Kesepian

Kesepian
Neli Sudah Berpulang


__ADS_3

"Apa kamu sudah memiliki kekasih An?" tanya Qaynaya pada anak gadisnya.


"Tidak ma" jawab Andjani, lalu menghabiskan susu coklat hangatnya.


"Bohong ma, kak Ardi sudah beberapa kali menembak kakak, tapi selalu ditolaknya. Kasihan sekali kak Ardi" Arion nyeletuk walau mulutnya masih penuh dengan roti yang sedang dimakannya.


"Apa itu benar An?" tanya Djani penasaran.


"Tidak ayah, Ardi itu hanya bercanda" Andjani memberikan jawaban yang membuat Qaynaya dan Djani tidak bisa menyembunyikan tawa mereka.

__ADS_1


"Kenapa ayah tertawa? lalu kenapa mama juga sama saja?" Andjani ngambek karena merasa ditertawakan.


"Tidak sayang, jangan marah ya. Mama dan ayah hanya mengingat masa lalu. Dahulu ayah harus bekerja sangat keras untuk mendapatkan cinta dari mama kalian, bahkan sampai ketiga kalinya ayah baru diterima" Djani menjelaskan pada anak gadisnya yang dengan imutnya tengah manyun.


"Berarti kalau sampai satu kali lagi kak Ardi menembak kakak, mungkin kakak akan menerimanya?!. Wah,, aku harus memberikan semangat pada kak Ardi nanti" Arion memang sangat akrab dengan Ardi, karena sedari kecil mereka selalu main bersama saat Qaynaya membawanya setiap bertemu dengan Sasha.


"Ma, memangnya mama mau kemana sampai aku harus menemani anak tengil ini nanti?" tanya Andjani sambil menunjuk pada Arion, sepertinya dia sudah tidak marah lagi, setelah mendengar alasan kedua orang tuanya tertawa.


"Wah iya benar, kak Ardi bentar lagi ulang tahun. Apa yang harus aku berikan padanya sebagai kado ya? kak Ardi sangat baik padaku selama ini. Apa aku kasih kakak saja ya sebagai kado" ucap Arion, yang langsung mendapatkan pukulan di bahunya dari sang kakak yang terlihat begitu marah.

__ADS_1


Arion mengadu pada mamanya, tapi Qaynaya sepertinya membela kakaknya untuk kali ini. Menurut Qaynaya memang sudah sewajarnya bagi Andjani untuk lebih memfokuskan diri pada belajar, lagipula sekarang Andjani baru menginjak ke jenjang sekolah menengah atas.


"Mama bukan seorang ibu yang kolot. Mama tidak akan melarang kalau kalian ingin berpacaran. Hal itu pasti kalian lalui sebagai cinta monyet, akan tetapi bukankah lebih baik untuk saat ini kalian lebih mementingkan pelajaran saja dulu" Qaynaya merapikan meja, karena kedua anak dan suami tercintanya sudah selesai sarapan.


Qaynaya menolak untuk dicarikan oleh Djani seorang pekerja di rumah, karena bagi Qaynaya itu belum perlu. Qaynaya merasa masih bisa melakukan segalanya sendiri.


"Hari ini sepertinya Nenek kalian akan datang, kita akan merayakan hari ulang tahun Neli" Djani memberikan kabar, begitu dia membuka ponselnya.


"Aku merindukan Neli" Ucap Andjani, lalu melihat kearah potret dirinya bersama dengan Neli, saat dia masih kecil dulu.

__ADS_1


Neli sudah berpulang kepada yang maha esa, saat Qaynaya berumur tiga tahun, dan Arion baru dilahirkan. Jadi Arion sam sekali tidak mempunyai memori bersama dengan Neli. Arion sedih karena semua orang menjadi larut dalam pikiran mereka masing-masing.


"Ini sungguh tidak adil, bagaimana bisa kalian bersedih seperti ini? dan aku tidak bisa ikut menyelami kesedihan ini, karena aku sama sekali tidak mempunyai ingatan dengan Neli. Aku hanya sering melihat foto dan video-videonya" Arion lalu melihat ke arah pandang Andjani yang masih melihat potret Neli.


__ADS_2