Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
35. Pengawal bodoh.


__ADS_3

Sekarang Li Junjie yang terkejut, bagaimana mungkin seorang gadis menyebutnya lucu.


"Lucu?" Li Junjie mengulang perkataan Hu Liena.


"Iya, kau lucu! kedua pengawalku itu aku panggil paman, tapi kau malah ingin memastikan mereka tampan atau tidaknya. Kau ini benar-benar lucu, menurutku. Ha-ha!" Hu Liena kembali tertawa tergelak setelah mengucapkan kata-kata itu untuk Li Junjie.


"Memang apa salahnya, jika aku ingin melihat mereka?" Tanya Li Junjie yang masih tak mengerti dengan ucapan Hu Liena.


"Ya sudah, ayo ikut aku! Tapi aku katakan sekali lagi, mereka itu para pengawalku. Jadi, jangan sampai kau melukai mereka, Pangeran." Ujar Hu Liena yang merasa sedikit was-was dengan keselamatan kedua pengawalnya.


Dia tidak tahu maksud dari Li Junjie bertemu dengan para pengawalnya itu, dia juga takut, jika Li Junjie akan menghukum mereka karena telah menerobos masuk bersamanya ke kediaman Pangeran Jun.


Tanpa Hu Liena sadari, Li Junjie merasa cemburu dengan kedua pengawal yang dia sebutkan.


Bisa-bisanya, kedua pengawal itu datang bersama Hu Liena. Apalagi harus menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol dengan Hu Liena, pikir Li Junjie.


Mereka berdua-pun pergi menemui kedua Wang bersaudara, yang sedang menunggu Hu Liena di balik dinding pembatas belakang kediaman Pangeran Jun.


"Di mana mereka?" Tanya Li Junjie setelah sampai di sana yang tak menemukan keberadaan para pengawal Hu Liena.


"Entahlah!" Hu Liena mengangkat bahu karena dia sendiri juga bingung dengan keberadaan kedua pengawalnya.


Di pepohonan, kedua Wang bersaudara saling memandang satu sama lain.


"Kenapa Nona, datang bersama Pangeran Jun?" Tanya Wang Shu yang menjadi merasa khawatir.


Dia berpikir, jika Hu Liena tertangkap dan akan di hukum oleh Li Junjie, dan sekarang sedang mencari mereka untuk di hukum juga bersamanya.


"Aku juga tidak tahu, 'kan aku dari tadi di sini, bersamamu." Balas Wang Wey yang juga tak kalah khawatirnya seperti Wang Shu.


Sedangkan Li Junjie, sekarang tidak percaya dengan ucapan Hu Liena sebelumnya.


"Karena kedua pengawal yang kau katakan tidak ada, bagaimana kalau aku yang jadi mengantarkan Nona?" Li Junjie mengajukan kembali tawarannya kepada Hu Liena.


Hu Liena menggeleng, ia tetap ingin menolak dan masih bersikukuh jika dia datang bersama para pengawalnya yang menghilang entah kemana.


"Tidak! aku tetap tidak mau!" Tolak Hu Liena dengan teriakan keras.

__ADS_1


Kedua Wang bersaudara yang mendengar teriakan Hu Liena, menjadi salah menafsirkan kata-kata yang keluar dari mulut majikan barunya tersebut.


"Kau dengar itu, Wey? Pangeran Jun akan menghukum Nona Hu Liena, kita harus keluar sekarang juga. Kita harus membantu Nona Hu Liena." Ujar Wang Shu yang mulai cemas dan mengajak Wang Wey untuk keluar dari persembunyian.


"Shu! sabar dulu! kita lihat saja dari sini sebentar lagi, jika Nona memang di hukum. Barulah kita keluar untuk menyelamatkannya, dan melarikan diri dari cengkraman Pangeran Jun." Tegas Wang Wey yang menolak usulan sang adik.


Wang Shu yang sudah merasa takut dan khawatir dengan Hu Liena, masih bersikeras ingin keluar sekarang dari persembunyian.


"Jika kau tidak mau, biar aku saja yang keluar! Cihh ... ternyata, keberanianmu hanya sebesar batu kerikil saja." Ucap Wang Shu yang merasa kesal dengan penolakan kakaknya untuk menolong Hu Liena dan langsung mencibir kepada Wang Wey.


"Bukan itu maksudku, Shu!" Wang Wey berusaha membantah tuduhan dari adiknya.


Kegaduhan yang mereka lakukan, terdengar jelas oleh kedua orang yang sedang mencari keberadaan mereka, Li Junjie dan Hu Liena.


"Pangeran! apa kau mendengarnya?" Tanya Hu Liena seraya menoleh ke arah Li Junjie.


Li Junjie mengangguk, ia juga mendengar suara kegaduhan tersebut. Bahkan, ia tahu di mana suara itu berasal.


"Aku juga mendengarnya, ikuti aku ...," Ujar Li Junjie seraya meminta Hu Liena untuk mengikutinya.


Hu Liena menggelengkan kepalanya begitu melihat orang yang telah membuat keributan, orang itu adalah kedua Wang bersaudara.


Entah apa yang mereka ributkan saat ini, yang jelas, Hu Liena sampai malu oleh Li Junjie melihat kelakuan kedua pengawalnya.


"Sudahlah! jangan bertele-tele, nyalimu memang tak sebesar batu kerikil!" Maki Shu kepada Wang Wey.


Wang Wey yang tidak suka di sebut begitupun menjadi marah, ia tak suka jika dirinya di samakan dengan batu kerikil.


"Shu! mengapa kau menyebutku seperti itu?" Tanya Wang Wey yang jadi kesal dengan ucapan adiknya.


"Kata-kataku itu sangat pas dengan kepribadianmu yang pengecut itu, sudahlah, aku akan pergi sendiri." Balas Shu yang membuat Wang Wey semakin marah.


"Berhenti! aku tidak suka kamu memanggilku seperti itu lagi, apalagi makian-mu yang terakhir kali, aku tidak menyukainya." Ucap Wang Wey setengah berseru kepada Shu.


Shu menghentikan gerakannya, laku berbalik menatap Wey dengan tatapan garang.


"Ada apalagi? apa kau ingin menunggu, sampai Nona Hu Liena selesai di hukum?" Tanya Shu dengan keras sehingga Hu Liena dapat mendengarnya dengan jelas.

__ADS_1


"Aku? di hukum? siapa yang akan menghukumku?" Tanya Hu Liena kepada diri sendiri.


Sedangkan Li Junjie yang berada di samping Hu Liena, kini sedang tersenyum karena tingkah laku kedua orang di hadapannya.


"Nona, jika kau butuh pengawal yang berkwalitas, bilang saja padaku. Aku akan memberikannya, dengan cuma-cuma." Sindir Li Junjie yang membuat Hu Liena merasa heran.


"Apa maksud anda, Pangeran?"


"Maksudku jelas, lihat saja kedua orang bodoh itu." Tunjuk Li Junjie kepada Wang bersaudara.


Hu Liena mengikuti arah jari Li Junjie, dan langsung kesal begitu mengetahui arahnya.


"Mereka itu tidak bodoh, Pangeran!" Ujar Hu Liena geram.


"Sudahlah, percaya saja padaku, mereka itu memang bodoh!" Ucap Li Junjie lagi.


Hu Liena yang semakin geram, tidak lagi menjawab kata-kata Li Junjie.


Ia berjalan ke arah kedua Wang bersaudara, dan langsung menghentikan perseteruan keduanya.


"Berhenti! apa yang sedang kalian perebutkan di sini? apa kalian berebut perempuan? cepat berhenti, aku bilang!" Teriak Hu Liena kencang, hingga membuat Wang Wey dan Wang Shu pun berhenti langsung setelah mendengarkan teriakannya.


"Nona!" Ucap mereka serempak.


"Sedang apa kalian?" Bentak Hu Liena.


Dia merasa marah, tapi bukan kepada kedua pengawalnya. Melainkan kepada Li Junjie yang tadi mengejeknya, ia tidak terima jika pengawalnya di sebut bodoh. Itu seakan menghina kredibilitasnya sebagai seorang Tuan, secara tidak langsung, Li Junjie juga sedang menghina dirinya, pikir Hu Liena.


"Kami sedang menunggu anda." Ucap Wang Wey langsung.


Hu Liena memelototkan matanya, sudah jelas-jelas mereka berdua sedang bertengkar, masih saja berkilah.


"Yakin?" Tanya Hu Liena sinis.


"Dia bohong, Nona!" Sangkal Wang Shu sembari menatap sengit ke arah Wang Wey.


"Kau yang bohong!" Tuduh Wang Wey tak kalah sengit.

__ADS_1


__ADS_2