Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
82. Bingwen.


__ADS_3

Setelah menyelesaikan urusannya, Nyonya Bai langsung berpamitan kepada Hu Boqin dan Hu Liena.


Dia pergi dengan perasaan lega, meskipun harus kehilangan Suami dan perempuan yang dia anggap sebagai Putrinya. Nyonya Bai tidak merasa menyesal sama sekali, bahkan rasanya, beban hidup yang dia tanggung di pundaknya selama ini terasa ringan.


Nyonya Bai akan memulai hidupnya kembali, menghabiskan masa tua yang tenang dan damai.


Sementara itu, di kediaman keluarga Mo. Mo Chong an yang mendengar desas-desus tentang Yueqin yang di kurung di kediaman Perdana Menteri, merasa murka.


Pasalnya, selama ini dia yang selalu melindungi Yueqin. Dan hari ini, Mo Chong an mendengar kabar tentang hal buruk yang menimpa perempuan yang dia lindungi, hal itu telah membuat dirinya menjadi sangat murka.


"Bajingan! Semua pasti ulah gadis sialan itu! Aku harus bergerak untuk menyelamatkan Nyonya Yueqin, aku harus bisa membebaskannya dari sana!" Kata Mo Chong an penuh kemarahan.


Putranya, Mo Yan Zhen juga merasa geram. Yueqin adalah Ibu, dari gadis yang dia sukai, Xiulin. Bagaimana mungkin dia juga bisa merasa tenang setelah mendengar berita buruk tentang mereka berdua saat ini.


"Ayah, aku juga akan ikut dalam misi ini. Aku tidak mau terjadi apapun, terhadap Bibi Yue dan Putrinya." Ucap Mo Yan Zhen cemas.


"Tidak! Kau tidak boleh ikut kesana, ini sangatlah berbahaya. Bisa-bisa kau tertangkap oleh orang-orang Perdana Menteri, jika itu terjadi keadaannya akan semakin runyam." Tolak Mo Chong an.


Mo Yan Zhen mengepalkan tinjunya, dia selalu saja di anggap beban oleh sang Ayah.


Kemampuan ilmu beladiri yang dia miliki sekarang telah naik tingkat beberapa waktu lalu. Dan Mo Yan Zhen yakin, kali ini dia bisa menghadapi para pengawal Perdana Menteri dengan mudah.


"Ayah, aku ingin mencobanya. Aku janji, aku tidak akan mengecewakan Ayah." Ucap Mo Yan Zhen penuh tekad.


Mo Chong an akhirnya menyerah, dan membiarkan Putranya turut serta dalam upaya penyelamatan, yang akan dia lakukan malam ini.


"Baiklah, kau boleh ikut. Tapi ingat, kau tidak boleh lengah selama di sana. Kau harus tetap waspada, dan jangan sedikitpun melakukan kesalahan." Ucap Mo Chong an tegas memberi peringatan kepada sang Anak.


"Baik, Ayah!" Jawab Mo Yan Zhen bersemangat.


Di gerha bunga...


"Paman Wang, kalian harus mengetatkan penjagaan malam ini!" Kata Hu Liena kepada kedua pengawal pelindungnya, Wang Bersaudara.


"Baik Putri, kami akan melaksanakan perintah anda!" Jawab Wang Shu.


Seperti biasa, Wang Wey memang jarang bicara. Jadi dia menyerahkan semua keputusan kepada Adiknya, Wang Shu.


Apapun yang Wang Shu ucapkan, Wang Wey akan menganggapnya sebagai ucapan dia juga.


"Bagus Paman, kalian berdua memang bisa ku andalkan." Balas Hu Liena yang merasa puas dengan kinerja keduanya.


Setelah pembicaraan mereka selesai, Kedua Wang Bersaudara meminta ijin untuk kembali melakukan tugas mereka.

__ADS_1


"Bao-Yu!" Panggil Hu Liena.


"Hamba Putri ...," Jawab Bao-Yu sopan.


"Kemarilah!" Ucap Hu Liena sembari melambaikan tangannya.


Bao-Yu mendekat, namun Hu Liena langsung menariknya agar semakin dekat dengan dirinya.


"Aku punya rencana bagus!" Bisik Hu Liena.


"Apa itu, Putri?" Tanya Bao-Yu penasaran.


"Begini ...,"


Hu Liena lalu membisikkan rencana yang dia miliki kepada Bao-Yu.


"Apa kau mengerti?" Tanya Hu Liena setelah membisikkan semua rencana yang dia punya.


"Mengerti, Putri!" Jawab Bao-Yu bersemangat.


Luqiu yang merasa tidak di libatkan, menjadi bermuram durja.


"Putri, jika Bao-Yu di beri kesempatan membantu anda, mengapa hamba tidak?" Ucap Luqiu seraya memohon kepada Hu Liena.


"Benarkah?" Ucap Luqiu yang menjadi antusias.


"Ini ...," Hu Liena menyodorkan sebuah amplop coklat kepada Luqiu.


"Surat?" Tanya Luqiu heran.


Hu Liena mengangguk, lalu menerangkan tentang apa yang harus di lakukan oleh Luqiu.


Setelah mendengar akan tugasnya, Luqiu tidak merasa bingung lagi. Dia langsung menerima amplop coklat itu dari Hu Liena, dan bergegas pergi melakukan tugasnya.


Hu Liena menoleh kembali ke arah Bao-Yu yang sekarang masih berada di situ.


"Pergilah! Siapkan semua barang yang akan kau butuhkan untuk nanti malam." Kata Hu Liena yang di balas anggukkan oleh Bao-Yu.


"Hormat hamba, Putri!"


Seseorang langsung muncul begitu Luqiu, dan Bao-Yu meninggalkan kamar Hu Liena.


"Bagaimana? Apa kau sudah menyelesaikan semua yang ku ucapkan?" Tanya Hu Liena kepada orang tersebut.

__ADS_1


"Sudah Putri, hamba sudah menyebarkan rumor itu di sekitar kediaman keluarga Mo. Dan bahkan, orang-orang yang hamba tugaskan di sana juga sudah memastikan, jika Bangsawan Mo sendiri sudah mendengar tentang kabar ini." Ucap orang tersebut yang bukan lain adalah Bingwen.


Bingwen di utus oleh Li Junjie, untuk membantu Hu Liena jika di butuhkan.


Selain itu, keterampilan Bingwen yang mumpuni dalam ilmu beladiri akan sangat berguna untuk melindungi Hu Liena.


Itu yang di ucapkan oleh Li Junjie ketika menyerahkan Bingwen kepada Hu Liena langsung.


"Itu berarti, dugaan tentang Mo Chong an dan Putranya akan datang malam ini juga benar?" Tanya Hu Liena ingin memastikan.


"Benar Putri, mereka akan datang." Jawab Bingwen penuh keyakinan.


Hu Liena tersenyum smirk, lalu menjawab ucapan Bingwen.


"Kalau begitu, mari kita sambut kedatangan mereka dengan sambutan yang meriah!"


Mata Bingwen juga berkilat ketika Hu Liena mengucapkan hal itu. Sudah lama sekali, Bingwen tidak pernah merasa bersemangat seperti ini.


Saking semangatnya, Bingwen bahkan tak sadar telah mengepalkan tinjunya dengan erat.


"Hamba akan menyambut mereka dengan ramah, Putri!" Ucap Bingwen seraya menampilkan senyum liciknya.


"Baik, aku akan menyaksikan keramahanmu di pesta nanti malam. He-he!" Ucap Hu Liena sembari terkekeh geli karena ucapan Bingwen.


Pengawal Pangeran Jun memang beda. Bagaimana bisa, acara baku hantam di sebut ramah?


Tapi tidak apa-apa, Hu Liena akan menyaksikan keramahan pengawal Pangeran Jun malam ini.


Dan itu juga membuat dirinya sangat antusias, dan jiwa kejamnya meronta-ronta, karena ingin berpartisipasi langsung dalam acara nanti malam.


Di malam harinya...


Lebih dari sepuluh bayangan hitam, berkelebat di tengah kegelapan.


Seseorang dari mereka, memberi isyarat agar mereka bergerak menjadi dua kelompok.


Yang satu kelompok ke arah kanan, dan satu kelompok lagi ke arah kiri.


"Apa kau yakin di sini tempatnya?" Tanya salah satu bayangan hitam.


"Hamba yakin, Tuan Muda! Ini adalah tempat Nona Xiulin di kurung!" Jawab si bayangan hitam yang di tanya tadi.


"Kalau begitu, ayo cepat bergerak!" Kata bayangan hitam yang di panggil Tuan Muda.

__ADS_1


Mereka 'pun segera bergerak ke arah bangunan yang di yakini sebagai tempat di kurungnya Xiulin.


__ADS_2