
Para penonton yang berisik, mampu membuat emosi Bangsawan Yan kian memuncak.
"Cepat katakan! Keadilan macam apa, yang kau inginkan?" Bentak Bangsawan Yan.
"Berikan kehidupan yang layak, Untuk Istri, dan Putri sahmu!" Ucap Hu Liena tegas.
Bangsawan Yan mendengus. Istri pertamanya ini sangat membosankan, tidak seperti wanitanya yang sekarang, yang pandai bersolek dan pandai memanjakan dirinya.
Sedangkan si Istri pertama, bisanya cuma menceramahinya saja. Jangan begini, jangan begitu. Harus begini, harus begitu. Dia sungguh membosankan, tidak bisa di ajak bersenang-senang.
"Baik, aku akan memberinya beberapa lembar uang kertas, dan juga tempat tinggal." Kata Bangsawan Yan dengan terpaksa.
Hu Liena menggeleng, lalu menolak keras perkataan sang Bangsawan.
"Bukan, bukan seperti itu yang 'ku inginkan!"
"Lalu apa? Apa yang kau inginkan, Putri sialan?" Bentak Bangsawan Yan dengan kasar.
Hu Liena menyunggingkan senyuman. Setelah itu, tangannya bergerak dan Bangsawan Yan langsung tumbang.
"Sepertinya, ucapan saja tidak cukup untuk memberimu pelajaran!" Cibir Hu Liena ketika sudah berada di dekat Bangsawan Yan.
"Bebaskan aku!" Ucap Bangsawan Yan dengan nada berat.
Jangankan bergerak, berbicara saja dia harus mengerahkan seluruh tenaga.
"Tidak! Enak saja minta di bebaskan! Kau ini harus di hukum berat!" Cibir Hu Liena.
Hu Liena lalu menyeret tubuh Bangsawan Yan memasuki kediaman, di susul oleh Luqiu, Bao-Yu, dan juga Mei Lien dan Ibunya.
"Ahhh, Tuan! Apa yang kau lakukan kepada Tuanku, cepat lepaskan dia!" Teriak seorang perempuan yang berdandan tebal.
Dengan beraninya, wanita itu menunjuk-nunjuk ke arah wajah Hu Liena, yang tampak kesal.
"Diam kau! Atau aku akan melakukan hal yang sama padamu!" Bentak Hu Liena yang mampu membuat perempuan itu bungkam.
"Jangan membentaknya!" Teriak Bangsawan Yan dengan keras.
__ADS_1
"Kau juga diam!" Kata Hu Liena sembari menendang kecil Bangsawan Yan.
"Putri, tolong jangan terlalu kasar kepada Ayahku" Mei Lien berbicara memohon.
Hu Liena terkejut, antara ingin menangis atau tertawa dengan permohonan Mei Lien.
"Ish, Ayahmu sudah berbuat jahat padamu, dan kau masih membelanya? Keterlaluan!" Bisik Bao-Yu kepada Mei Lien yang berada di sampingnya.
"Meskipun dia telah menelantarkan kami, hubungan darah tidak akan pernah berubah." Ucap Mei Lien sambil menundukkan kepala.
Hu Liena semakin geram kepada Bangsawan Yan. Bagaimana bisa, pria ini tega menelantarkan Anak baik seperti Mei Lien. Seandainya saja itu dia, mungkin Hu Liena tidak akan memaafkan Bangsawan Yan.
Mengingat hal itu, Hu Liena merasa bersyukur karena Ayahnya Hu Boqin telah berubah, dan menyadari semua kesalahannya.
Seandainya saja Hu Boqin masih tetap sama, mungkin Hu Liena tidak akan segan-segan untuk menghukumnya juga.
"Kau dengar itu? Putrimu mengkhawatirkanmu! Anak yang kau telantarkan itu, tidak ingin aku menyakitimu!" Sindir Hu Liena di depan muka Bangsawan Yan langsung.
Tatapan Hu Liena sekarang berpindah kepada perempuan berdandan tebal.
"Kau, kemari!" Panggil Hu Liena yang langsung di turuti oleh perempuan tersebut.
"Tapi ...," Perempuan itu berusaha menolak.
"Jadi kau lebih memilih agar aku yang mengusirmu? Baik, akan 'ku kabulkan keinginanmu!" Ucap Hu Liena sembari berjalan mendekati si perempuan.
"Tidak-tidak, aku akan pergi! Aku akan pergi sekarang!" Balas perempuan itu dengan ketakutan.
Setelah mengatakan itu, perempuan tadi berlari ke dalam kamar untuk mengambil barang-barangnya yang masih berada di sana.
Beberapa menit berada di dalam, akhirnya perempuan itu keluar dan langsung pergi meninggalkan kediaman.
"Perempuan itu sudah pergi, bisakah kau, maksudku anda membebaskanku sekarang?" Ucap Bangsawan Yan memelas.
"Aku tidak bilang akan membebaskanmu! Bisa saja 'kan, setelah aku pergi kau memanggil perempuan itu kembali." Ucap Hu Liena sembari mendelikkan matanya.
"Ti-tidak, hamba tidak akan melakukannya." Karena niatnya telah ketahuan, Bangsawan Yan 'pun mencoba menyangkal.
__ADS_1
Tapi bukan Hu Liena namanya, jika dia tidak mengetahui niat busuk Bangsawan Yan tersebut.
"Ish, kau berisik sekali!" Cibir Hu Liena. Dia lalu menoleh ke arah Mei Lien dan Ibunya.
"Sekarang, kalian tinggallah lagi di rumah ini. Ingat, jangan biarkan orang luar menguasai rumah ini lagi. Jika ada, segera melapor ke pihak berwenang. Bilang saja, kalian di bawah dukungan Pangeran Jun. Dan masalah pria ini, nanti akan ada orang yang mengurusnya."
Mei Lien dan Ibunya mengangguk mendengar ucapan Hu Liena.
Mereka sangat bersyukur, bisa bertemu dengan orang baik seperti Hu Liena hari ini.
Jika bukan karena bantuannya, mungkin mereka masih kelaparan dan terlantar di jalanan.
"Ini resep untuk Ibumu. Belilah obat ini, jangan meminta, karena tidak akan ada orang yang memberikannya." Ucap Hu Liena sembari tertawa kepada Mei Lien.
Mei Lien dan Ibunya juga ikut tertawa karena ucapan Hu Liena.
Setelah beberapa saat setelah kepergian Hu Liena, datanglah beberapa petugas dari pemerintahan untuk menangkap Bangsawan Yan.
Ternyata, orang yang di maksud akan datang oleh Hu Liena adalah mereka. Bangsawan Yan menjadi sangat panik, ketika dirinya di bawa paksa oleh para petugas.
"Tuan, apa kesalahanku? Tolong lepaskan aku! Jika aku pergi, siapa yang akan mencari nafkah untuk Anak dan Istriku?" Pinta Bangsawan Yan memelas.
"Diam kau pria brengsek! Bisa-bisanya berlindung menggunakan Anak dan Istri yang telah kau telantarkan, aku jadi ingin segera memukulimu." Bentak petugas pemerintahan yang merasa geram dengan Bangsawan Yan.
"Hey, kau! Kau ingin tahu kesalahanmu, 'kan? Baiklah, aku akan memberitahukannya agar kau tak merasa penasaran jika mati kelak. Pertama, kau telah menelantarkan Anak dan Istrimu hingga membuat mereka menderita. Kedua, dan yang paling fatal. Kau telah berani berbuat kurang ajar, dengan membantah ucapan Putri Xia. Jadi kau mendapatkan hukuman ganda dari Pangeran Jun, karena telah berani menolak keinginan Calon Istrinya." Tutur si petugas pemerintahan tersebut.
"Haha ... Dasar bodoh! Putri Xia di lawan, tentu saja Pangeran Jun akan turun tangan!" Ejek petugas pemerintahan yang lain.
Bangsawan Yan ingin menangis saja mendengar ejekan tersebut. Tidak hanya tidak beruntung, dia juga mendapatkan karma langsung karena telah berani menentang Putri Xia. Dengan begitu, dia juga telah menentang Pangeran Jun secara terang-terangan, hingga menyebabkan Pangeran yang satu itu murka.
Bangsawan Yan di jebloskan ke penjara, setelah terbukti bersalah melakukan kejahatan karena telah menelantarkan Anak dan Istrinya. Dan yang lebih memberatkannya, dia juga di tuntut atas perbuatan tidak baik kepada seorang Putri. Jadi hukumannya bertambah berkali-kali lipat, dan tak ada kesempatan lagi baginya, untuk melihat keindahan dunia luar.
Masalah perempuan penggoda yang sekarang telah lari juga, tak di ketahui hilangnya kemana.
Entah dia benar-benar lari, atau ada seseorang yang menculiknya. Karena sejak saat itu, perempuan berdandan tebal tak di ketahui lagi keberadaannya.
Sedangkan Mei Lien dan Ibunya, kini hidup damai dengan harta peninggalan dari Bangsawan Yan.
__ADS_1
Yang memang sudah seharusnya, menjadi milik mereka sedari dulu.
Di dalam hati Mei Lien dan Ibunya, kini penuh rasa syukur dan rasa terima kasih kepada Hu Liena yang telah menyelamatkan hidup mereka.