
Kaisar Qian terlihat bahagia setelah sekian lama dia menjalin hubungan baik dengan Kaisar Li Jinhai, teman masa mudanya.
Akhirnya, kesalahpahaman di masa lalu telah sirna dan tergantikan dengan gelak tawa antara keduanya.
"Long Qian, sudahlah jangan terus menggoda Putraku. Ingat tujuanmu, kau datang kesini untuk menemui Putramu yang asli, bukan?"
"Apa yang kau ucapkan Jinhai, tentu saja aku ingat. Aku hanya berusaha untuk tidak terlihat gugup jika nanti bertemu dengan Putraku." ucap Kaisar Qiang menanggapi perkataan Kaisar Li Jinhai.
Kaisar Li Jinhai tertawa kecil ketika Kaisar Long Qian mengaku gugup ketika akan bertemu dengan Putranya. Sosok yang di kenal tegas sejak masih muda, ternyata bisa merasakan gugup juga, pikir Kaisar Li Jinhai.
Tanpa banyak bicara, Li Junjie langsung memerintahkan orang-orang untuk memanggil Qian Yingzhi datang ke Aula tempat mereka sedang menunggunya saat ini.
Begitu Qian Yingzhi tiba, Kaisar Qian langsung terbelalak melihat penampilan Putranya.
"Dia?!" ucap Kaisar Qian tercekat.
"Iya, hamba adalah Putra anda, Yang Mulia!" jawab Qian Yingzhi dengan tenang.
Sebetulnya, mereka pernah bertemu waktu di kerajaan Qian. Saat itu, Qian Yingzhi sempat membantu Kaisar yang sedang berada di taman.
Kaisar terjatuh, dan Qian Yingzhi-lah yang mengulurkan tangan untuk membantunya kembali duduk di kursi. Pada saat itu, tidak ada satu orang prajurit 'pun yang menjaga Kaisar Qian. Jadi Qian Yingzhi bisa dengan leluasa berada di sana.
Namun, Qian Yingzhi tidak bisa begitu saja memberitahukan tentang identitasnya saat itu. Selain Kaisar Qian tidak akan mempercayainya, Qian Yingzhi juga takut jika Putri Song Qian akan mencelakai Ayahnya yang sering sakit-sakitan tersebut.
Karena Qian Yingzhi tahu, sakitnya sang Ayah bukan karena penyakit, tapi karena di racun. Itulah sebabnya, dia tidak bisa gegabah membuka jati dirinya sendiri.
"Tapi, bagaimana mungkin?!" Kaisar Qian masih merasa ragu dengan kenyataan yang sekarang ada di hadapannya.
Dirinya benar-benar di buat bingung dengan kenyataan yang ada.
Putra Mahkota, yang berada di sisinya selama ini ternyata Putra dari Adik perempuannya dari hasil tindak pemerkosaan yang di lakukan Qiang Duming. Semua orang menyembunyikan fakta tersebut, dan malah di pergunakan untuk menipu dirinya selama puluhan tahun.
__ADS_1
Dan sekarang, muncul sosok pemuda yang di yakini sebagai Putra kandungnya, calon penerus kerajaan Qian di masa depan. Itu semua membuat Kaisar Qian menjadi terpukul, dan menjadi ragu untuk mempercayai kenyataan yang ada.
Bukan hanya Kaisar Qian yang terkejut, Kaisar Li Jinhai juga.
Walaupun begitu, Kaisar Li Jinhai tidak ingin memperkeruh suasana. Dia hanya duduk tanpa bersuara, dan menyerahkan semua keputusan di tangan orang yang bersangkutan, Long Qian.
"Maaf, Kaisar Qian Yang Agung! Pemuda ini, memang Putra anda yang asli. Jika anda merasa ragu, atau tidak mempercayainya, kita bisa melakukan tes darah." ucap Hu Liena maju mengajukan sarannya.
Bagi Hu Liena, membuktikan seseorang itu keturunannya atau bukan, sangatlah mudah.
Di kehidupannya dahulu, Hu Liena biasa melakukan hal tersebut. Namun bedanya, di kehidupan pertamanya yang serba modern, Hu Liena menggunakan metode yang modern juga dengan cara tes 'DNA' namun sekarang, di jaman yang serba manual, Hu Liena hanya bisa menggunakan metode alami yang dia pelajari belum lama ini.
Tes darah menggunakan air!
Dan Hu Liena sudah mencobanya beberapa kali, dan hasilnya, lumayan mengejutkan. Akurat, dan tepat.
"Apa kau yakin, Putri?" tanya Kaisar Li Jinhai dengan perasaan gugup.
Kasihan teman lamanya ini, dia sudah cukup banyak menderita semasa hidupnya.
Jangan sampai, dengan adanya kejadian sekarang membuat kondisi pisik dan mental Kaisar Qian semakin buruk.
"Sebenarnya, itu tidak perlu di lakukan jika Yanng Mulia Kaisar Qian mempercayai pemuda ini sebagai Putranya, Ayah! Bukan hanya Kaisar Qian yang menderita, tapi dia juga!"
Ucapan dari Li Junjie sontak membuat kedua orang yang berprofesi sebagai Kaisar, menjadi penasaran.
Penderitaan apa yang pemuda ini alami, sehingga Li Junjie mengatakan hal tersebut di hadapan mereka.
"Buka!" Li Junjie menyuruh para pengawal membuka satu per satu pakaian bagia atas Qian Yingzhi.
Kaisar Qian dan Kaisar Li Jinhai tertegun dengan apa yang di lakukan Li Junjie saat ini.
__ADS_1
Namun mereka berusaha tetap tenang, dan hanya melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Qian Yingzhi menutup mata, ketika para pengawal mulai melucuti pakaian bagian atasnya.
Bukan karena dia merasa malu, tapi karena mengingat semua kejadian yang telah menimpanya.
Sejak di kurung oleh Putri Song Qian, yang merupakan Adik dari Ayahnya.
Qian Yingzhi sering mendapatkan banyak siksaan di tubuhnya.
Putri Song Qian, sering menjadikan Qian Yingzhi pelampiasan kemarahan setiap harinya.
Dia akan di cambuk, di pukul, di tendang, dan banyak lagi penyiksaan yang Qian Yingzhi terima selama hidup di dalam kurungan.
Setelah para pengawal selesai, Li Junjie langsung meminta mereka untuk mundur ke belakang. Dan membiarkan kedua Kaisar melihat semua luka hang ada di perut, dan punggung Qian Yingzhi.
Entah kenapa, ketika Kaisar Qian melihat semua luka Qian Yingzhi hatinya seakan terhiris dan tanpa sadar Kaisar Qian meneteskan airmatanya.
"Adik anda, sudah mengurung Putra anda sejak baru di lahirkan, lalu dia menukarnya dengan Putranya sendiri Yu Zemin yang anda anggap sebagai Putra Mahkota sekarang. Adik anda juga, yang telah menorehkan banyak luka di tubuhnya. Bukan hanya luka luar, tapi luka di dalam hatinya. Bagaimana bisa, seorang Putri dari kerajaan besar, mampu melakukan hal kejam seperti ini, kepada keponakannya sendiri." ucap Li Junjie sambil menunjukkan beberapa luka, yang ada di seluruh bagian atas tubuh Qian Yingzhi.
Hati Kaisar Qian semakin terhiris mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Li Junjie.
Namun, semua perkataan itu, tidak membuat Kaisar Qian begitu saja percaya jika Qian Yingzhi adalah Putranya. Dia pernah tertipu sekali, dan tak ingin mengulangi hal sama untuk kedua kalinya.
Hu Liena menarik nafas panjang, lalu maju dua langkah ke hadapan Kaisar Qian.
"Jika anda masih merasa tidak percaya, anda boleh meminta Tabib yang anda bawa untuk memeriksa luka-lukanya. Dan seperti yang saya ucapkan sebelumnya, anda juga bisa melakukan tes darah, untuk mengetahui dia ini Putra kandung anda, atau bukan." ucap Hu Liena dengan tegas kepada Penguasa kerajaan Qian tersebut.
Kaisar Li Jinhai menoleh ke arah teman masa mudanya, Kaisar Qian.
Dia merasa prihatin dengan semua kejadian yang telah menimpa teman lamanya itu.
__ADS_1
"Jika kau belum siap, kau boleh melakukannya kapan saja. Tidak perlu sekarang!" ucap Kaisar Li Jinhai sambil menepuk bahu Kaisar Qian pelan.