
"Doni lepaskan!!" Qaynaya tidak menyangka kalau mantan suaminya bisa berada ditempat dimana dia bekerja.
"Siapa dia Qay?" tanya Gea lalu membantu Qaynaya melepaskan diri dari Doni.
"Aku suaminya" Doni dengan percaya diri mengatakan bahwa dia adalah suami dari Qaynaya karena Doni merasa mempunyai kesempatan lagi, saat mengetahui bahwa Djani akan menikah lagi.
Doni lalu berusaha mencari keberadaan Qaynaya di apartemen nya setelah melihat berita akan diadakannya pernikahan Djani dengan Kaela, tetapi begitu terkejutnya Doni saat sampai di apartemen milik Qaynaya, karena mengetahui dari Qinanti, bahwa Qaynaya telah pergi entah kemana.
Doni yang merasa kalau inilah saat yang tepat untuk kembali lagi pada mantan istrinya, lalu berusaha mencari keberadaan Qaynaya, saat Doni melihat viral nya berita tentang Djani yang mencari keberadaan Qaynaya, hampir saja Doni menyerah, tetapi saat dia tahu kalau Qaynaya tidak juga kembali setelah viral nya berita itu, Doni lalu kembali berusaha untuk mencari tau apa yang terjadi.
Doni lalu menyimpulkan bahwa Qaynaya sudah tidak perduli lagi dengan Djani jadi dia semakin bersemangat untuk mencari keberadaan Qaynaya, hari ini dia bisa menemukan keberadaan Qaynaya karena melihat foto mantan istri nya itu ada didalam foto bersama dengan Zahra yang ada dalam akun media sosial milik Zahra yang bisa dilihat oleh publik.
"Kamu Doni kan?" tanya Zahra yang sepertinya merasa familiar tetapi dia sedikit lupa dimana pernah melihat Doni, sepertinya Zahra mengenal Doni karena dia juga mengikuti akun media sosial milik Doni.
Doni tidak menjawab apapun lalu semakin menarik tangan Qaynaya untuk segera mengikutinya, Arka lalu bangkit dari duduknya untuk membantu Qaynaya.
"Apa kamu istrinya?" tanya Arka, Qaynaya lalu menggelengkan kepalanya, karena memang dia bukan lagi istri dari Doni, dengan gerakan cepat, Arka lalu mendorong tubuh Doni hingga terjengkang dan pegangan tangannya pada Qaynaya terlepas.
Arka lalu meminta pada Doni untuk segera pergi dari tempat itu karena sudah jelas kalau Qaynaya tidak mau berurusan dengan Doni, Arka tau kalau pasti ada suatu hubungan antara Qaynaya dengan Doni, tetapi dia tidak tau apa.
"Qay,, apa kamu meninggalkan suamimu karena sudah mempunyai gandengan lain? aku pikir kamu berbeda sehingga dari dulu aku begitu mencintaimu, tetapi ternyata kamu begitu busuk seperti ini, apa kamu tidak malu,,, saat ini,,!"
Buuuggggghhhhh
Doni tidak melanjutkan ucapannya karena Arka telah meninjunya, Doni yang hendak membalas Arka, ditahan oleh beberapa security yang baru datang.
"Lepaskan aku,,!!" Doni mencoba untuk melawan, hingga Qaynaya maju dan mengatakan untuk berbicara dengan Doni.
"Mari berbicara,," Qaynaya lalu berpamitan kepada Zahra dan Gea, tidak lupa pada Arka, awalnya mereka khawatir dan ingin menemani Qaynaya, tetapi ditolak.
"Tidak masalah, aku bisa sendiri, aku tadi hanya kaget saja, pria ini memang bukan suamiku saat ini, karena kami sudah berpisah"
"Aaapppaaa!!!" semua orang terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Qaynaya, mereka tidak menyangka bahwa Qaynaya pernah menikah.
"Apa yang kamu inginkan? kita sudah tidak mempunyai hubungan apapun" Qaynaya memulai pembicaraan saat mereka duduk disebuah kursi yang berada di luar dari perusahaan tempat Qaynaya bekerja.
"Kenapa kamu disini? apa yang terjadi padamu?" tanya Doni tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh mantan istrinya ditempat yang jauh dari keluarganya.
"Aku hanya ingin mencari suasana baru, disini sangat nyaman, lalu kamu sendiri kenapa berada di sini?" tanya Qaynaya lalu melihat ke arah Doni, dia memang tidak mempunyai perasaan apapun terhadap Doni, tetapi mereka pernah tinggal bersama selama satu tahun, bagi Qaynaya walau dia tidak pernah menganggap bahwa Doni adalah suaminya, tetapi dia menganggap bahwa Doni adalah temannya.
Mereka dipermainkan oleh kenyataan, Qaynaya tau kalau Doni mencintai nya, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan oleh Qaynaya untuk membalas nya, karena hatinya dari dulu hanya milik Djani.
"Kenapa kamu tidak segera kembali, apakah suamimu belum sampai disini? orang berpengaruh seperti dia, apakah mungkin kalau tidak bisa menemukan dirimu ditempat ini" sepertinya Doni sengaja untuk melihat situasi yang ada pada Qaynaya.
"Jangan membicarakan tentang nya lagi, dia sudah bahagia disana,, lalu untuk apa kamu disini menemui wanita busuk sepertiku?"
__ADS_1
"Maafkan aku,, jangan dimasukkan ke dalam hati dengan yang tadi aku katakan,, aku tadi hanya sangat kaget karena kamu sudah dekat dengan pria lain"
"Dia adalah bos ditempat ini,, aku bekerja disini,, sudahlah Doni,, lebih baik kamu segera pergi dari sini, aku masih harus menyelesaikan pekerjaan ku, lagipula kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi, tolong untuk tidak saling menganggu lagi"
"Qay,, apa yang sebenarnya terjadi padamu, kalau kita tidak ditakdirkan untuk menjadi pasangan suami istri, setidaknya biarkan aku menjadi sahabat mu" Doni menahan Qaynaya yang bangkit dari duduknya.
"Jangan sentuh aku" Qaynaya tetaplah Qaynaya, dia tidak suka ada yang memegang nya.
"Maaf" Doni menjawab pelan, tapi dihatinya tersenyum gembira, karena menyadari bahwa Qaynaya belum berubah, jadi ada kemungkinan kalau dia masih memiliki kesempatan, apalagi terlihat sangat jelas kalau Qaynaya tidak mengetahui tentang Djani yang membatalkan pernikahannya.
Melihat Qaynaya yang sepertinya sudah tidak nyaman lagi berbicara dengan nya, Doni lalu membiarkan mantan istrinya untuk kembali masuk ke dalam kantor untuk melanjutkan pekerjaannya, setelah Qaynaya tidak terlihat lagi, Doni segera bergegas pergi.
Qaynaya yang baru datang lagi ke meja kerjanya sudah tentu langsung dicecar pertanyaan oleh Zahra dan Gea yang dari tadi sudah menunggunya, mereka terlihat sangat penasaran.
"Apa benar itu mantan suamimu? kamu tidak pernah mengatakan kalau sudah menikah" tanya Zahra lalu semakin mendekatkan kursinya mendekat ke arah Qaynaya.
Gea sudah pasti langsung memberi tahukan hal itu pada Arka, setelah mengetahui kalau Qaynaya adalah seorang janda, Gea khawatir kalau Arka menjadi tidak menyukai Qaynaya lagi.
"Kenapa sepertinya kamu yang sekarang sangat menyukai Qay?" tanya Arka heran pada sepupunya.
"Qay itu membawa pengaruh positif,, mungkin dia pernah menikah, tetapi kamu juga bukan pria bersih, kalau dibandingkan dengan masa lalu mu, jelas kalau Qay lebih bersih darimu"
"Kamu pikir aku perduli dengan masalah seperti itu??,, seorang pria kalau memang menyukai wanita,, dia akan menerima semua masa lalunya, aku hanya bermain dengan wanita yang bisa dimainkan, bukankah aku sudah sering mengatakan tentang hal itu?"
Gea lega lalu segera keluar dari ruangan Arka karena dia harus segera pulang, dia mendapatkan kabar kalau suaminya akan pulang, Jadi dia harus segera bersiap.
Qaynaya telah menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap untuk pulang, tetapi ada perempuan cantik yang merupakan sekertaris dari Arka datang mendekati nya.
__ADS_1
"Mari bicara sebentar,, cepat ikuti aku" wanita itu berjalan ke arah pojok ruangan, sebagian besar para karyawan yang bekerja di tempat itu sudah pulang, Qaynaya yang sedikit terlambat karena tadi ada hal yang dia urus terlebih dahulu.
"Kamu harus berhati-hati dengan Zahra,, dia sepertinya sedang menyukai bos Arka, aku melihatnya di kantin, mereka terlihat sangat akrab" sekertaris itu sepertinya ingin mengadu domba Qaynaya dan Zahra.
Qaynaya tersenyum mendengarnya, karena dia sudah paham dengan maksud dari sekertaris Arka, Qaynaya lalu mengatakan yang sebenarnya, bahwa dia tidak terlalu memperdulikan hal itu, dan malahan ikut berbahagia untuk rekan kerjanya.
"Bukankah bos kita single? begitu juga dengan Zahra,, jadi mereka tidak bersalah apapun" Qaynaya tersenyum karena sekertaris Arka terlihat sangat terkejut dengan apa yang dia katakan.
"Bukankah kamu menyukai bos Arka?" tanya sekertaris itu pelan, tapi Qaynaya membantahnya lalu segera pamit karena hari sudah semakin sore.
Tidak ada perbedaan dalam kehidupan sehari-hari Qaynaya, hanya monoton dan tidak ada yang istimewa, hanya yang tidak dia ketahui, ternyata Doni melihatnya dari kejauhan.
"Aku akan merebut mu kembali, kamu harus menjadi milikku" gumam Doni dengan senyum tipisnya, dia merasa sangat tenang dan lega karena sudah mengetahui tempat tinggal dan juga tempat kerja Qaynaya.
Djani terlihat sedang sibuk mengerjakan sesuatu dengan beberapa orang yang ada di ruangan kerjanya.
"Apakah semuanya sudah siap?" tanya Djani pada bawahannya, Djani melakukan rencana yang besar sebelum bisa menemui istrinya, yang jelas dia sudah sangat bahagia karena sudah mengetahui tempat kerja istrinya, jadi akan mudah bagi Djani untuk segera bertemu dengan Qaynaya.
"Aku tidak akan membiarkan dirimu lari lagi sayangku" gumam Djani pelan sambil tersenyum melihat wallpaper ponselnya, yang merupakan foto pernikahan nya dengan Qaynaya.
Saat Djani sedang berbicara serius dengan para bawahannya, tiba-tiba Serli datang karena dia masih tidak bisa menghubungi Qaynaya, Serli mengira kalau Qaynaya telah kembali bersama dengan Djani.
"Apa?? jadi kamu belum bertemu dengan Qay selama ini?" Serli kaget lalu menelepon Rani dan menceritakan tentang Qaynaya yang sepertinya tidak melihat video viral Djani saat membatalkan pernikahannya dengan Kaela.
"Dia sangat trauma dengan berita,, saat itu dia melihat berita pernikahan mu dengan wanita lain di televisi, sepertinya benar kalau sampai saat ini dia membatasi diri dari informasi apapun, sehingga dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi"
"Pantas saja" Djani akhirnya mengerti kenapa Qaynaya tidak juga kembali.
"Apa kamu tau dimana dia tinggal selama ini?" tanya Djani pada Serli.
"Tentu saja tau, aku yang mengantarkan ke tempat itu, hanya saja aku tidak tau dimana tempat tinggalnya,, aku baru pulang dari luar negeri setelah bekerja disana lebih dari dua bulan,, di luar negeri aku selalu kepikiran dengan Qaynaya, tetapi aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku karena itu sangat penting, saat aku datang kembali, aku tidak bisa menghubungi Qaynaya, aku pikir dia sudah memulihkan kembali ponselnya, karena sudah kembali padamu,, ternyata kalian masih terpisah selama ini" Serli menghembuskan nafasnya lalu pamit.
"Pekerjaanku sudah selesai,, bisakah antarkan aku ketempat dimana Qay tinggal selama ini?" pinta Djani pada Serli.
Tentu saja Serli mau, karena dia memang berencana untuk mendatangi rumah sahabatnya itu, mereka segera berangkat karena perjalanan cukup jauh, mereka sampai ditempat tinggal Qaynaya setelah siang hari, yang tentu saja mereka harus kecewa karena Qaynaya tidak ada dirumah.
"Sudah pasti dia sedang bekerja" Serli terlihat lesu karena dia pikir harus menunggu sampai Qaynaya pulang, ternyata Djani mengetahui dimana perusahaan Qaynaya bekerja, tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Djani dan Serli lalu bergegas pergi.
Sesampainya di kantor tempat Qaynaya bekerja, Djani langsung mencari keberadaan istrinya yang sudah sangat dia rindukan, Djani mendapatkan informasi bahwa Qaynaya sedang rapat, setelah mengetahuinya, Djani segera bergegas mencari ruangan rapat, dan tentu saja Serli masih mengekor pada Djani, karena dia juga sangat merindukan sahabatnya.
Terdengar canda dan tawa di dalam sebuah ruangan yang seperti adalah ruangan rapat, pintunya tidak terlalu tertutup rapat, jadi suara dari dalam bisa terdengar.
__ADS_1
"Kurang ajar!!" gumam Djani lalu membuka dengan cepat dan keras pintu ruangan yang berada di depannya, beberapa orang yang berada didalam ruangan sudah pasti menjadi sangat kaget tidak terkecuali dengan Qaynaya, apalagi lagi-lagi yang datang adalah orang yang sangat tidak dia harapkan untuk muncul kembali dalam hidupnya.
Qaynaya berpaling tidak mau melihat wajah suaminya, tetapi dengan gerakan cepat, Djani sudah sampai padanya dan langsung menarik tangannya.