
"Apa ini terlalu mengagetkan buatmu? bukankah kita juga bisa melihatnya, tatapan Ardi sedari kecil sangat berbeda terhadap Anna" Djani menyadarkan lamunan Qaynaya.
Tapi bukan itu yang barusaja dipikirkan oleh Qaynaya, karena untuk hal itu, tentu dia sudah sangat tau dengan pasti, bahkan Sasha selalu saja heboh dengan perasaan Ardi pada Andjani. Qaynaya juga bukan seorang ibu yang terlalu mengekang kebebasan anaknya, dia hanya selalu memberikan nasihat-nasihatnya, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak.
"Iya, aku juga tau kalau masalah itu, tapi aku jadi mengingat kembali tentang ibunya. Cheril itu kan anaknya Reina, dan kamu juga tau sendiri kalau sampai sekarang Reina masih saja berniat untuk memisahkan kita. Itu karena dia begitu terobsesi padaku. Sekarang apakah kejadian yang sana akan terulang pada anak kita?, aku sungguh tidak mau kalau sampai anak kita terluka" Qaynaya yang sedari tadi memikirkan hal itu, lalu menceritakannya kepada sang suami.
Rasa khawatir dan takutnya, kalau sampai sejarah mungkin terulang, dan kali ini anaknya yang menjadi korbannya. Djani akhirnya mengerti dengan apa yang dikhawatirkan oleh istrinya.
"Apa lebih baik kita pergi dari negara ini? mungkinkah ini waktu yang tepat untuk kembali ke negara kita?" ujar Qaynaya.
"Sayang, apa harus sampai seperti ini? bukankah anak-anak baru saja kenaikan kelas, dan bahkan Anna baru saja memasuki sekolah yang baru. Akan butuh waktu lagi bagi dirinya untuk beradaptasi" Djani menggenggam tangan Qaynaya, untuk menenangkan istrinya.
__ADS_1
Ketakutan dan kekhawatiran jelas terlihat di wajah Qaynaya, dan kali ini dia sangat yakin kalau apa yang menimpa Andjani adalah suatu kesengajaan. Tapi untuk menghukum Cheril, mereka membutuhkan bukti, dan yang paling utama adalah, apakah dengan kali ini Cheril diberikan hukuman, mungkinkah itu membuatnya jera. Sepertinya itu tidak mungkin kalau melihat dari kejadian yang dialami oleh Reina.
Awalnya Qaynaya memberikan maaf pada Cheril kalau sampai ini memang sengaja, tapi awalnya Qaynaya tidak tau kalau masalahnya sampai melibatkan perasaan cinta pada seorang pria. Qaynaya pikir ini hanya permasalahan remaja pada umumnya yang memang hormonnya mulai bergejolak.
Kalau ini karena cinta, pastinya akan sangat berat yang dihadapi oleh Andjani, dan Qaynaya sungguh tidak mau hal itu terjadi. Dirinya saja begitu menderita karena ulah Reina yang dulu hampir saja membuat dirinya dan Djani, bahkan itu terjadi beberapa kali.
"Kita jangan terlalu mencampuri privasi anak kita sendiri, walau mereka darah daging kita. Mereka juga berhak untuk menentukan apa yang mereka inginkan" ujar Djani.
"Siapa yang mengatakan memperbolehkan berpacaran, aku hanya mengatakan untuk tidak terlalu mencampuri privasi mereka. Kita ini hidup bukan di Zaman kita dulu lagi, sekarang zamannya sudah berubah. Tapi tentu saja kita masih harus terus memantau mereka, supaya tidak salah pergaulan. Untuk masalah perasaan Ardi pada Anna, kalau memang itu bisa membawa dampak positif untuk Anna, memang apa salahnya? mereka itu di umur remaja pada umumnya, yang sedang mulai mengenal cinta monyet" Djani menjelaskan pada Qaynaya, tapi untuk kali ini, sepertinya Qaynaya tidak bisa bersikap bijak seperti biasanya.
Permasalahan ini adalah permasalahan hati, bahkan sampai pada keselamatan Andjani yang menjadi taruhannya. Walau awalnya Qaynaya bisa memberikan maaf pada Cheril, dan sebenarnya Qaynaya ingin merangkul Cheril, supaya sikap dan kelakuannya berubah. Tapi sekarang Qaynaya sadar kalau sepertinya hal ini sudah tidak penting lagi. Tapi untuk melaporkan kejadian ini pada polisi, Qaynaya juga tidak lagi mempunyai keberanian.
__ADS_1
Tidak ada yang menjamin kalau setelah Cheril mendapatkan hukumannya, maka dia akan berubah, karena bisa jadi kelakuannya akan semakin menjadi-jadi. Dan itu sudah pasti semakin membahayakan bagi Andjani.
Djani mengerti dengan kekhawatiran istrinya, tapi dia mengingatkan, bahwa dalam menuntun kodrat anak harus disesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam adalah lingkungan alam tempat seorang anak berada, baik itu kultur budaya maupun kondisi alam geografisnya. Sedangkan kodrat zaman adalah perubahan dari waktu ke waktu.
"Kamu masih tidak mengerti akan apa yang aku takutkan" ujar Qaynaya.
"Sayang, biasanya kamu sangat berfikiran terbuka, tapi kenapa bisa saat ini kamu menjadi seperti ini?" tanya Djani heran dengan cara berfikir istrinya kali ini.
Tentu saja ini berbeda bagi Qaynaya, karena saat ini keselamatan anaknya benar-benar menjadi taruhannya. Karena untuk menghukum Cheril secara penuh, jika nantinya mereka mendapatkan bukti, tentu saja itu tidak mungkin bisa membuat Cheril jera, karena saat ini Cheril masih dibawah umur, jadi masih dilindungi hukum. Palingan nantinya Cheril hanya diberi peringatan saja.
Dan yang ditakutkan oleh Qaynaya adalah, saat nantinya Cheril kembali lagi, karena saat itu bisa saja Cheril mempunyai perasaan dendam, dan kebencian yang lebih besar terhadap Andjani.
__ADS_1