
"Anna, coba ceritakan pada ayah. Apa ini ada unsur kesengajaan? ayah tau kamu pasti bisa menyadarinya" Djani bertanya kepada anaknya, tapi Andjani tidak menjawab apapun, pikirannya masih sangat samar.
Tapi seingat Andjani, Cheril berdiri jauh darinya saat kejadian itu. Andjani ingat dengan benar, saat itu Cheril berdiri cukup jauh darinya. Tapi entah kenapa Cheril bisa secepat itu berada disampingnya saat dia sedang mendribel bola basket, dan berusaha mempertahankan bola tersebut saat akan direbut pihak lawan.
Kejadiannya begitu sangat cepat, Andjani mendengar ada seseorang yang mendengar namanya, dan dia sangat yakin kalau itu suara Arion. Suara adiknya itu membuat Andjani kaget, sehingga bola basket yang ada di tangannya, bisa direbut oleh pihak lawan.
Saat Andjani masih kaget, entah sengaja atau tidak, Cheril mendorong tubuhnya sehingga dia menabrak salah satu pemain lawan. Belum cukup sampai situ, Cheril juga terlihat terhuyung sempoyongan sampai terjatuh, tapi sebelum Cheril terjatuh, anaknya Reina itu menginjak lengan Andjani.
Mereka berdua lalu dibawa ke ruang kesehatan, bahkan Cheril juga terlihat kesakitan, dan terus memegangi kakinya. Jadi Andjani tidak tau dengan pasti, entah kejadian ini disengaja atau tidak.
__ADS_1
Hanya saja untuk ukuran terjatuh dengan tidak sengaja, bagaimana bisa Cheril bisa mendekat padanya secepat itu, dan yang membuat Andjani semakin heran adalah, Cheril terjatuh tepat di atas lengan Andjani. Padahal jarak mereka berdiri sebelumnya cukup jauh.
"Aku tidak yakin. Tapi sudahlah, aku akan segera membaik. Tadi aku sempat mendorong kaki Kak Cheril saat tubuhnya juga akan terjatuh menimpa lenganku lebih keras" jawab Andjani, lalu segera bergerak secara perlahan, karena lengannya yang tidak cidera, terasa sangat pegal menopang kepalanya yang menyandar di kaca jendela mobil.
Andjani lalu bertanya pada Arion, perihal panggilan adik nya itu. Karena baru sekarang Andjani mengingat hal itu lagi, Andjani takut adiknya kenapa-napa.
Arion lalu menggeleng dan tidak mengerti, karena dia sama sekali tidak merasa memanggil Andjani.
"Aku juga mendengarnya tadi, dan itulah yang membuat diriku tidak melihat detail kejadian saat kakak terjatuh. Entah itu suara siapa, tapi aku juga menyadari kalau itu mirip dengan suaraku" Arion mengingat kembali kejadian nahas yang tadi menimpa kakaknya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa? tidak mungkin ada suara semirip itu" Andjani heran, lalu segera menghubungi sahabatnya yang tadi menontonnya saat bertanding.
Teman Andjani yang juga merupakan sahabatnya itu, mengatakan bahwa dia juga mendengar suara Arion. Tapi saat itu, jelas-jelas kalau Arion duduk di sebelahnya.
"Tidak mungkin itu suara Arion, walau memang suaranya sangat mirip. Tapi yang membingungkan adalah, sumber suara itu langsung menghilang begitu kamu terjatuh" sahabatnya Andjani juga merasakan hal yang aneh.
Andjani lalu menanyakan, apakah sahabatnya itu mempunyai video saat dirinya sedang bertanding. Andjani ingin mengetahui kalau-kalau ada yang terlihat mencurigakan dari Cheril.
Sudah sejak lama, Cheril memang sangat membenci Andjani, ada saja yang dilakukan Cheril untuk mengganggu kakak Arion tersebut. Ini semua terjadi karena seorang yang bernama Ardi. Andjani sudah mengingatkan sejak lama pada Ardi, untuk tidak terlalu dekat dengannya, tapi Ardi terus saja menempel padanya.
__ADS_1
Ardi adalah pria tampan dan humoris, dia merupakan salah satu idola di sekolah, yang tentu saja banyak yang menyukainya, terutama para cewek.