
Hu Liena yang melihat perubahan itu dengan jelas, langsung menyindirnya secara terang-terangan.
"Apa? Tidak terima, jika aku membuat Putrimu cacat seperti itu?" Ucap Hu Liena sembari memelototkan matanya kepada Bibi Kiew.
Reaksi Hu Liena saat ini, mampu memancing gelak tawa untuk beberapa orang yang berada di sana.
Contohnya Hu Boqin, dan pengawal setianya Changing. Mereka sebisa mungkin menahan tawanya agar tak keluar.
Nona Hu Liena, bisa-bisanya marah memasang muka lucu seperti itu. Dasar, he-he! batin Changing.
Sedangkan Hu Boqin memalingkan mukanya ke tempat lain, karena sudah tak sanggup menahan perasaan gelinya.
Memang dasarnya sudah cantik! Mau marah, atau memasang muka kejam sekalipun. Putriku tetap terlihat cantik, batin Hu Boqin.
Berbeda dengan dua orang yang sedang berusaha menahan tawa mereka. Li Junjie malah menahan nafas, karena jantungnya serasa berhenti berdetak melihat muka menggemaskan Hu Liena.
Sial! Mengapa jantungku menjadi tak karuan seperti ini? Calon Istriku ini berbahaya sekali! Jantungku bisa benar-benar berhenti, jika terus melihatnya seperti ini! batin Li Junjie.
Bibi Kiew membalas memelotot ke arah Hu Liena.
Dia merasa tidak terima dengan perlakuan Hu Liena kepada Putrinya.
Mendapat reaksi seperti itu dari Bibi Kiew. Hu Liena semakin gencar melakukan serangan dengan kata-kata yang mengancam.
"Baik-baik, aku tidak akan menyakiti Putri tersayangmu lagi. Tapi aku akan mengalihkan siksaanku kepada Cucu perempuanmu, menyenangkan bukan? Aku akan membuat hidupnya menderita, sama seperti kalian yang sudah membuat hidupku menderita selama ini. Dan untuk apa yang telah kalian lakukan kepada Mendiang Ibuku, aku akan menagihnya secara perlahan-lahan, berikut dengan bunganya. Dan anggap saja, apa yang ku lakukan sekarang, sebagai harga awal yang harus kalian bayar."
Tatapan Bibi Kiew berubah panik kembali.
Bukan nyawanya yang akan hilang yang Bibi Kiew takutkan. Tapi ancaman Hu Liena yang akan menyakiti Cucunya, yang membuat Bibi Kiew menjadi gelisah.
Kalau saja Pangeran Jun tidak menotok jalur suaranya, mungkin Bibi Kiew akan berteriak keras menolak ancaman dari Hu Liena.
"Kenapa kau tidak membunuh mereka semua saja sekarang, Sayang? Ini terlalu melelahkan jika harus menyiksa mereka secara perlahan!" Ucap Li Junjie melayangkan protes kepada Hu Liena.
"Apanya yang melelahkan? Justru ini akan sangat menyenangkan, Pangeran. Jika kita membunuh mereka langsung, itu akan sangat merugikan kita. Bagaimana bisa, orang yang sudah membuat Ibuku menderita, mati begitu saja." Tolak Hu Liena tegas.
"Kalau untuk masalah Ibu dan Anak itu aku setuju, tapi kalau untuk Nyonya Liu ini, bagaimana kalau kita menyerahkan urusan menyiksanya kepada Nyonya keluarga Yue saja, Sayangku?"
Hu Liena tersenyum lebar, ide calon Suaminya itu benar-benar membuatnya bahagia.
__ADS_1
Dengan menyerahkan Bibi Kiew kepada Nyonya Yue, hidupnya akan lebih menderita.
Ekspresi wajah Bibi Kiew berubah-ubah ketika mendengar ide yang di berikan Pangeran Jun kepada Hu Liena.
Kalau bisa memilih, Bibi Kiew lebih baik mati daripada harus kembali ke keluarga Yue.
Apalagi sekarang, Pangeran Jun akan menyerahkannya untuk di siksa oleh Nyonya Yue.
Bibi Kiew sampai lemas hanya dengan membayangkannya saja.
Nyonya Yue sangat kejam. Bahkan lebih kejam dari Algojo penjara di Istana.
Dia itu gangguan jiwa, dan Bibi Kiew pernah merasakan kegilaan Nyonya Yue ketika masih berada di sana.
"Idemu bagus juga, Pangeran! Aku akan mengutus Paman Wang, untuk memberi kabar kepada Nyonya Yue saat ini juga." Ucap Hu Liena dengan binar bahagia.
"Tapi hati-hati, jangan sampai Tuan Yue mengetahuinya. Jika dia tahu Putri dan Cucunya sedang di siksa di sini, masalahnya akan semakin runyam." Bisik Li Junjie perlahan.
Hu Boqin hanya berdiam diri saja memperhatikan gerak-gerik Putri dan calon menantunya itu.
Dia ingin terlibat, tapi takut dengan pengaruh Pangeran Jun, yang bisa saja menolak bantuannya.
Tapi jika dia hanya berdiam diri saja, Hu Boqin juga tidak bisa. Dia juga memiliki dendam yang harus di tuntaskan, kepada orang-orang yang membunuh mendiang Istrinya.
Li Junjie mengerutkan alisnya.
Hu Boqin bergetar, ia takut jika Pangeran Jun akan menolak bantuannya.
Namun tak di sangka-sangka, Li Junjie menganggukkan kepala setelah beberapa saat.
"Masuk akal juga saranmu, Ayah Mertua! Dengan begini, kepala keluarga Yue tidak akan curiga."
Hu Liena juga membenarkan ucapan Li Junjie.
Jika pengawal Ayahnya yang pergi, keluarga Yue tidak akan mencurigai mereka.
Hu Boqin 'pun langsung meminta Changing untuk pergi menemui Nyonya Besar keluarga Yue, untuk memberitahukan keberadaan Bibi Kiew, alias Nyonya Liu, orang yang sangat di benci Nyonya Yue.
Di kediaman keluarga Yue...
__ADS_1
"Nyonya, ada utusan dari kediaman Perdana Menteri ingin menemui anda!" Lapor seorang pelayan kepada Nyonya Yue yang sedang menikmati teh Oolong miliknya.
"Ada keperluan apa orang-orang Perdana Menteri denganku?" Gumam Nyonya Yue dengan heran.
Pelayan tua yang berada di samping Nyonya Yue berbisik. "Mungkin ini ada hubungannya dengan Putri Tuan Besar, Yueqin."
"Mau apa dia menghubungiku? Meminta bantuan? Aku tidak tertarik!" Ucap Nyonya Yue dengan perasaan benci.
Dia memang tidak menyukai Yueqin sama sekali.
Alasannya sangat jelas! Karena Yueqin adalah Putri murba, dari seorang selir yang tidak di sukainya.
"Salam hormat hamba, Nyonya!" Ucap Changing dengan sopan.
Nyonya Yue menatap Changing dengan tatapan tidak suka. Bahkan dia tidak menjawab salam yang di ucapkan oleh Changing saat ini.
"Ada apa? Apa Anak itu membuat onar lagi? Dan sekarang kau datang untuk meminta bantuan kami?" Tanya Nyonya Yue sinis.
Changing memberi hormat sekali lagi, lalu menyampaikan maksud kedatangannya kemari.
"Hamba di utus Tuan Perdana Menteri untuk mengabarkan tentang kerabat anda yang hilang, Nyonya."
"Kerabat? Aku tidak kehilangan kerabat! Kalian jangan mengada-ada, hanya karena ingin meminta bantuanku!" Ujar Nyonya Yue masih angkuh.
Changing tidak kehilangan akal. Dia sudah sering menemui orang yang congkak seperti Nyonya keluarga Yue ini.
"Bagaimana dengan Nyonya Liu Ning? Bukankah dia juga kerabat anda?"
Tatapan Nyonya Yue berubah drastis ketika mendengar nama Liu Ning di ucapkan.
"Di mana dia? Di mana si Liu Ning itu?" Tanya Nyonya Yue tergesa-gesa.
"Sabar Nyonya, orang itu berada di bawah pengawasan Putri Xia dan Pangeran Jun sekarang. Maksud hamba datang kemari adalah untuk menawarkan kesepakatan." Ucap Changing tenang.
Nyonya Yue merasa kesal karena Changing tidak segera memberitahukan keberadaan Liu Ning.
"Kesepakatan apa yang kalian inginkan? Cepat katakan!" Kata Nyonya Yue dengan tidak sabar.
"Kesepakatannya adalah, anda harus menyiksa Nyonya Liu Ning dengan kejam, dan jangan sampai di lepaskan. Dan satu lagi, Perdana Menteri secara khusus meminta anda, untuk merahasiakan tentang hal ini dari Kepala keluarga Yue."
__ADS_1
Ucapan Changing tentu saja langsung di setujui oleh Nyonya Yue.
Bahkan tanpa di minta sekalipun, Nyonya Yue akan tetap merahasiakan hal ini dari Suaminya.