Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
69. Terlalu merepotkan!


__ADS_3

"Memangnya kenapa, Istriku?" Tanya Bangsawan Yue yang heran.


Nyonya Yue tersenyum lembut, meskipun usianya sudah tak lagi muda, namun senyuman itu tetap menggoda bagi Bangsawan Yue.


"Orang yang membawa Liu Ning ke gudang itu juga, adalah orang dari kediaman Perdana Menteri." Ucap Nyonya Yue dengan penuh kelembutan.


Bangsawan Yue mengerti sekarang. Semua yang terjadi hari ini adalah rencana dari Pangeran Jun.


Bangsawan Yue bersyukur, dengan adanya kejadian ini, kehidupan rumah tangganya jadi terselamatkan.


"Berarti semua sudah jelas! Putri Xia dan Pangeran Jun-lah yang telah membantu kita berdua hari ini!" Sahut Bangsawan Yue dengan rasa suka cita.


"Bagaimana kalau kita secara langsung mengucapkan rasa terima kasih ini besok pagi, Suamiku?" Saran Nyonya Yue.


"Baik, kita akan pergi ke kediaman Perdana Menteri besok! Sekarang, ayo kita beristirahat!" Ajak Bangsawan Yue yang sontak membuat Nyonya Yue tersipu.


Di dalam kereta...


"Luqiu, apa kau sudah menyuruh Bao-Yu melakukan apa yang ku perintahkan?" Ucap Hu Liena sembari menikmati pemandangan di sepanjang jalan.


"Sudah Putri, semua sudah sesuai petunjuk anda!" Balas Luqiu dengan sopan.


Hu Liena mengangguk puas, kedua pelayannya itu selalu membuatnya merasa terkesan dengan kemampuan mereka.


"Bagus, kalian berdua dapat di andalkan!" Ucap Hu Liena dengan santainya.


"Terima kasih, Putri! Anda terlalu memuji!" Balas Luqiu malu-malu.


Tak selang berapa lama, kereta kuda yang mereka tumpangi telah berhenti.


"Ehh, apa kita sudah sampai? Mengapa terasa begitu cepat?" Ucap Luqiu dengan terheran-heran.


Hu Liena juga mengernyit tebal. Jarak antara kedai teh dan kediaman Perdana Menteri lumayan jauh. Dan bagaimana mungkin secepat itu mereka sampai di kediaman. Karena baru saja, Hu Liena dan Luqiu menaiki kereta kuda, masa iya harus turun lagi.


"Kusir, apa kita sudah sampai?" Tanya Luqiu sambil menyibak tirai pembatas di bagian depan.

__ADS_1


"Belum, Nona!" Jawab kusir yang terlihat kebingungan.


Luqiu yang merasa penasaran, langsung melihat ke arah yang sedang di tatap okeh sang Kusir.


Di depan kereta yang mereka tumpangi, kini di hadang oleh kereta mewah berlapis emas.


"Putri! Ada yang menghadang kereta kita!" Ucap Luqiu seraya menoleh ke arah Hu Liena dengan wajah panik.


"Siapa yang mencari mati menghadang jalanku!" Kata Hu Liena dengan tegas.


"Aku!" Jawab Seorang pria tampan yang sekarang sedang membuka tirai kereta Hu Liena.


Hu Liena menoleh, dan langsung memasang wajah kesal kepada pria tersebut.


"Huhhh ... aku tidak menyangka, calon Putra Mahkota dari Negeri tetangga, akan sangat tidak sopan menghadang kereta kuda milikku!" Kata Hu Liena dengan penuh penekanan.


Pangeran Yu Zemin langsung terkekeh mendengar ucapan Hu Liena.


Ekspresi kesal yang di tunjukkan Hu Liena sekarang, sungguh sangat menggemaskan bagi Yu Zemin.


"Kau seharusnya tahu, jika hal ini di ketahui oleh Pangeran Jun, maka kerajaanmu akan dalam bahaya besar. Karena Pangeran Jun, tidak akan membiarkan masalah ini berhenti begitu saja." Balas Hu Liena dengan tegas.


Yu Zemin terdiam, semua ucapan yang di lontarkan Hu Liena memang benar. Pangeran Jun yang menjadi musuh bebuyutannya, tidak akan membiarkan apa yang di perbuat dirinya berlalu begitu saja. Apalagi sekarang, dirinya menghadang calon Istri dari musuhnya tersebut, pasti ini akan menjadi masalah besar dan akan mengancam kesejahteraan kerajaannya.


Tapi karena terdorong oleh rasa penasaran, maka dia melakukan hal ini. Dia sangat ingin bertemu dan berbincang dengan Putri Xia, walau dia harus mempertaruhkan segalanya.


Yu Zemin terbilang nekad, tapi jika dia berhasil membujuk dan menaklukkan Hu Liena, maka kerajaannya juga yang akan mendapatkan keuntungan.


"Aku tidak takut dengan calon Suamimu itu!" Balas Yu Zemin dengan santai.


Hu Liena semakin merasa kesal, Pangeran dari Negeri Qian ini sungguh membuatnya ingin berbuat kasar.


"Sebelum aku kehilangan kesabaran, sebaiknya kau enyah dari sini!" Tegas Hu Liena sarkas.


Pangeran Yu Zemin semakin merasa tertantang, tak ada satu perempuan 'pun di Negeri Qian yang berani berbicara seperti itu kepada dirinya. Apalagi, berani menolak keinginannya.

__ADS_1


"Santai saja, Putri! Aku hanya ingin berbicara denganmu sebentar, dan aku janji, aku tidak akan terlalu lama menyita waktumu." Ucap Yu Zemin.


"Katakan! Apa yang kau inginkan?" Tanya Hu Liena dengan tidak sabar.


"Putri Xia! Aku ingin menawarkan sesuatu yang akan membuatmu menjadi satu-satunya wanita, yang di hormati dan di segani oleh seluruh penjuru Negeri!"


Yu Zemin secara blak-blakkan mengutarakan maksudnya kepada Hu Liena.


Tanpa perlu Yu Zemin jelaskan sekalipun, Hu Liena pasti akan mengerti dengan maksud ucapannya.


"Tidak perlu! Aku tidak ingin menjadi wanita seperti itu, terlalu merepotkan!" Tolak Hu Liena langsung.


"Pikirkanlah terlebih dahulu, Putri! Jangan terlalu terburu-buru mengambil keputusan, aku takut kau akan menyesal di kemudian hari." Bujuk Yu Zemin.


Hu Liena merasa jengah dengan trik yang di lakukan oleh Yu Zemin. Sebagai mantan Tabib kemiliteran di dunia modern, Hu Liena seringkali menemukan trik murahan seperti ini.


Orang akan dengan mudah mengiming-imingi seseorang dengan pangkat dan jabatan, untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Dan ujung-ujungnya, orang itu akan dengan cepat di singkirkan setelah tujuannya tercapai.


Meskipun Hu Liena belum tahu pasti motif di balik aksi Yu Zemin sekarang, tapi Hu Liena sudah bisa menebak gerak-gerik pria di hadapannya ini.


Orang ini terlihat licik, dan memiliki maksud tertentu terhadap dirinya, jadi Hu Liena hanya membiarkannya saja dan tanpa menggubrisnya.


"Bagaimana, Tuan Putri? Apakah usulanku bisa kau terima?" Tanya Yu Zemin sedikit memaksa.


"Aku tidak perlu untuk memikirkannya! Jawabanku masih sama, aku tidak mau! Terlalu merepotkan! Lagipula, tanpa bantuanmu sekalipun, aku akan mendapatkan semua yang kau sebutkan tadi. Calon Suamiku memiliki semua yang 'ku butuhkan di dunia ini. Jadi aku mohon padamu, enyahlah dari hadapanku, sekarang juga!" Kata Hu Liena geram.


Yu Zemin mendengus kasar ketika Hu Liena mengucapkan kata-kata penolakan yang terbilang kasar padanya.


Dia sudah mencoba yang terbaik untuk bisa bertemu dengan Hu Liena sekarang. Tapi apa yang dia dapatkan? Hanya penolakan yang menyakitkan.


"Kau pasti akan menyesal, Putri! Aku akan pastikan itu, kau akan menyesali semua yang ucapkan hari ini!" Ucap Yu Zemin dengan marah, karena merasa keinginannya tidak terpenuhi.


"Enyahlah!" Usir Hu Liena dengan lebih kasar.


Yu Zemin harus rela pergi dengan kekecewaan yang mendalam. Selain gagal mendapatkan Hu Liena, Yu Zemin juga bahkan mendapatkan perlakuan kasar, dari perempuan yang di incarnya.

__ADS_1


__ADS_2