Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
119. Penangkapan Putri Song Qian.


__ADS_3

Li Junjie berjalan berat dengan menenteng pedang yang sudah terhunus dari sarungnya.


Ujung pedang yang bergesekan menyentuh lantai, mengeluarkan percikan-percikan api yang semakin menambah kengerian di tempat tersebut.


Semua orang gemetar menyaksikan sang dewa perang yang paling di takuti, akhirnya turun tangan sendiri untuk bertarung melawan melawan Pangeran Yu Zemin.


Pangeran dari kerajaan berbeda, yang berniat melakukan penyerangan di kerajaan tempat Li Junjie di besarkan dengan segala Keagungan.


"Heh, meskipun kau kuat, kau tidak akan bisa untuk sampai membunuhku di sini!" sindir Yu Zemin keras kepada Li Junjie yang saat ini tinggal beberapa langkah lagi darinya.


"Siapa yang bilang, aku tidak bisa membunuhmu, Pangeran?" ejek Li Junjie yang membuat Yu Zemin merasa geram.


"Jika kau berani membunuhku, itu artinya, kau menabuh genderang perang di antara kedua kerajaan." kata Yu Zemin penuh penekanan.


Li Junjie menyeringai jahat, ucapan Yu Zemin membuatnya merasa sangat kasihan kepada Pangeran yang tak jelas asal-usulnya ini.


"Perang antar dua kerajaan, ya?" ledek Li Junjie sambil tersenyum smirk ke arah Yu Zemin.


"Jangan menatapku seperti itu! Jika kau berani, cepat serang aku!" teriak Yu Zemin dengan keras menantang Li Junjie.


Tanpa banyak bicara, Li Junjie langsung bergerak menyerang tanpa ampun ke arah Pangeran yang berani berbicara sombong di hadapannya.


Serangan pedang Li Junjie sangat kuat, dan juga cepat hingga Yu Zemin merasa terdesak hanya dengan beberapa kali serang saja.


_TRINNGGG!_


_TRIINNGGG!_


_Sraattttt!_


Meskipun sudah beberapa kali berhasil menangkis dan menghindar dari serangan Pangeran Jun. Kaki, dan tangan Yu Zemin, akhirnya terkena juga sabetan pedang tajam milik Li Junjie.


"Agghhh! Brengsek!" maki Yu Zemin saat kakinya sudah tak bisa lagi di gerakkan karena terlalu banyak mengeluarkan darah.


"Bagaimana? Apa kau masih belum puas?" ejek Li Junjie sambil kembali mengacungkan pedangnya ke arah Yu Zemin.


"Brengsek kau, Pangeran Jun!" bentak Yu Zemin dengan kasar.

__ADS_1


Li Junjie merasa kesal, dan berniat kembali mengayunkan pedangnya ke arah kaki Yu Zemin.


Namun Hu Liena mencegahnya, dan langsung memerintahkan beberapa prajurit untuk mengikat Yu Zemin agar tidak bisa bergerak lagi.


Tidak seperti sedang berhadapan dengan para musuh-musuhnya, yang bagaikan harimau yang sedang kelaparan.


Di hadapan Hu Liena, Li Junjie akan kembali ke pengaturan awal, menjadi seorang pria yang penurut dan menyayangi kekasihnya.


"Kalian semua, cepat tangkap semua orang yang ada di sini. Termasuk juga kau, Putri Song Qian. Kau sudah terlalu banyak berbuat kejahatan, aku akan menangkapmu, dan meminta agar kerajaan Qian menghukummu dengan seberat-beratnya." ucap Hu Liena dengan tegas di hadapan semua orang.


Dirinya kini sudah berubah menjadi seperti jendral perang wanita yang pemberani.


Bahkan jika Hu Boqin melihatnya sekarang, mungkin dia tidak akan percaya, gadis yang dulunya tidak bisa berbuat apa-apa, kini telah berubah menjadi seekor harimau betina yang menakutkan.


Sedangkan Li Junjie, kini berubah menjadi kucing rumahan di hadapan sang kekasih hati, calon Istrinya tersebut.


"Siapa kau, berani mengatakan hal itu padaku?" cibir Putri Song memandang rendah kekuatan Hu Liena.


"Aku? Siapa? Memangnya apa pedulimu, Putri?" balas Hu Liena tak kalah sengit membalas ucapan Putri Song yang ingin menjatuhkan kewibawaanya.


"Gadis kurang ajar! Lihat saja, kalau Kakakku Kaisar Qian sampai tahu, kau pasti akan mendapatkan hukuman yang setimpal!" teriak Putri Song sambil berontak saat dua orang prajurit mengikat kedua lengannya ke belakang.


"Gadis sialan, akan 'ku bunuh kau!" teriak Putri Song histeris saat Hu Liena membongkar kejahatannya.


Sementara itu, Mo Chong an dan Putranya Mo Yan Zhen, kini menyaksikan penangkapan semua rekan-rekannya dengan kebingungan.


Pengaruh obat yang di berikan Hu Liena kepada mereka telah berangsur hilang, dan mereka akhirnya mendapatkan kesadaran mereka kembali.


"Ayah, apa yang terjadi? Mengapa ada Pangeran Jun, dan Putri Xia di sini?" tanya Mo Yan Zhen belum menyadari apa yang telah di lakukannya.


"Ayah juga tidak tahu, sepertinya rencana Putri Song sudah terbongkar, dan kita berdua sedang dalam masalah besar." bisik Mo chong an cemas.


"Ayah benar, sepertinya kita sedang berada di dalam masalah." balas Mo Yan Zhen sambil mundur beberapa langkah karena Hu Liena dan Li Junjie, kini sedang berjalan ke arah mereka.


"Bagaimana pekerjaan mereka hari ini, Pangeran? Apakah bagus?" ucap Hu Liena sambil melirik ke arah Li Junjie yang sedang mengangguk puas.


"Bagus, sangat bagus sekali! Jika bukan karena jasa mereka berdua, mungkin sampai saat ini kita masih belum bisa menangkap para pemberontak-pemberontak ini, Putri!" jawab Li Junjie tersenyum bangga ke arah Hu Liena.

__ADS_1


Mo Chong an dan Putranya, menjadi saling lirik karena merasa tidak mengerti dengan percakapan antara Pangeran Jun dan Hu Liena.


"Apa yang dia katakan, Ayah? Jasa kita? Mereka semua tertangkap karena jasa kita berdua?" bisik Mo Yan Zhen dengan pelan.


Sedangkan Mo Chong an, hanya mengangkat bahunya, karena dia sendiri juga tidak mengerti dengan apa yang mereka sedang bicarakan.


"Kasihan sekali, kalian pasti saat ini sedang bingung,'kan? Baiklah-baiklah, aku akan memberitahukannya kepada kalian sedikit, agar kalian tidak merasa bingung lagi." ucap Hu Liena sambil menoleh ke arah kanan dan kirinya.


"Hey, kau! Bawa dia kemari!" teriak Hu Liena saat dia sudah bisa menemukan prajurit yang bertugas membawa Putri Song Qian.


Prajurit yang di panggil, lalu bergegas membawa Putri Song ke hadapan Hu Liena.


"Salam hormat hamba, Putri!" ucap prajurit tersebut sambil membungkukkan badan di hadapan Hu Liena.


Hu Liena mengangguk sebagai tanda menerima penghormatan yang di berikan prajurit tersebut kepadanya. Setelah itu, Hu Liena 'pun langsung menoleh ke arah Putri Song, yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.


"Kau pasti sedang mengutukku di dalam hatimu. Benar begitu 'kan, Putri?" sindir Hu Liena secara terang-terangan.


Putri Song mendengus, lalu membuang ludah di hadapan Hu Liena.


"Cihh, kau tidak pantas di sebut sebagai seorang Putri. Kau itu hanya gadis bodoh, gadis keturunan Perdana Menteri kerajaan Ying, yang juga sama-sama bodohnya denganmu."


_Plakk!_


_Plakk!_


Hu Liena langsung menampar Putri Song Qian bolak-balik ketika dia menghina Ayahnya, Hu Boqin.


"Kau boleh menghinaku, tapi tidak dengan Ayahku, kau mengerti?" bentak Hu Liena dengan wajah yang memerah karena marah.


"Beraninya, kau memukul Tuan Putri kami! Awas kau Hu Liena! Aku akan membunuhmu!" Mo Chong an berteriak dengan geram menyaksikan junjungannya di tampar dengan sangat keras oleh Hu Liena.


"Diam kau! Aku tidak sudi, di bela oleh pengkhianat seperti kalian!"


Bukannya pujian yang di dapat oleh Mo Chong an karena telah berani membentak, dan mengancam Hu Liena.


Tapi makian dari Putri Song Qian yang sangat menyakitkan hatinya.

__ADS_1


"Putri! Apa yang anda katakan? Kapan kami mengkhianati anda, Putri?" tanya Mo Chong an dengan hati terluka.


"Beraninya kau membual di hadapanku, Mo Chong an! Kalau bukan karena kau yang membocorkan markas kita, belum tentu gadis sialan ini bisa menangkap semuanya dengan mudah. Semuanya ini karena kau! Kau yang memberitahunya!" teriak Putri Song Qian kasar kepada Mo Chong an.


__ADS_2