
Nyonya Bai berkerut begitu Istri Bangsawan Bai bersuara.
"Di rugikan?" Tanya Nyonya Bai heran.
"Benar, di rugikan! Kami berdua bahkan harus terpisah selama puluhan tahun akibat dari masalah ini." Balas Nyonya Yue yang tampak penuh dendam.
Nyonya Yue kemudian menceritakan kisahnya, kepada Bai Yanzi.
Dari awal dia bertemu dengan Liu Ning, bahkan sampai dia berusia setua ini sekarang. Semua tak ada yang terlewatkan oleh Nyonya Yue.
Bai Yanzi terkejut begitu mendengar kisah hidup dari Nyonya di hadapannya ini.
Tragis! Sangat tragis! Itulah yang Bai Yanzi pikirkan saat ini.
Kebohongan yang di lakukan mantan tunangan Suaminya itu, sudah merusak banyak kehidupan.
Jangankan Nyonya Yue, dia sendiri juga terkena dampak akan kebohongan ini.
"Baiklah, Tuan dan Nyonya, sekarang aku percaya dengan cerita dari kalian. Maafkan aku, jika sebelumnya sempat meragukan bukti yang kalian kirimkan." Kata Bai Yanzi seraya menekuk tangannya di depan dada.
"Jangan sungkan seperti itu Nyonya. Jika saya ada di posisi anda sekarang, mungkin saya juga akan melakukan hal yang sama." Ucap Bangsawan Yue.
Nyonya Bai jadi merasa malu ketika mendengar ucapan itu. Nyonya Bai mengakui, dirinya memang terlalu arogan untuk mendengarkan ucapan orang. Dia bahkan tidak pernah segan, untuk menghukum orang yang mengomentari tentang hidupnya.
Bahkan ketika ada orang yang mengutarakan kebenaran, Nyonya Bai tidak akan mendengarkannya, dan langsung menjatuhkan hukuman.
"Kalau begitu, aku pamit dulu." Ucap Nyonya Bai seraya bangkit dari tempat duduknya.
Nyonya dan Bangsawan Yue mengiyakan. Nyonya Yue bahkan mengantarkan Bai Yanzi sampai ke pintu gerbang.
Sesampainya di dekat kereta yang dia tumpangi tadi, Nyonya Bai langsung menginstruksikan kusir untuk pulang. Tapi bukan menuju kediamannya, melainkan pergi ke pihak berwenang di daerah tempatnya tinggal.
Suaminya harus di berikan pelajaran, pelajaran yang tak akan dia lupakan seumur hidupnya.
"Turunkan aku di sini!" Perintah Nyonya Bai.
Dia lalu meminta pelayannya membayar sang kusir kereta. Setelah itu, dia memasuki kantor pemerintahan.
Di kediaman Bangsawan Bai...
"Di mana Istriku?" Tanya Bangsawan Bai yang heran Istrinya tidak ada di kediaman.
"Nyonya sedang keluar, Tuan!" Ucap pelayan yang bertugas di gerha milik Nyonya Bai.
__ADS_1
"Pergi kemana?" Bangsawan Bai semakin heran.
Tidak biasanya, sang Istri pergi keluar tanpa memberitahukan hal itu terlebih dahulu kepadanya.
"Hamba tidak tahu, Tuan. Nyonya juga tidak mengatakan apapun kepada hamba." Jawab pelayan tersebut.
Bangsawan Bai kembali ke gerha miliknya, lalu memerintahkan Yengli untuk mencari keberadaan sang Istri.
Tok.. tok... tok...
Pintu kamar milik Bangsawan Bai di ketuk dari luar.
"Ada apa?" Tanya Bangsawan Bai dari dalam.
"Ada orang-orang pemerintahan ingin bertemu dengan anda, Tuan." Ucap pelayan di luar kamar.
Bangsawan Bai kebingungan, ada urusan apa orang-orang itu datang menemuinya.
Perasaan Bangsawan Bai menjadi tidak enak, dia tidak punya masalah dengan orang pemerintahan. Tapi hari ini, orang-orang itu sengaja datang mencarinya. Gawat! Pasti ada hal gawat yang telah terjadi sekarang.
Yengli yang masih berada di sana 'pun, ikut kebingungan karena Tuannya tidak pernah terlibat dengan orang-orang yang datang hari ini.
"Baik, aku segera kesana!" Teriak Bangsawan Bai.
"Temani aku kesana!" Tegas Bangsawan Bai.
Yengli 'pun menuruti perintahnya, dia mengikuti Bangsawan Bai menemui orang-orang dari pemerintahan setempat.
"Selamat siang Tuan-Tuan, ada hal apa yang membawa kalian datang kemari?" Ucap Bangsawan Bai heran.
Dia pikir, hanya dua atau tiga orang yang datang. Ini malah lebih banyak dari itu, ada delapan sampai sepuluh orang yang ikut ke kediamannya.
Ada apa ini? pikir Bangsawan Bai.
"Selamat siang juga, Tuan Besar Bai! Kami datang kesini karena sedang menjalankan perintah, kami datang untuk membawa anda ke kantor kami." Jawab si kepala petugas.
"Sebentar, apa maksud anda Tuan?'' Tanya Yengli yang belum paham dengan maksud si petugas.
"Kami datang untuk menangkap Tuan Besar Bai!" Tegas si kepala petugas tersebut.
Yengli terkejut sekali ketika mendengar kabar ini.
"Di tangkap? Atas tuduhan apa? Siapa yang melaporkan Tuanku?" Tanya Yengli setengah berteriak.
__ADS_1
"Aku!" Suara Nyonya Bai terdengar lantang dari arah luar.
Jangankan Yengli, Bangsawan Bai saja sebagai Suaminya begitu terkejut begitu mendengar pengakuan dari sang Istri.
"Istriku! Apa yang katakan barusan? Kau yang membuat laporan ini?" Tanya Bangsawan Bai heran.
Nyonya Bai mendengus kasar, bisa-bisanya sang Suami masih memasang wajah tak berdosa di hadapannya sekarang.
Bukan hanya sebentar sang Suami berbohong kepadanya, tapi puluhan tahun.
Tidak! Dirinya tidak akan lagi tergoda, dengan tampang memelas sang Suami sekarang!
"Itu benar! Aku yang melaporkan anda, Suamiku!" Tegas Nyonya Bai.
"Kenapa? Kenapa kau melakukan itu? Apa salahku padamu?" Tanya Bangsawan Bai terheran-heran.
"Salahmu? Banyak!" Tegas Nyonya Bai.
Lalu dia menoleh ke arah petugas, dan memintanya untuk membacakan pengaduan yang dia ajukan kepada kantor pemerintahan.
"Nyonya Bai Yanzi, melaporkan anda atas tindakan penipuan yang anda lakukan. Anda telah memanipulasi keluarga Besar Bangsawan Bai, untuk keuntungan anda sendiri. Dan anda juga telah menipu Nyonya Bai Yanzi perihal kematian Putrinya, dan memalsukan kematian Putrinya tersebut. Bukan hanya itu, anda juga telah membohongi Nyonya Bai Yanzi selama bertahun-tahun, dengan menyebutkan jika Yueqin adalah Putri kandungnya. Padahal kenyataannya, Yueqin adalah Putra biologis anda dengan mantan tunangan anda, yang bernama Nyonya Liu Ning. Oleh sebab itu, Nyonya Bai Yanzi meminta keadilan kepada pihak berwenang, untuk menangkap dan memenjarakan anda. Dan dalam beberapa hari ke depan, kasus ini akan di sidangkan setelah mendapatkan ijin dari Yang Mulia Kaisar." Kata si kepala petugas panjang lebar.
Setelah surat pengaduan itu di bacakan, para petugas langsung menahan pergerakan Bangsawan Bai yang berusaha mendekati Istrinya.
"Tidak, itu tidak benar!" Bantah Bangsawan Bai.
Tidak hanya dia, Yengli juga di tahan karena menjadi kaki tangan Bangsawan Bai.
"Anda bisa mengatakan pembelaan anda di pengadilan, Tuan." Tegas si kepala petugas.
Bangsawan Bai berusaha memberontak, tapi cengkraman para petugas semakin kuat kepadanya.
"Istriku! Kamu pasti salah paham, aku ini mencintaimu, mana mungkin aku melakukan hal yang memalukan seperti itu. Percayalah padaku! Aku tidak mungkin melakukannya!" Bangsawan Bai terus memberontak untuk mendekati Nyonya Bai.
Nyonya Bai sendiri, kini memalingkan mukanya ke arah lain. Jangankan memandang, dia bahkan tidak sudi untuk sekedar melirik ke arah Suami yang dengan tega membohonginya itu.
...----------------...
Di sebuah ruangan di kantor pemerintahan, seseorang sedang berlutut memberikan laporan.
"Semua sudah di laksanakan, Yang Mulia!" Lapor si petugas kepada orang yang sedang duduk membelakangi dirinya.
"Bagus! Kalian memang bisa di andalkan." Jawab si orang yang sedang duduk tersebut.
__ADS_1