
dengan banyaknya dokumen yang menumpuk di atas meja membuat peria yang berusia 27 tahun itu kewalahan,ia pun menaikan tanganya membuka sedikit lengannya dan menatap jam tangan yang menunjukan pukul 12 waktu istirahat makan siang,tak lama berselang ia pun cepat melangkah keluar ruangan,dengan langkah cepat melewati lorong panjang yang berhiaskan bunga di sisi pojoknya dan beberpa foto dan juga lukisan pemandangan menuju lift eksekutif,di liriknya lagi jam di tangannya masih dengan perasaan yang sama ia pun memasuki lift dan menekan tombolnya yang mengarahkan dia ke lantai paling dasar ya itu lantai satu,
lantai 1 masih ada pak yuda yang setia menjaga pintu depan arah keluar kantor "siang pak,,,,"sambut pak yuda saat melihat reihan yang berjalan di depannya.
siang juga pak"balas reihan masih dengan langkah cepatnya yang ingin cepat cepat sampai di restoran yang berada tepat sebelah masjid depan kantornya,cuaca hari itu sangat panas matahari bersinar terang tak ada celah untuk bersembunyi dari sinarnya,"hari yang panas"keluh reihan meski panas membakar kulit putihnya ia tak juga mengurungkan niatnya untuk mengunjungi resto sahabatnya,
Tap,,,tap,,,tap suara langkah kaki reihan yang mulai memasuki area restoran,membuat semua mata melihatnya meski bermandikan keringat karna tersengat panasnya matahari tapi menurut para wanita yang menatapnya reihan masih nampak dingin seperti es dan juga arogan,reihan melangkah perlahan namun pasti matanya meneliti setiap sudut ruangan dan pandanganya menemukan sebuah lukisan dinding yang menurutnya agak aneh dan sedikit familiar,lukisan yang terlihat hidup seolah olah memberi kesan yang begitu dalam padanya,sesosok wanita yang mengenakan gaun ungu nampak cantik sedikit bercak merah dan juga abu abu di bagian bawah gaun itu dan di tangannya menggenggam bunga teratai yang layu dan juga ada bercak merah di bunganya,mahkota yang di kenakannya terihat ada bunganya namun tak berwarna di sisi lain rambut yang panjang hitam ada kupu kupu yang hinggap di kepalanya namun goresan lukisan itu memperlihatkan kupu kupu itu memiliki sayap yang patah dan lagi lagi wajah wanita itu tersenyum namun mengeluarkan airmata background lukisan itu nampak gelap suram dan di belakan wanita itu nampak gambar punggung seorang laki laki yang menjauh lukisan itu nampak hidup bahkan berkarisma,anggun,cantik,lembut namun menyedihkan "hemmmm,,,,,,siapa yang menggambar wanita ini" gumam reihan yang penasaran ia tetap berjalan dan mengambil tempat duduk dekat pintu masuk dan di depan lukisan itu,sambil memperhatikan ia pun mengambil telpon gengamnya itu dan mengetik nama seseorang "temy"
reihan" temy lo di mana gua udah di restoran lo ni,,,
temy"〒_〒??
reihan"cepetan kesini ada yang mau gua bahas sama lo!!
temy"(´⊙ω⊙`)!!
reihan" Oke,,,,gua kasih waktu 10 menit lo udah harus ada di depan gua,,,,,,Ngertikan!!😏
temy"(╥╯﹏╰╥)ง!!
tut,,,,tut
__ADS_1
tak berselang berapa lama temy pun mengahampiri reihan ,brukkk,,,,,suara pantat temy yang langsung di jatuh di kursi depan reihan,masih dengan nafas masih tersengal sengal temy "tumben,,ada angin apa lo sampai mau kasini" tanya temy seketika melihat reihan yang ada di hadapannya.
reihan yang melihat temy dengan wajah kesal tak langsung menjawab pertanyaan temy,reihan jelas sengaja langsung memanggil pelayan restoran yang langsung menghampirinya dan bertanya"iya bapak pesan apa"suara seorang gadis seraya menyodorkan menu pada riehan tanpa memperhatikan di sebelahnya ada temy bos dari resto tematnya berkerja.
reihan mengambil buku menu dan memilih secara perlahan lahan, reihan bukan bingun dengan apa yang akan ia makan,reihan hanya mengulur waktu dan menunggu raut wajah temy berubah seperti biasanya,pelayan yang tak sabar menunggu tingkah reihan yang hanya meperhatikan menu tanpa memilih jelas dengan nada sedikit tinggi pelayan itu bertanya lagi"maaf pak ada yang bisa saya bantu pilihkan" reihan yang medengar nada pelayan itu mulai menyadari akan tingkahnya sendiri tanpa berpikir lagi ia mulai memilih pesanannya"saya pesan kopi hitam dua"ucap reihan kepada pelayan tersebut,
medengar pilihan reihan pelayan tersebut langsung mencatatnya di buku yang ia bawa dan seraya berucap "baik pak silahkan tunggu "hendak melangkah kesamping ia pun melihat temy yang sendari tadi tidak ia sadari bahwa temy berada di sebelahnya,pelayan itu pun gugup seraya menyapa temy "siang pak,,,,bapak juga mau pesan apa"tanya pelayan itu dengan ramahnya,
melihat kegugupan pekerjanya temy langsung melambaikan tangan dan berkata"tak perlu cukup dengarkan dia saja"ucap temy seraya menatap reihan dengan sejuta pertayaan yang ingin temy dapatkan jawaban dari reihan,mendengar ucapan temy pelayan itu pun meninggalkan reihan dan temy yang saling tatap,,
merasa di curigai oleh sahabatnya reihan pun buka suara"tem,,,kenapa restoran lo berubah engga seprti kebiasan lo yang monoton,,,tapi malah orang pengila seni? di sana sini banyak lukisan, dan yang paling bikin gua tertarik itu ada lukisan gambar perempuan nangis sambil senyum?"tanya reihan beruntun dengan jari menunjuk sebuah lukisan yang menganggu penglihatannya,
temy pun melirik apa yang di maksud riehan"ohh,itu"ucap temy singkat
gambar itu belum lama,dan bukan ide gua tapi ide orang yang kerja di sini" jelas temy
reihan yang mendengar jawaban temy serasa tak percaya,mana mungkin seorang bos pemilik restoran malah tunduk sama pekerjanya sendiri," engga mungkin,
gua engga percaya mana mungkin lo bisa sebaik itu tem,ngebiarin anak buah lo ngerusak pemandangan resto lo"ejek reihan
melihat sifat reihan yang sulit terpuaskan akan rasa penasarannya,temy pun hanya menyungingkan bibirnya dan tersenyum masam"percaya engga percaya itu nyatanya han,,"cetus temy yang mulai bosan dengan perdebatan mereka,temy bukan tipekal orang yang suka berdebat ia lebih suka cepat untuk berbicara singkat karna baginya berdebat hanya akan menambah buruk suasana hatinya,,
__ADS_1
reihan pun mengerti akan sifat temy yang mulai mudah kesal akan pertayananya,yang menurut temy engga penting,,,
temy dan reihan bebincang bincang dan hari mulai sore, reihan sudah mebatalkan janji temu pada siang hari tadi reihan pun melanjutkan pembicarannya dengan temy dan menceritakan akan perihal kejadian pagi tadi sampai mengapa reihan datang kerestoran,temy hanya mendengarkan dan sesekali bertanya,
reihan yang menyadari hari mulai gelap ia pun berpamitan dengan temy hendak pergi dari restorannya,namun saat reihan hendak melangkah pergi ia mendengar keributan yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri,dengan santai reihan pun menoleh ketemap keributan mata reihan membulat sempurna saat melihat perempuan yang tadi pagi hampir mencelakainya,ide licik pun terselip di benaknya akan memberi pelajaran pada perempuan itu, reihan pun kembali melihat temy seraya memberi tahu temy bahwa perempuan itu yang hampir mecelakainya pagi tadi.
temy yang mendengar perkatan reihan,temy langsung melirik pada apa yang di tunjukan reihan,temy menarik nafas dan mengkerutkan dahinya "kenapa gadis itu lagi"gumam temy yang di sadari oleh reihan.
emang kenapa?tanya reihan
ga papa,jawab temy sambil terus meprhatikan gelagat reihan yang mulai membuatnya curiga dengan apa yang ada di pikiran reihan"intinya jangan cari masalah sama dia"lanjut temy
reihan tak meperdulikan ucapan temy,ia langsung melangkah mendekati gadis itu dengan percaya diri dengan yang ia miliki langkahnya semakin dekat sinar lampu yang menyorotnya meperlihatkan wajah yang tampan dan mata yang tajam tubuh yang tinggi dan senyum tipis tampilan yang formal meperlihatkan kesempurnaannya sebagai mahluk tuhan yang tercipta.
temy yang hanya bisa melihat kepergian reihan tanpa bisa mencegah apa yang akan di lakukan sahabatnya tersebut.
langkahnya mendekati ayu dan reihan mendengar akan keributan yang terjadi karna ulang tahun ayu,reihan memiliki ide untuk memberi sebuah hadiah kecil untuk ayu,,ayu yang memutar badan hendak pergi pun menabrak seseorang dan sebuah ciuman mengenai pas di bibirnya dan merasakan tubuhnya linglung dan ambruk seketika,,
reihan yang melihat ayu pingsan ia pun bingung akan apa yang terjadi,reihan hanya berpikir mengoda ayu dengan memberi ciuman di dahi ayu tak sengaja mengenai bibir ayu karna ia terlalu bersemangat untuk mengodanya, raihan pun langsung mengendong ayu di pelukannya meliahat kejadian itu kevin pun tersulut emosi ia hampir saja memukul reihan yang akhirnya di cegah oleh anita"jangan,vin lebih baik kita antar ayu pulang dulu buat istirahat"pinta anita yang langsung di setujui oleh kevin,,
reiahan tanpa bertanya langsung berlari menuju parkiran denga ayu yang berada dalam pelukanya,entah apa yang reihan rasakan hatinya mendadak menjadi gelisah mendapati gadis dalam pelukanya terkulai tak berdaya,,kevin dan anita mengikuti reihan dari belakang dengan wajah cemas dan khawatir kevin dan anita segera mungkin menuju mobil yang sedang terparkir,,,tanpa basa basi reihan langsung melemparkan kunci mobilnya dan berteriak"apa yang kalian tunggu,,,,cepat buka pintu mobilnya.
__ADS_1
mendengar teriakan reihan kevin langsung mebuka pintu mobil dan langsung di masuki riehan yang berada di kursi belakang,kepala ayu langsung di letakan di pangkuan reihan dengan cemas reihan langsung bertanya pada kevin"kamu bisa bawa mobil"tanya reihan yang langsung di jawab oleh kevin "bisa pak"