
"Ada apa sayang?. Mama perhatian dari tadi kamu terus saja terdiam, semenjak kepergian Arion ke sekolah. Apa kamu ingin pergi bersekolah? tapi kan kamu masih sakit" Qaynaya mendekati anak perempuan nya yang sedari tadi terus saja memegangi ponselnya.
Andjani berfikir sejenak sebelum menjelaskan apa yang dia dari tadi membuatnya tidak tenang.
"Ma, apa mama tidak merasa kalau Ardi sedikit berbeda? dia tidak seperti biasanya, sebenarnya apa yang terjadi padanya, aku khawatir dia sedang mengalami suatu masalah" Andjani kembali membuka ponselnya, dan mengetikkan pesan untuk Ardi, tapi lagi-lagi pesan itu tidak jadi dia kirimkan. Karena dia memilih untuk menghapusnya.
"Kenapa kamu menghawatirkan nya?" tanya Qaynaya penuh selidik.
"Tentu saja ma, kami ini kan berteman sedari kecil, dia bahkan selalu menjagaku"
"Aku dengar dia sudah beberapa kali menyatakan perasaannya padamu, kenapa kamu menolaknya?" Qaynaya terlihat seperti seorang penyidik saat ini.
__ADS_1
"Aku tidak tau apa itu cinta, aku tidak tau perasaan Ardi yang seperti apa yang dia nyatakan padaku itu. Jadi bagaimana bisa aku menerimanya kalau aku saja tidak mengerti" Andjani melihat kearah tembok kamarnya, disana ada foto dirinya saat masih kecil, di dalam foto itu dirinya berpose dengan imutnya, potret saat mereka liburan di sebuah pantai. Dalam foto itu Andjani tersenyum menghadap ke kamera dengan senyuman manisnya, dia berdiri ditengah, dengan Arion dan Ardi mengapitnya, mereka terlihat sangat bergembira di foto tersebut.
Qaynaya tersenyum mendengar penjelasan dari anak gadisnya yang sudah remaja tersebut.
"Perasaan cinta terkadang datang tanpa disadari. Ada yang jatuh cinta ketika bertemu dengan orang baru, namun ada pula yang justru menyadari rasa asmara yang mendalam kepada seseorang yang justru telah lama dikenal. Dilingkupi rasa cinta memang tak terungkapkan, bahagia selalu menyertai kemana pun pergi. Bayang-bayang sang pujaan hati selalu menghantui apa pun hal yang di lakukan. Apakah kamu merasakan rasa bahagia saat bersama dengan Ardi?" Qaynaya selalu belajar dan terus belajar untuk mendampingi perkembangan anak-anaknya, jadi untuk masalah tertentu, dia selalu mencari referensi di internet, atau dia akan bertanya kepada Serli maupun Sasha yang merupakan sahabatnya.
"Aku tidak tau ma, tapi aku merasakan ketakutan kalau aku harus mempunyai hubungan yang lain dengan Ardi. Aku merasa kalau hubungan kami saat ini sudah paling tepat. Kami bisa saling membantu dan menjaga, sementara kalau hubungan yang seperti itu, bisa saja suatu saat akan hancur, karena kami masih sangat muda. Aku melihat beberapa temanku yang sudah mulai berpacaran, hubungan itu tidak lama, dan setelah hubungan itu kandas, mereka menjadi seperti orang asing" Andjani menjelaskan, sambil memantapkan hatinya untuk mengirimkan pesan pada Ardi.
"Tidak ada, jangan terlalu banyak berfikir. Sekarang istirahatkan supaya kamu cepat sembuh dan pulih seperti sedia kala" Andjani tersenyum saat membaca balasan pesan dari Ardi. Qaynaya yang melihatnya jadi ikut tersenyum.
"Sebenarnya perasaan cinta itu seperti apa ma?" tanya Andjani.
__ADS_1
"Penting untuk memahami perbedaan antara jatuh cinta dengan seseorang, dan mencintai seseorang. Saat kamu melihat orang yang Anda cintai, jantung berdegup kencang, merindu, dan ingin tahu segalanya tentangnya. Kamu juga ingin menghabiskan waktu bersamanya, hingga hatimu peduli dengan harapan dan impian pujaan hati. Tetapi, saat mencintai seseorang, bukannya jatuh cinta, perasaan mu lebih merupakan perasaan persahabatan. Kamu merasa damai dan bahagia bersamanya dan mendukungnya dalam usaha yang dilakukan pujaan hati mu nantinya. Saat kamu mencintai seseorang, menyaksikannya ia pergi bisa terasa menyakitkan secara fisik. Kamu akan menghitung menit, jam, bahkan hari sampai bisa melihatnya lagi. Apakah saat ini, itulah yang kamu rasakan?" Qaynaya mengambil ponsel di tangan Andjani, supaya anaknya focus pada apa yang dia katakan.
"Aku hanya takut terjadi sesuatu padanya, rasanya sama seperti saat Arion tidak kunjung pulang dari sekolah, padahal waktu pulang sekolah sudah terlewati" Andjani menjawab dan menyerahkan ponsel yang dia pegang, karena dia tau kalau mamanya ingin berbicara serius.
"Apa kamu merindukannya saat ini?" tanya Qaynaya pada Andjani, yang sedari tadi anaknya itu sudah menunggu dirinya untuk mengatakan sesuatu.
"Tidak ma, aku hanya khawatir saja" jawab Andjani.
"Kamu yakin tidak merindukannya? Nantinya ketika kamu bertemu kembali dengan Ardi, kamu merasa seperti utuh lagi. Namun, penting untuk mengetahui perbedaan antara cinta obsesif dan jatuh cinta. Ketika berada dalam cinta yang obsesif, seperti terus bertanya-tanya di mana berada dan apa yang lakukan dan mungkin bahkan membuntuti mereka di media sosial. Dan ini sangat tidak baik bagi kelangsungan suatu hubungan" Qaynaya tersenyum, lalu membelai lembut rambut anaknya.
"Apa mama juga dulunya dengan mudah menerima perasaan ayah?" kali ini Andjani yang terlihat seperti seorang penyidik di persidangan.
__ADS_1
Qaynaya terdiam setelah mendengarkan pertanyaan dari anak gadisnya itu.