
hari mulai sore,senja mulai terlihat gelap matahari hendak meningalkan sinarnya dan bulan yang akan bertahta mulai memunculkan gelapnya,waktu yang berjalan mengiri ruangan resto para pekerja yang telah bertarung dengan waktu dan semua aktifitasnya mulai terlihat lelahnya,dan seorang gadis yang nampak masih bingung dengan para sahabatnya yang mulai merajuk akan kata katanya tadi,sendari tadi wajahnya yang cantik mulai memacarkan kebingungan dengan semua pertayaan rekan kerjanya itu.
kenapa?? pertayan yang langsung meluncur dari bibir tipis ayu yang langsung di sambut tatapan kesal dari para temannya
kevin,lisa dan agus masih saja melihatnya dengan kesal karna ayu yang sama sekali tidak peka akan situasinya saat ini,kevin yang sedari tadi memegang kue yang masih utuh dengan lilin yang menyala hanya bisa pasrah dengan pertayaan ayu yang tak mengerti situasi"engga papa" jawabnya singkat dengan meyodorkan kuenya agar segera di tangani.
anita yang paham akan situasi canggung tersebut,mulai bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri ayu yang sedang bingung dan ia pun mengambil kue yang dari tadi di pegang oleh kevin dan mulai bicara"berdoa,tiup lilinnya dan jangan lupa potong kuenya" ia pun memberi isyarat kepada lisa agar segera mengambil pisau untuk memotong kuenya,lisa pun langsung memberikan pisau yang dari tadi berad di tangannya.
ayu tanpa ragu ragu langsung meniup lilinya dan memotong kuenya menaruhnya di piring kecil dan membagikan kue itu kepada orang orang yang ada di restoran itu "Oke,,semuanya makasih banget buat kejutanya tapi,,,maaf gw bukan tipikal yang bisa ngomong sweeat atau apapun itu"ucapnya dengan masih membagikan kue itu kepada sesama rekan kerjanya itu.
__ADS_1
engga papa yu,kita orang tau kok,,,,,,,cuma di sayang aja kejutanya cuman berakhir kaya gini,,,,jawab lisa yang di sertai angukan agus juga kevin "kita orang juga tau ko,klo lo tu orangnya emang ga peka"ucap agus singkat,
melihat itu kevin pun mengurukan niatnya yang hendak menyatakan cintanya kepada ayu karna situasinya yang tak mendukung baginya,"tenang aja ko gw ga akan marah sama lo "jawab kevin tenang walaupun dalam hatinya sedang mengumpat hari kesialannya ini.
melihat situasi yang mulai mencair anita pun mulai mengoda sahabatnya itu yang sedang sibuk berfikir,,,"Oke,,,yu karna lo dah sadar sama kesalah lo"mata anita mulai menerawang wajah para sahabatnya,ia punya rencana agar ayu membayar kesedihan para sahabatnya. "gimana kalo teraktir kita orang makan di resto tempat lo ngajak gw makan waktu itu"perkataan anita pun di jawab anggukan setuju oleh para sahabatnya
Oke,,,oke besok malem gw teraktir lo orang makan di sana,,,ayu yang hendak melangkah pergi melanjutkan perkatannya"gw harap lo orang besok stand by dan gw ga suka dengar alasan apapun itu"tengoknya dan mulai melangkah membelakangi teman temannya.
Bruuuaaakkk,,,,di iringi teriakan para sahabatnya yang memangilnya dengan suara yang memekakan telinga,,,,,bibirnya tak lagi bersuara matanya yang indah benar benar tertutup,,,,,,,,,,,,,,,
__ADS_1
¤¤¤¤¤¤¤ Reihan ¤¤¤¤¤¤
pikiran yang melayang layang masih teringat akan gadis yang hampir saja mencelakainya pagi tadi membuat reihan tak tenang,bayangan sesosok bayangan wanita itu masih sangat jelas di otaknya rambut yang terurai sedikit bergelombang tersapu angin yang lembut dan mata yang hitam pekat menatap ke seluruh penjuru arah wajah yang dingin dan suara yang berat tapi menyimpan rasa hampa juga Kesepian,langkah cepat setengah berlari memasuki restoran dan mulai menghilang di balik bayangan matahari yang mulai bersinar pagi tadi.
hemmm,,,,,,siapa perempuan tadi,,gumamnya.reihan tak sadar akan kehadiran seketarisnya yang hendak memberi tahu akan diadakan rapat siang ini,tiba dia pun ikut diam mematung memperhatikan bosnya yang tiba tiba tersenyum tanpa bicara ia takut akan mengganggu boss itu dengan suara perlahan ia pun mulai buka suara.
pak,,panggil luna pada reihan yang masih saja bermain dengan pemikirannya yang entah ada dimana, dengan sabar luna memangilnya bossnya itu"pak,,,,pak" pangilnya lagi dengan nada yang sedikit meninggi,tapi reihan tak memperdulikannya ia masih saja bermain dengan pikirannya,jengah dengan sikap boss nya ia pun mulai menaikan level suaranya agar tidak hanya terdengar di telinga tapi juga sampai pada mimpi bosnya,"BAPAK,,,,,,Reihan,,,,ada rapat nanti siang setelah makan selesai,,,,"ucap luna tanpa memperdulikan lagi image nya,
reihan yang terkejut akan teriakan luna pun hampir terjungkal dari kursinya,ia pun membenarkan posisi duduknya tanpa aba aba ia sudah memasang tampang dinginnya dengan suara yang berat "Oke,,,saya dengar nanti kamu tingal bawa laporan keruang rapat nanti saya kesana jawabnya dengan angkuhnya.
__ADS_1
reihan bukanlah seorang yang lembut dia lebih terlihat tenang berwibawa namun mematikan,tempat yang ia duduki saat ini bukanlah tempat bermain yang mudah di dapatkan siapapun,bukan tanpa hal dia menjadi orang yang dingin dan juga bertempra mental yang buruk,yang selalu menuntut kesempurnaan dalam bentuk apapun barang, maupun hal peribadi sekalipun,ia akan mengerjakan semuanya dengan sempurna, karir yang menjanjikan,uang yang banyak,tahta yang tinggi dan juga penampilanya yang tampan rupawan bertubuh atletis tinggi juga seksi itu kesan pertama kali saat wanita berhadapan denganya.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤