
Hu Liena membeli Bao-Yu langsung dari pemilik toko kosmetik dengan bayaran fantastic.
Di jaman ini, seorang budak sering di perjual-belikan oleh sang majikan. Dan tak sedikit pula, yang meraup keuntungan dari penjualan budak-budak tersebut. Seperti pemilik toko kosmetik yang menjual budak Bao-Yu kepada Hu Liena saat ini, dia membeli Bao-Yu di pasar budak sebesar lima puluh tael perak, dan sekarang menjual Bao-Yu seharga seratus sepuluh tael.
Untung yang sangat besar, bukan?
"Nona, terima kasih telah menjadi majikan baru bagi hamba." Ucap Bao-Yu seraya memberi hormat kepada Hu Liena.
Luqiu yang merasa kesal dengan panggilan Nona yang di sematkan Bao-Yu kepada Hu Liena, langsung menegurnya secara terang-terangan.
"Panggil majikan barumu dengan sebutan Putri, Putri Xia." Terang Luqiu kepada Bao-Yu.
Kali ini, Hu Liena tidak berusaha mencegah Luqiu untuk mengatakan identitasnya.
"Pu-Putri Xia?" Ujar Bao-Yu yang terkejut ketika mendengar penjelasan dari Luqiu.
Luqiu membusungkan dada, lalu menepuk-nepuknya penuh bangga. "Iya ... Majikanku adalah seorang Putri yang di berkahi oleh Kaisar."
Luqiu berkata seperti itu dengan penuh rasa bangga, yang tersirat dari wajahnya.
Hu Liena menutup mulut, menggunakan sapu tangan. Saking tidak kuatnya menahan tawa, ketika melihat Luqiu yang terlalu berlebihan membanggakan dirinya seperti itu.
Bao-Yu langsung bersujud di hadapan Hu Liena, ketika baru tersadar dari rasa keterkejutannya.
"Hormat hamba, Yang Mulia Putri Xia!" Ucap Bao-Yu yang di balas lambaian tangan oleh Hu Liena.
"Berdirilah! Aku membelimu, bukan untuk memintamu bersujud di hadapanku. Tapi aku membelimu, karena ingin menjadikanmu, saudaraku seperti Luqiu." Ucap Hu Liena penuh kelembutan.
Bao-Yu terkesiap ketika mendengar ucapan majikan barunya. Bagaimana bisa, dia yang seorang pelayan, menjadi saudara seorang Putri Yang Mulia.
"Putri ... Hamba ...," Ucapan Bao-Yu terputus karena Hu Liena mengangkat tangannya.
"Luqiu, jelaskan padanya!" Pinta Hu Liena kepada Luqiu yang telah maju begitu mendengar namanya di sebut.
__ADS_1
"Maksud Nona, kita semua adalah saudara. Tapi bukan berarti, kita bisa memanggil dengan seenaknya saja. Yang di maksud dengan saudara adalah, kita menjaga satu-sama lain, dan tidak akan membiarkan satu-sama lain itu terluka. Apa kau mengerti?" Tutur Luqiu yang di balas anggukkan kepala oleh Bao-Yu.
"Baguslah! Karena kalau kau belum mengerti, berarti kau lebih bodoh dariku." Ucap Luqiu yang sontak membuat Hu Liena terkekeh dengan pernyataannya.
"Sudah, sudah ... Aku yakin, Bao-Yu pasti sudah mengerti apa yang kau ucapkan. Benar begitu 'kan?" Tanya Hu Liena sembari mengedipkan mata ke arah Bao-Yu.
Bao-Yu langsung mengangguk dan menoleh ke arah Luqiu. "Aku mengerti, Kakak!"
Luqiu yang sedang bersungut-sungut, langsung terdiam begitu Bao-Yu memanggilnya dengan sebutan Kakak.
Dia itu sudah hidup sebagai yatim piatu sejak usia masih kecil. Dan hari ini, baru pertama kali dalam hidupnya di panggil Kakak oleh seseorang.
"Kau dengar itu 'kan, Luqiu? Bao-Yu sudah mengerti semua perkataanmu, jadi berhentilah merajuk seperti itu." Ucap Hu Liena yang membuat Luqiu jadi tersipu malu.
"Maafkan hamba, Nona. Hamba hanya terlalu bersemangat tadi." Balas Luqiu yang masih merasa malu kepada Hu Liena.
"Tidak apa-apa Luqiu, santai saja. Tapi mulai hari ini dan selanjutnya, aku serahkan masalah Bao-Yu kepadamu. Bimbing dia, agar tidak jatuh ke dalam jebakan orang-orang licik di kediaman ini. Dan ingat! Aku tidak suka, jika ada orang yang mengkhianatiku." Tutur Hu Liena tegas kepada Luqiu.
Bao-Yu juga mendengar seluruh perkataan Hu Liena, tapi dia tidak menyela sama sekali. Dia hanya memperhatikan, dan mengingat semua ucapannya.
Lagipula, pertemuan pertamanya dengan Hu Liena sudah menjadi kesan tersendiri untuk Bao-yu.
"Baik Nona, hamba akan mengajarinya, semampu yang hamba bisa." Sahut Luqiu dengan patuh.
Setelah percakapannya dengan Luqiu selesai, Hu Liena menyuruh kedua pelayannya untuk beristirahat lebih cepat.
Hu Liena juga merasa lelah, setelah seharian ini berkeliling pasar bersama Luqiu. Jadi diapun memutuskan untuk tidur lebih awal lagi, agar bangun dalam kondisi yang fit. Dan bisa menghadiri jamuan Istana dengan tubuh yang bugar.
Pagi harinya di gerha bunga...
"Nona! Hamba membawakan anda air hangat, untuk membersihkan diri." Ucap Luqiu ketika memasuki kamar Hu Liena.
Hu Liena yang masih bermalas-malasan di tempat tidur, hanya bergumam menjawab ucapan Luqiu.
__ADS_1
"Um!"
"Putri! Hamba juga, membawa sekeranjang kelopak bunga mawar untuk anda berendam pagi ini." Ujar Bao-Yu yang berdiri di belakang Luqiu.
Hu Liena bangkit dari tidurnya, lalu bergerak menuruni ranjang di bantu oleh Luqiu yang siap sedia di sampingnya.
"Terima kasih!" Ucap Hu Liena kepada Luqiu.
"Mari Putri, biar saya yang membantu anda mandi hari ini." Kata Bao-Yu sembari membawa keranjang bunga di tangannya.
Hu Liena tidak menjawab, dia hanya bergerak mengikuti langkah Bao-Yu yang berjalan mendahuluinya.
Selesai mandi, Hu Liena di hias sedemikian rupa oleh kedua gadis pelayannya ini.
Luqiu bertugas menyiapkan gaun yang akan di kenakan Hu Liena memasuki Istana hari ini.
Dan Bao-Yu, bertugas merias wajah Hu Liena.
Keduanya saling bahu-membahu membantu Hu Liena, tanpa berebut sama sekali.
Dan tentu saja, Hu Liena sangat senang dengan perilaku kedua pelayannya tersebut.
"Putri, anda terlihat cantik memakai gaun ini. Gaun ini sangat cocok, dengan kepribadian anda." Puji Bao-Yu kepada Hu Liena yang tampak bak Dewi yang turun ke bumi.
"Ini semua berkat Luqiu, dia yang menyiapkan gaun ini untukku. Terima kasih, Luqiu!" Ujar Hu Liena seraya tersenyum lembut ke arah Luqiu.
"Dan kau Bao-Yu, terima kasih juga, karena sudah merias wajahku hingga secantik ini." Ucap Hu Liena seraya menebar senyuman manis ke arah Bao-Yu.
Luqiu dan Bao-Yu merasa tersanjung, mendapat pujian seperti itu dari majikannya.
"Nona! Aku tidak menyangka, jika Anting yang terlihat sederhana kemarin, akan sangat mempesona ketika anda yang memakainya." Ujar Luqiu seraya melirik ke arah Anting yang di kenakan Hu Liena.
Hu Liena mengangguk, memang benar ucapan dari Luqiu. Jika Anting ini terlihat berbeda dari kemarin ketika dia melihatnya di toko perhiasan.
__ADS_1
"Antingnya memang sangat indah, dan entah kenapa, aku seperti memiliki keterikatan dengan Anting ini." Ucap Hu Liena sembari menyentuh kedua Anting yang terpasang di daun telinganya.
Luqiu memperhatikan Anting yang di kenakan Hu Liena, ia juga merasa tak asing dengan Anting tersebut. Namun Luqiu tidak mau menerka-nerka, mungkin itu hanya kebetulan saja, atau memang ada Anting yang serupa, yang pernah ia lihat sebelumnya.