terlebih dahulu, Kaisar Li Jinhai lalu berdiri dan menyuarakan dengan lantang keputusannya.


"AKU, KAISAR LI JINHAI! DENGAN INI, MENGUMUMKAN PERNIKAHAN PANGERAN JUN DAN PUTRI XIA AKAN DI LANGSUNGKAN DUA HARI MENDATANG! DAN AKU MENGUNDANG SELURUH RAKYAT KERAJAAN YING, UNTUK MENGHADIRI PESTA PERNIKAHAN PUTRA PERTAMAKU!"


Semua orang bertepuk tangan setelah mendengar pengumuman dari Kaisar Li Jinhai. Hu Boqin sendiri yang mendengar jika Putrinya akan segera menikah, langsung menitikkan airmatanya merasa terharu dengan keberuntungan sang Putri.


Menjadi wanita nomor tiga setelah Ibu Suri dan juga Permaisuri, adalah impian setiap para gadis.


Bukan hanya hidupnya akan makmur di dalam Istana, tapi juga dia akan di segani oleh semua orang di kerajaan mereka.


"YANG KEDUA!"


Terdengar suara Kaisar Li Jinhai yang keras dan membahana memenuhi ruang perjamuan.


"AKU INGIN MENGUMUMKAN TENTANG PENOBATAN PANGERAN JUN SEBAGAI PUTRA MAHKOTA KERAJAAN DINASTI YING! AKU YAKIN DENGAN KEMAMPUANNYA PANGERAN JUN, DIA PASTI AKAN MAMPU MEMBUAT KERAJAAN KITA SEMAKIN BERJAYA KE DEPANNYA!"


Tepuk tangan yang bergemuruh kembali terdengar, banyak sekali para pejabat dan juga Menteri yang menyetujui ucapan Kaisar Li Jinhai. Meskipun ada beberapa yang meragukan Pangeran Jun, namun mereka juga tetap menerima keputusan pemimpinnya. Bagi mereka, kesetiaan adalah segalanya. Berbeda pendapat, bukan berarti mereka harus memberontak.


"YANG KETIGA, AKU INGIN MENGUMUMKAN TENTANG PERJODOHAN PUTRA DAN PUTRIKU YANG LAIN!"


Li Jing Sheng terkesiap, begitu juga dengan Putri Li Jiang yang kini tampak resah menunggu pengumuman Kaisar Li Jinhai selanjutnya.


Siapa? Siapa yang ingin di jodohkan dengannya? pertanyaan tersebut sekarang yang mengganggu pikirannya Putri Jiang.


Bukan hanya Putri Jiang yang tidak tenang saat itu, Li Jing Sheng juga sama. Dia kini tampak kebingungan, dengan pernyataan sang Ayah yang menyebutkan tentang masalah perjodohan.


Tanpa sadar, Li Jing Sheng melirik ke arah Putri Jia Li yang kini menatapnya dengan tatapan nanar.


Terlihat jelas, jika Putri Jia Li saat ini seperti sedang menahan kesedihannya. Dan entah kenapa, hati Li Jing Sheng juga merasa sakit ketika menyaksikan Putri Jia Li sedih seperti itu.


Tak jauh berbeda dengan mereka bertiga, Pangeran Qian Yingzhi juga sekarang tampak panik setelah mendengar Putri Li Jiang akan di jodohkan.


Belum sempat dia mengutarakan rasa sukanya, Kaisar Li Jinhai malah mengumumkan perihal jodoh Putri Li Jiang. Berita tersebut membuat hati Pangeran Qian Yingzhi merasa terpukul, dan menyesali keputusannya telah mengulur-ulur waktu untuk mengutarakan perasaannya.


"Ayah, siapa yang ingin Ayah jodohkan dengan kedua Adikku?" tanya Li Junjie yang merasa penasaran sekaligus kasihan melihat kedua Adiknya tertekan.

__ADS_1


__ADS_2