
Orang yang sedang duduk itu membalikkan badannya ke arah si petugas.
"Masalah ijin Kaisar, serahkan urusan itu kepadaku!" Ucap orang itu yang tak lain adalah Li Junjie.
Dia sengaja datang ke kantor pemerintahan di daerah ini untuk membantu maslah Nyonya Bai.
Meskipun Nyonya Bai sendiri tidak mengetahui bantuannya, tapi Li Junjie sendiri merasa puas.
Pasalnya, orang-orang yang telah menyulitkan kehidupan Hu Liena. Satu-persatu mulai di singkirkan, dan kini tinggal Yueqin dan Xiulin saja yang masih bebas.
Walaupun begitu, keadaan mereka jauh mengerikan daripada hidup di dalam penjara.
Yueqin yang di kurung dan di siksa oleh Perdana Menteri, entah kapan akan di bebaskan dari sana.
Sedangkan Xiulin, kini kulitnya mungkin akan cacat, dan tahu kapan akan sembuhnya.
"Baik, Yang Mulia Pangeran!" Ucap si petugas itu dengan patuh.
Setelah menyelesaikan urusan di kantor pemerintahan, Li Junjie kembali pulang ke Ibu kota.
Di gudang yang gelap...
"Bebaskan aku! Hu Liena, cepat bebaskan aku! Kalau tidak, aku akan membunuhmu!" Yueqin terus saja berteriak-teriak.
Teriakan keras Yueqin, tidak ada yang mau mendengarkan. Bahkan pelayan yang kebetulan lewat di sana, seperti acuh tak acuh ketika mendengar teriakan Yueqin tersebut.
"Brengsek! Bibi Kiew, kenapa kamu malah menghilang segala!" Umpat Yueqin merasa kesal karena tidak ada orang yang mau mendengarkan teriakannya.
"Bibi Kiew, tolong keluarkan aku dari sini!" Teriak Yueqin lagi.
Dia bahkan lupa, jika Bangsawan Yue pernah menyinggung tentang Bibi Kiew yang telah meninggal. Yueqin terus memaki, dan mengumpat Bibi Kiew di setiap ucapannya.
Pintu gerbang akhirnya terbuka, lalu seseorang masuk ke dalamnya.
"Siapa kau?" Bentak Yueqin karena tak dapat melihat jelas orang yang masuk barusan.
Orang itu tetap diam, tapi dari gerak-geriknya sudah pasti, jika orang itu adalah perempuan.
"Siapa kau?" Bentak Yueqin sekali lagi.
"Aku! Bai Yanzi!" Ucap perempuan tersebut yang memang adalah Nyonya Bai.
Dia sengaja datang untuk melampiaskan kekesalannya kepada Yueqin, yang sedari dulu selalu memperalatnya untuk berbuat kejahatan.
"Ibu!" Teriak Yueqin girang.
Yueqin belun tahu, kalau Nyonya Bai sudah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.
"Jangan panggil aku lagi dengan sebutan itu, Yueqin!" Tolak Nyonya Bai.
Yueqin terkejut mendengar penolakan dari orang yang di anggapnya Ibu.
"Kenapa Ibu? Apa yang terjadi padamu?" Tanya Yueqin heran.
__ADS_1
"Aku bilang jangan panggil aku seperti itu! Aku ini bukan Ibumu, mengerti!" Bentak Nyonya Bai.
"A-apa maksudnya ini?" Tanya Yueqin terbata-bata.
Nyonya Bai mendengus kasar, lalu menjawab pertanyaan Yueqin.
"Ibumu adalah Liu Ning, bukan aku. Jadi berhenti memanggilku Ibu, mulai dari sekarang. Karena memang, kau bukanlah Putriku!" Tegas Nyonya Bai.
Yueqin menggeleng, kenyataan ini sangatlah membuat dirinya menjadi kebingungan.
"Liu Ning? Aku tidak tahu siapa itu, tapi yang jelas kau adalah Ibuku!" Ucap Yueqin dengan yakin.
Nyonya Bai tergelak mendengar pernyataan dari Yueqin. Sungguh lucu sekali, perempuan jahat ini juga sama di bohongi oleh mantan Suaminya, Qin Zihui.
"Ha-ha! Apa Ayahmu tidak memberitahumu? Tentang siapa itu Liu Ning sebenarnya?"
Yueqin menggeleng, Ayahnya memang tidak mengatakan apapun perihal orang yang bernama Liu Ning.
"Kasihan sekali! Perempuan itu bahkan hidup berdampingan denganmu selama puluhan tahun, tapi kau tidak mampu mengenalinya!" Cibir Nyonya Bai.
"Si-siapa yang kau maksud?" Tanya Yueqin.
Pikirannya melayang kepada ucapan Bangsawan Yue beberapa hari yang lalu, yang menyebutkan jika Bibi Kiew adalah Ibu kandungnya.
Yueqin bergidik, jika kenyataan itu memang benar, dia hanyalah Putri seorang pelayan.
"Aku mendengar, kau mempunyai pelayang tua di sampingmu, benar begitu?" Tanya Nyonya Bai.
Jantung Yueqin serasa berhenti ketika mendengar pertanyaan ini.
Benar, dugaannya benar! Bibi Kiew pasti Ibu kandungnya, pikir Yueqin.
"Iya, aku memang memiliknya!" Jawab Yueqin datar.
"He-he! Ternyata begitu caramu memperlakukan Ibu kandungmu sendiri ya, Yueqin!" Sindir Nyonya Bai.
Yueqin hanya diam, dia tidak bisa menerima kenyataan yang menyakitkannya ini.
Melihat itu, Nyonya Bai kembali menyerang Yueqin dengan ucapannya yang lebih menyakitkan.
"Tapi aku tidak heran, secara kau ini adalah Istri dari orang yang terhormat. Jadi wajar saja, jika kau tidak mau mengakui Ibumu yang hanya seorang pelayan itu!" Cibir Nyonya Bai kasar.
"Diam! Diam kau! Bibi Kiew bukan Ibuku! Bukan dia! Bukan!" Teriak Yueqin dengan kencang.
Nyonya Bai tersenyum penuh kemenangan, ketika melihat Yueqin berteriak-teriak histeris di depannya.
"Diam katamu? Tidak akan, aku tidak akan diam! Aku bahkan belum memberitahu tentang kabar Ayahmu sekarang!" Kata Nyonya Bai yang sontak membuat Yueqin diam.
"Apa? Apa yang kau lakukan padanya?" Tanya Yueqin dengan geram.
Nyonya Bai berdecih mendengar pertanyaan dari Yueqin. "Apa yang 'ku lakukan? Cih .. Aku tidak perlu melakukan apapun, dia pasti mati karena kelakuannya sendiri!"
"Dasar perempuan tua sialan!" Maki Yueqin.
__ADS_1
PLAKK...
Nyonya Bai menampar mulut Yueqin dengan keras.
"Aku? Sialan? Kau yang sialan! Ayahmu yang sialan! Kalian semua yang sialan!" Teriak Nyonya Bai sembari melayangkan tangannya kembali untuk menampar Yueqin.
PLAKK...
PLAKK...
Agghhh...
"Hentikan! Hentikan!" Pinta Yueqin ketika Nyonya Bai menamparnya berulang-ulang.
"Hentikan? Tidak akan!" Jawab Nyonya Bai.
PLAKK...
PLAKK...
Agghhh...
Brughh...
Yueqin jatuh terjengkang ke belakang setelah Nyonya Bai mendorong kursi yang menopangnya.
"Dasar brengsek! Berani sekali kau memakiku perempuan sialan, padahal keluargamu sendiri yang seperti itu! Ciihh ...," Nyonya Bai membuang ludah ke arah Yueqin.
Yueqin yang sudah lunglai hanya bisa menggerakkan matanya karena tak bisa berbuat apa-apa.
Setelah merasa puas, Nyonya Bai berjalan keluar dari gudang gelap itu.
Di Aula kediaman Perdana Menteri...
"Apa tidak apa-apa, kita membiarkan Nyonya Bai menemui Bibi sendirian?" Tanya Hu Liena kepada Ayahnya.
"Tidak! Biarkan saja dia! Ini urusan keluarga mereka, kita tidak boleh mencampurinya!" Jawab Hu Boqin.
Hu Liena mengangguk, ucapan Ayahnya sangat masuk akal. Ini memang masalah yang serius untuk keluarga mereka, Yueqin dan Suaminya telah membuat kesalahan besar kepada Nyonya Bai.
Jadi pantas saja, jika Nyonya Bai ingin menemui Yueqin sendirian.
"Tuan Perdana Menteri!" Panggil Nyonya Bai yang baru memasuki Aula.
"Apa anda sudah selesai, Nyonya?" Tanya Hu Boqin ramah kepada Nyonya Bai.
"Sudah! Aku sudah merasa lega sekarang! Terima kasih, karena anda telah mengijinkanku bertemu dengan anak itu!" Ucap Nyonya Bai seraya memberi hormat kepada Hu Boqin.
Hu Boqin mengangguk dan membalas ucapan dari Nyonya Bai. "Jangan sungkan, Nyonya! Kami hanya membantu anda untuk menegakkan keadilan, itu saja!"
"Oleh karena itu, aku sangat berterima kasih kepada kalian karena telah membantu wanita tua renta ini untuk menghukum orang yang jahat." Nyonya Bai kembali berbicara merendah.
Keangkuhan, kekejaman, dan kesombongannya kini luruh entah kemana.
__ADS_1