Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
71. Cemburu.


__ADS_3

Setelah selesai makan, Hu Liena meminta kedua pelayannya untuk kembali lebih awal. Dia sudah merasa lelah, dan ingin beristirahat lebih cepat malam ini.


Srekkk....


Srekkk...


Hu Liena langsung membuka mata, begitu mendengar suara daun kering di injak orang dari luar.


Dia buru-buru menyiapkan jarum perak andalannya di balik lengan baju.


Begitu ada musuh menyerang, Hu Liena akan dengan sigap menyerangnya balik dengan jarumnya.


Kreettt...


Jendela kamar Hu Liena di buka dari luar perlahan.


Sesosok pria berpakaian hitam langsung memasuki kamar Hu Liena melalui jendela.


Hu Liena tadinya ingin menyerang, dan menggunakan jarum yang sudah dia siapkan sebelumnya.


Namun setelah pria itu masuk, dan Hu Liena mencium aroma wewangian yang familier baginya. Hu Liena mengurungkan niatnya. Karena Hu Liena mengenal baik, sosok pria ini. Yaitu, Pangeran Jun!


"Angin apa yang membawamu malam-malam datang kesini, Pangeran?" Tanya Hu Liena tenang.


Li Junjie yang sudah mengetahui jika Hu Liena sedang terjaga, langsung menjawab ucapannya.


"Tentu saja, angin kerinduan!" Balas Li Junjie genit.


Hu Liena bangkit, dan terduduk di tepian ranjang.


"Rindu apa maksudmu, Pangeran? Bukankah tadi siang, kita juga sudah bertemu? Jadi rindu seperti apa yang kau maksud sekarang?" Tanya Hu Liena dengan heran.


Li Junjie tidak menjawab, dia hanya fokus berjalan menghampiri Hu Liena, dan ikut duduk di tepian ranjang.


"Aku melihatmu dengan Pangeran Qian berbincang tadi siang. Kalau boleh tahu, hal apa yang kalian bicarakan?" Tanya Li Junjie dengan wajah sedikit masam.


Menurut Hu Liena, calon Suaminya ini adalah tipe orang yang lugas. Kalau marah, Li Junjie tak bisa menyimpan kemarahannya. Kalau cemburu, lebih parah lagi. Hu Liena bahkan sampai kewalahan begitu pertama kali merasakan kecemburuan dari sosok Pangeran di hadapannya ini.

__ADS_1


Seperti sekarang, Li Junjie bahkan datang malam-malam, hanya untuk menanyakan hal ini saja padanya.


"Aku tidak tahu, apa yang dia bicarakan." Jawab Hu Liena dengan datar.


"Putri Xia! Tolong jangan berbohong padaku!" Tegas Li Junjie.


"Aku tidak berbohong, Pangeran! Orang itu datang menghadang jalan, dan hanya menawarkan kesepakatan. Masalah kesepakatannya seperti apa, aku juga tidak mengetahuinya." Jelas Hu Liena.


Dahi Li Junjie semakin berkerut tebal, ketika Hu Liena sedang membicarakan tentang hal itu.


"Kesepakatan? Kesepakatan seperti apa? Apa kau menerima tawarannya?" Cecar Li Junjie yang semakin merasa penasaran.


"Aku tidak tahu! Tapi yang jelas, dia menawarkanku menjadi wanita nomor satu di Negaranya. Dan ketika aku menolak, dia pergi begitu saja." Tutur Hu Liena yang membuat Li Junjie semakin berkerut.


"Apa benar kau menolaknya? Dia tidak memaksamu lagi, 'kan? Dia tidak menyentuh kulitmu, 'kan? Kau juga tidak tertarik kepada Pangeran jelek itu, 'kan?" Ujar Li Junjie yang mencecar Hu Liena dengan berbagai macam pertanyaan.


Hu Liena berdecak sebal dengan pertanyaan yang di lontarkan Li Junjie pada dirinya.


"Apa aku se-naif itu, Pangeran? Jika aku bilang tidak, ya tentu tidak!" Tegas Hu Liena.


Mata Li Junjie berbinar ketika mendengar pengakuan itu dari Hu Liena.


Tadi siang, Li Junjie ingin langsung menghampiri kereta kuda Hu Liena begitu dia melihat Pangeran Yu Zemin di sana.


Namun ketika dia mulai bergerak, Yu Zemin sudah pergi dari sana. Jadi Li Junjie juga mengurungkan niatnya, dan berbalik mengikuti Yu Zemin secara diam-diam.


"Jangan marah Sayang! Aku hanya mengkhawatirkanmu saja. Aku takut, Pangeran jelek itu menyakitimu!" Kata Li Junjie yang sudah berubah lembut sekarang.


Hu Liena menarik nafas panjang. Dia tak tahu harus berkata apalagi untuk menenangkan hati Li Junjie agar tak lagi mengkhawatirkannya.


"Apa kau selalu bersikap seperti ini kepada wanita yang kau cintai sebelumnya?" Tanya Hu Liena dengan rasa penasaran.


Hu Liena benar-benar penasaran dengan sosok wanita yang menjadi pasangan Li Junjie sebelum dirinya. Apa sikap Li Junjie juga sama posesifnya seperti sekarang? Atau mungkin jauh lebih posesif lagi?


Li Junjie seperti merasa tidak senang dengan ucapan Hu Liena. Dia langsung berpindah dari tempat duduknya dan menjauhi Hu Liena.


"Ehh, kenapa anda malah menjauh, Pangeran? Mengapa anda tidak menjawab pertanyaanku saja?" Tanya Hu Liena yang semakin penasaran.

__ADS_1


Li Junjie mencebik, lalu menjawab dengan ketus.


"Selain Ibuku, kau adalah wanita pertama yang aku cintai dalam hatiku!"


Hu Liena terkejut. Pantas saja sikap Li Junjie mirip 'ABG LABIL', karena memang ini pertama kalinya bagi Li Junjie merasakan jatuh cinta.


"Jadi begitu ...," Ucap Hu Liena spontan.


Sikap Hu Liena yang tampak cuek ini langsung mendapat protes keras dari Li Junjie.


"Benar! Kenapa? Apa Putri Xia sekarang tidak menyukaiku lagi? Apa karena sikapku yang seperti ini, membuat Putri Xia merasa bosan padaku?" Rajuk Li Junjie.


Hu Liena ingin tertawa dengan reaksi kesal yang di tunjukkan oleh Li Junjie.


Namun sebisa mungkin Hu Liena tahan, karena Li Junjie akan semakin marah ketika melihatnya melakukan hal itu.


"Anda ini, tentu saja saya menyukainya. Bagaimana mungkin, di perhatikan seorang Pangeran Yang Agung seperti anda ini, saya merasa tidak suka? Hanya wanita bodoh yang melakukan hal itu, bukan?" Goda Hu Liena yang sontak membuat wajah Li Junjie yang terlihat masam menjadi memerah.


Hu Liena berhenti sejenak, lalu melanjutkan kembali ucapannya. "Anda juga adalah pria pertama, yang saya sukai di dunia ini! Jadi jangan berpikir terlalu banyak, apalagi merasa cemburu kepada Pangeran Qian. Dia itu tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan anda."


Nyesss....


Ucapan Hu Liena bagaikan air es yang jatuh menyiram bara api. Menyejukkan!


Li Junjie sampai salah tingkah ketika mendengarnya.


"Apa benar seperti itu? Apa aku ini berharga bagimu, Putri?" Kata Li Junjie dengan mata berbinar.


"Sangat, sangat berharga! Jadi, jangan bandingkan dirimu lagi dengan orang lain, ok!"


Lagi dan lagi, ucapan Hu Liena bagai angin surga di telinga Li Junjie. Kecemasan yang sempat ada, kini hilang entah kemana. Di gantikan oleh rasa bahagia yang tiada tara.


Li Junjie berjanji, takkan pernah melepaskan Hu Liena sampai kapanpun. Bahkan jika di tukar dengan puluhan gadis cantik manapun, Li Junjie takkan pernah menggantinya.


"Aku tidak akan melakukannya lagi! Tapi tolong, jauhi pria manapun yang berusaha untuk mendekatimu, untukku!" Pinta Li Junjie penuh harap.


Hu Liena mengangguk setuju, dia juga tidak mau jika ada pria lain di dekatnya. Yang di inginkan Hu Liena saat ini hanya satu pria, yaitu Pangeran Jun.

__ADS_1


"Kau juga harus berjanji, takkan mendekati wanita lain, selain diriku!" Ucap Hu Liena yang di balas anggukkan kepala oleh Li Junjie.


"Aku janji!"


__ADS_2