Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
106. Jangan jauh-jauh dariku!


__ADS_3

"Apa Tuan Besar sudah kembali?" Yueqin bertanya dengan cemas kepada salah seorang penjaga.


"Belum, Nyonya!"


"Ada apa ini? Mengapa perasaanku menjadi tidak enak!" Yueqin kembali lagi ke dalam kamarnya dengan berbicara pelan sepanjang perjalanan.


"Hallo, Bibi!"


Yueqin yang baru saja menutup pintu, langsung berbalik badan begitu mendengar suara yang sangat familier baginya.


"Hu Liena! Kau ...," Ucapan Yueqin tertahan karena Hu Liena langsung menodongkan pisau ke leher Yueqin.


"Jika kau bersuara satu patah kata saja, pisau ini, akan dengan senang hati aku tusukkan di lehermu!" ancam Hu Liena dengan menekan pisau belati di Leher Yueqin.


Yueqin menjawab dengan sorot mata menyiratkan ketakutan. "Aku tidak berani!" ucap Yueqin bergetar.


"Baguslah! Itu yang aku harapkan!" Ujar Hu Liena angkuh.


Li Junjie hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Hu Liena.


Yueqin lalu di giring oleh Hu Liena untuk duduk di kursi yang berhadap-hadapan dengan Li Junjie.


"Sekarang, aku ingin kau menyebutkan, dengan siapa saja Qiang Geming bekerja sama." Hu Liena berbicara dengan nada santai. Meskipun begitu, ujung pisau yang berada di leher Yueqin semakin di tekan hingga meninggalkan sebuah luka goresan.


"Aku tidak tahu!" Jawab Yueqin sambil meringis menahan sakit.


"Jangan berbohong!" Tekan Hu Liena.


"Agghhh!" Yueqin merintih kesakitan dengan darah yang mulai merembes dari lehernya.


"Sekarang, katakan!" Tegas Hu Liena dengan menambah tekanan di tangannya.


"Baik, baik! Aku akan mengatakannya!" Ucap Yueqin sambil mengernyit menahan sakit.


Hu Liena menarik pisaunya sedikit menjauh dari leher Yueqin. "Katakan!" Ucap Hu Liena tegas.


Yueqin bergidik ketika membayangkan lehernya tertancap pisau yang berada di tangan Hu Liena.


Dengan membayangkannya saja, membuat Yueqin ketakutan setengah mati. Apalagi jika pisau itu benar-benar menusuk lehernya, Yueqin pasti akan merasakan kesakitan yang teramat sangat.


"Pangeran Yu Zemin dari kerajaan Qian, dia ...,"


_Shiiuuttt!_

__ADS_1


Sebuah anak panah melesat mengincar leher Yueqin dengan kecepatan tinggi.


"Awas!" Hu Liena secara reflek mendorong tubuh Yueqin ke arah samping.


Li Junjie yang duduk di hadapan Yueqin sebelumnya juga ikut melompat, karena serangan anak panah yang di tujukan kepada Yueqin kini menyasar kepada dirinya.


"Apa kau terluka, Putri?" tanya Li Junjie cemas.


"Aku tidak apa-apa!" jawab Hu Liena sambil menggeleng pelan.


Li Junjie menarik nafas lega setelah mendengar jawaban dari Hu Liena.


Hu Liena mendekat ke arah Yueqin yang sedang duduk di lantai dengan tubuh gemetar. "Cepat bangun!"


"Putri, biarkan saja dia! Kita harus cepat pergi dari tempat ini! Sangat berbahaya jika kita tinggal terlalu lama! Ini daerah kekuasaan musuh, ingat itu!" Li Junjie takut terjadi apa-apa dengan Hu Liena.


Jika dia datang sendiri, mungkin dia tidak akan secemas ini. Namun sekarang, dirinya membawa serta Hu Liena. Jika musuh bergerak, Li Junjie tidak akan bisa lebih leluasa untuk menyerang, karena fokusnya akan terbagi untuk menjaga Hu Liena.


"Tapi dia ...," Hu Liena merasa ragu jika harus membiarkan Yueqin sebelum mengorek lebih banyak informasi darinya.


"Biarkan saja! Sangat beresiko, jika kita harus membawanya!" Yueqin seketika merasa ketakutan mendengar ucapan Li Junjie.


"Tidak! Aku mohon! Jangan tinggalkan aku di sini!" ratap Yueqin penuh harap.


Yueqin takut Hu Liena akan meninggalkannya di sana. Seseorang berusaha membunuhnya barusan, tidak menutup kemungkinan, jika orang tadi akan mencoba membunuhnya lagi.


"Tidak! Jangan!" Yueqin kembali meratap setelah Hu Liena tak terlihat lagi dari hadapannya.


"Di mana mereka!" Para penjaga datang tepat setelah Li Junjie dan Hu Liena meninggalkan kamar Yueqin.


"Mereka sudah pergi ...," Jawab Yueqin ketakutan. Pasalnya, para penjaga datang, dengan wajah yang tampak tidak ramah.


"Tangkap, dan siksa wanita tua itu!" Suara seorang pria terdengar dari arah belakang para penjaga.


"Yang Mulia! Dia ini Istrinya Tuan Besar Qiang!" Si penjaga merasa canggung jika harus menangkap Yueqin.


"Qiang Geming sudah gagal! Dia juga sudah berkhianat! Aku tidak ingin, memberi perlindungan kepada seorang Istri pengkhianat!"


Yueqin semakin gemetar ketakutan mendengar dia harus di hukum karena kesalahan Qiang Geming.


Dia akhirnya merasa menyesal telah berbuat kejahatan di kediaman Perdana Menteri dengan menyakiti Hu Liena.


Seandainya dia tidak serakah, dan bisa mensyukuri keadaan, mungkin dia tidak akan menjadi seperti ini sekarang.

__ADS_1


"Aku mohon jangan! Jangan lakukan itu padaku!" Yueqin berusaha memohon, tapi para penjaga langsung menariknya dengan paksa.


"Yang Mulia Pangeran! Kedua orang itu berhasil lolos!" Setelah Yueqin di seret, datang seorang pengawal berbaju hitam memberikan laporan.


"Brengsek!" Orang yang di sebut sebagai Pangeran, yang bukan lain adalah Yu Zemin, marah dengan menggebrak meja.


"Aku tidak mau tahu! Mereka harus segera di tangkap! Bagaimanapun juga caranya!" Ucap Yu Zemin dengan geram.


"Baik, Yang Mulia!" Jawab si pengawal berbaju hitam lalu pergi secepat kilat dari ruangan.


Yu Zemin membanting semua barang yang berada di dalam ruangan. Dia merasa frustasi karena Hu Liena, dan juga Li Junjie lolos dari kejaran para pengawalnya.


"Sialan kau, Pangeran Jun! Lihat saja! Aku akan membuat perhitungan denganmu! Dan kau Putri Xia, aku akan membuatmu menyesal, karena telah berani mendukung si Pangeran sialan itu secara terang-terangan untuk melawanku!" Teriak Yu Zemin dengan keras.


Di tempat lain...


"Huhh, hampir saja!" Hu Liena mengusap keningnya yang di penuhi keringat.


"Apa kau lelah?" Li Junjie bertanya sambil mengelus puncak kepala Hu Liena.


Hu Liena menggeleng pelan. "Tidak! Justru aku merasa bersemangat! ini benar-benar menyenangkan!" Ucapnya dengan antusias.


Li Junjie hanya tersenyum menanggapi ucapan Hu Liena yang terkesan sangat berani.


Gadis lain mungkin akan gemetar ketakutan jika harus berlari, dan menyusup ke sarang musuh.


Hu Liena malah sebaliknya. Dia justru sangat berani, dan tidak terlihat takut sama sekali.


"Lain kali, kita tidak perlu melakukan hal ini!" Ucap Li Junjie sambil terus mengelus kepala sang kekasih.


"Kenapa?" Hu Liena merasa kesal karena Li Junjie mengganggu kesenangannya.


"Berbahaya, Putri! Sebaiknya, kau tinggal di rumah saja menungguku pulang!" Jawab Li Junjie lembut.


"Tidak! Aku tidak mau! Di manapun kau berada, aku harus di sana juga!" tolak Hu Liena tegas.


Li Junjie merasa lucu dengan ekspresi Hu Liena yang sedang serius seperti ini. Baginya, apapun yang di katakan, ataupun di lakukan oleh Hu Liena. Mau dia marah-marah, ataupun merajuk sekalipun, Hu Liena tetap cantik, dan semakin menggemaskan.


"Baik, kau boleh melakukannya. Tapi dengan satu syarat." Kata Li Junjie serius.


"Apa itu?" tanya Hu Liena penasaran.


"Jangan jauh-jauh dariku! Aku tidak ingin kau sampai terluka oleh mereka! Mengerti?" nada Li Junjie lembut, namun penuh penekanan di setiap kata-katanya.

__ADS_1


Hu Liena mengangguk dengan patuh. "Baik!"


Li Junjie merasa puas, karena Hu Liena berubah menjadi gadis yang penurut.


__ADS_2