Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
77. Qin Zihui.


__ADS_3

Nyonya Bai mengira, Suaminya marah karena fitnahan itu. padahal sesungguhnya, Bangsawan Bai marah karena kebohongannya hampir saja terbongkar dan hampir saja Istrinya mengetahui kejadian yang sebenarnya.


Bahaya, ini benar-benar berbahaya!


Untung saja, Nyonya Bai tidak mempercayai surat tersebut dan memilih melaporkannya pada Bangsawan Bai. Kalau tidak! Bisa tamat dirinya hari ini, pikir Bangsawan Bai.


"Suamiku! Sepertinya, orang-orang itu adalah musuh Putri kita!" Kata Nyonya Bai dengan geram.


Di kerajaan Ying, keluarga Bai terkenal dingin dan arogan. Tak sedikit warga yang mengeluhkan tentang keluarga Bai ini. Bukan hanya kepala keluarganya saja yang kejam, namun Istrinya juga terkenal tidak berprikemanusiaan.


Sering sekali warga di hukum, hanya karena tidak sengaja menyinggung ataupun bermasalah dengan Istri dari keluarga Bai. Dan kebanyakan warga yang sering terkena hukuman adalah Ibu-Ibu, yang tidak sengaja bersinggungan di pasar, dengan Nyonya Bai.


Entah itu karena berebut barang, ataupun pakaian. Nyonya Bai selalu menghukum siapa saja, yang berani bersaing dengan dirinya.


"Aku rasa juga begitu, Istriku! Putri kita sepertinya dalam masalah besar, buktinya, orang itu sampai berani mengirimkan surat ini ke kediaman kita." Ujar Bangsawan Bai dengan geram.


Kali ini, Istrinya mungkin tidak akan percaya. Namun di lain hari, bisa saja orang itu akan mengirimkan bukti lagi yang lebih membahayakan dari ini.


Waspada! Aku harus waspada! batin Bangsawan Bai.


Nyonya Bai duduk di samping Kurs Suaminya.


Dia lalu mulai berbicara dengan nada suara yang berat, tampak sekali kalau Nyonya Bai sedikit terpengaruh dengan adanya surat ini.


"Suamiku, apa tidak sebaiknya kita mencari tahu dulu, siapa sebenarnya orang yang telah mengirim surat ini." Ucap Nyonya Bai.


Bangsawan Bai melirik ke arah sang Istri. Lalu menggelengkan kepalanya tanda tidak menyetujui usul Nyonya Bai.


"Tidak, tidak perlu!" Tolak Bangsawan Bai.


"Kenapa?" Tanya Nyonya Bai kesal.


"Aku sudah tahu, siapa orang yang mengirimkan surat ini!" Tegas Bangsawan Bai.


Terkejut! Itulah yang di alami oleh Nyonya Bai sekarang.


"Kau sudah tahu? Siapa? Siapa orang itu?" Tanya Nyonya Bai dengan tidak sabar.


"Siapa lagi, kalau bukan Bangsawan Yue!" Ucap Bangsawan Bai sinis.

__ADS_1


"Bangsawan Yue, sialan!" Teriak Nyonya Bai keras.


Tubuhnya Nyonya Bangsawan bergetar saking marahnya dia ketika mendengar nama Bangsawan Yue dari mulut sang Suami.


"Apa tidak cukup, dia menculik Putri kecilku? Dan sekarang, dia bilang jika Yueqin bukan Putri kandungku? Apa sebenarnya yang dia inginkan? Perang? Apa dia ingin berperang dengan kita?" Teriak Nyonya Bai lantang.


"Sabar, sabarlah Istriku." Ucap Bangsawan Bai.


Diam-diam, Bangsawan menyeringai jahat ketika Istrinya murka seperti itu.


"Tidak! Aku tidak bisa sabar lagi sekarang!" Balas Nyonya Bai dengan geram.


"Baik! Kita akan segera membalas perbuatan yang di lakukannya nanti malam, sekarang kau beristirahatlah dulu. Aku akan mencari Yengli untuk menyusun rencana kita, bagaimana?" Tanya Bangsawan Bai yang sontak membuat sang Istri langsung tenang.


"Aku mengandalkanmu, Suamiku." Balas Nyonya Bai.


Bangsawan Bai langsung beranjak dari ruangan pribadi Istrinya. Sekarang dia tergesa-gesa menuju ke gerha miliknya di paviliun utara.


Sesampainya di gerha miliknya, Bangsawan langsung membanting vas bunga yang berada paling dekat dengan dirinya.


PRANGG...


"Ada apa Tuan?" Yengli yang terkejut, langsung memasuki kamar Bangsawan Bai.


"Si Bangsawan Yue, dia berani sekali mengirim surat peringatan kepada Istriku." Kata Bangsawan Bai penuh emosi.


"Surat peringatan?" Tanya Yengli heran.


"Iya, dia menuliskan jika Yueqin bukanlah Putri Nyonya." Tutur Bangsawan Bai.


Yengli adalah orang kepercayaan dirinya, jadi Bangsawan Bai selalu menceritakan apapun kepada Yengli. Baik itu masalah pribadi, ataupun masalah bisnisnya. Bangsawan Bai selalu terbuka.


"Bukankah itu memang benar, Tuan? Nyonya Perdana Menteri bukanlah Putri Nyonya Besar, melainkan Putri dari mantan kekasih anda yang pertama, Nyonya Liu Ning!" Ucap Yengli yang membuat Bangsawan Bai membentaknya.


"Diam kau, Yengli! Jangan sampai ada orang yang mendengar ucapanmu!"


Yengli langsung menutup mulutnya segera.


"Dengar, kau tidak boleh menceritakan hal ini kepada siapapun! Aku sudah mengatur cerita ini sedari dulu, jangan sampai karena kecerobohan mulutmu itu, Istriku mengetahui kejadian yang sebenarnya. Apa kau paham, Yengli!" Tegas Bangsawan Bai.

__ADS_1


Yengli mengangguk, dia berjanji akan mengunci mulutnya lebih rapat lagi bila perlu.


Bangsawan Bai memilih duduk untuk menenangkan kemarahannya yang sudah naik sampai puncak kepala. Akibat surat yang di kirimkan Bangsawan Yue, hampir saja ada perang ketiga di kediamannya hari ini.


Istrinya adalah wanita kaya raya, jika bukan karena kekayaan Istrinya itu, tidak mungkin dia akan naik tingkat secepat ini.


Dan jika Istrinya tahu tentang kebobrokan dirinya sebelum menikah, dan menyandang nama keluarga Bai yang terhormat.


Mungkin dia akan di tendang dari kediaman keluarga Bai, dan mungkin juga status dirinya akan jatuh lebih rendah lagi setelah itu.


Tidak! Istriku tidak boleh tahu, kalau Yueqin memang bukanlah Putri kandungnya. Bisa gawat hidupku, kalau dia sampai tahu akan hal itu, batin Bangsawan Bai.


Flashback on...


"Aku hamil!" Ucap Liu Ning.


Bangsawan Bai, yang saat itu masih berstatus sebagai pelajar langsung terkejut begitu mendengar pengakuan dari kekasihnya itu.


"Hamil? Benarkah?" Tanya Bangsawan Bai.


"Benar, zihui! Usia kandunganku sekarang baru mencapai dua minggu." Jawab Liu Ning datar.


Zihui, adalah nama Bangsawan Bai ketika belum menikah dulu. Marga keluarganya adalah Qin, dan nama lengkap Bangsawan Bai adalah Qin Zihui.


"Itu berita bagus! Kita berdua sudah bertunangan, kita bisa meminta kedua orangtua kita untuk segera menyiapkan pesta pernikahan." Sahut Zihui dengan bersemangat.


Liu Ning menggelengkan kepala, lalu kembali mengeluarkan suaranya.


"Tidak, aku tidak ingin menikah denganmu!"


"Apa? Apa yang kau bilang barusan? Kita ini sudah bertunangan, dan sekarang kau bilang tidak ingin menikah denganku? Lalu bagaimana, bagaimana dengan anak yang ada di dalam kandunganmu? Bagaimana dengan nasib anakku?" Zihui berteriak histeris ketika Liu Ning mengucapkan penolakan.


"Tuan muda Yue! Dia yang akan menjamin kehidupan anak ini!" Ucap Liu Ning penuh tenang.


Qin Zihui benar-benar terkejut dengan pengakuan yang di ucapkan kekasihnya. Semudah itu, semudah itu sang kekasih mengganti dirinya dengan sosok lain. Dan sosok lain itu adalah orang terhormat yang sedang berkunjung ke kota tempatnya tinggal.


"Apa maksudmu? Katakan padaku, Liu Ning!" Bentak Qin Zihui yang emosi.


Liu Ning 'pun mencibir ke arah Qin Zihui yang tampak berantakan tersebut.

__ADS_1


"Tuan Muda Yue lebih bisa di andalkan di banding dirimu! Dia mapan, tampan, dan juga punya potensi untuk naik ke posisi yang lebih tinggi. Sementara dirimu, tidak ada kesempatan sama sekali. Aku ingin hidup enak, dengan menjadi Istri dari Tuan Muda Yue, hidupku dan anakku kelak akan terjamin."


__ADS_2