Kesepian

Kesepian
Populer


__ADS_3

"Untuk saat ini aku tidak mau ma. Aku belum siap untuk adaptasi di tempat baru nantinya, walaupun disana adalah tempat kelahiran mama dan ayah, tapi disana berbeda dengan disini ma" Andjani menolak dengan tegas.


"Sebenarnya mama masih mempunyai seorang ibu, itu berarti kamu mempunyai seorang nenek dari mama. Maafkan mama karena baru menceritakan hal ini sekarang" Qaynaya memberanikan diri pada anaknya, untuk menceritakan tentang Lilis.


"Apa?! lalu bagaimana bisa selama ini mama tidak pernah menceritakannya?" Sudah berkali-kali Andjani dibuat keheranan oleh Qaynaya sedari tadi.


"Ada hal yang mama tidak mau kamu mengetahuinya. Mama hanya ingin kamu aman. Tapi entah kenapa hati kecil mama mengatakan kalau ini adalah waktu yang tepat, untuk mama kembali lagi. Ditambah dengan masalah yang menimpa dirimu. Mama menjadi semakin ingin saja cepat pergi dari tempat ini. Mama tidak mau sesuatu yang buruk kembali terjadi padamu" Qaynaya mengatakan alasannya pada Andjani, dan anak gadisnya itu kembali melihat kearah lengannya yang terluka.


"Maksud mama apa?"

__ADS_1


"Bukankah Cheril menyukai Ardi? Sepertinya dia sengaja melakukan ini padamu sayang. Dan mama tidak mau hal buruk kembali terjadi"


"Aku bisa menjaga diriku sendiri ma. Kemarin aku hanya tidak siap dengan gerakan yang tiba-tiba, hingga aku terjatuh dan terinjak-injak"


"Mama tau sayang, bagaimana mungkin mama tidak tau kalau anak mama ini begitu sangat kuat dan pintar, seperti yang mama katakan tadi. Mama hanya tidak mau kembali terjadi hal-hal yang tidak di inginkan"


"Tidak perlu khawatir ma, aku juga tau kalau Cheril menyukai Ardi, itu sudah terjadi lama. Aku mengetahuinya setelah bersekolah di tempat yang sama dengan mereka. Dan selama ini kak Cheril tidak pernah melakukan hal diluar batas dengan melakukan kekerasan secara fisik terhadap diriku. Dia hanya sering menunjukkan ketidak sukaan nya padaku. Tapi untuk masalah itu, sebenarnya bukan hanya kak Cheril yang tidak menyukai ku. Ada banyak cewek lain yang juga tidak menyukai diriku karena berteman dan bersahabat dengan Ardi" Andjani bercerita, dengan sesekali melihat kearah ponselnya terus menerus.


"Iya ma, dia itu kan sangat pintar, bintang sekolah pokoknya, karena dia juga menjabat sebagai ketua OSIS, dan bahkan sangat pintar bermain basket. Dan yang lebih membuat para cewek menyukainya, karena dia itu romantis" Andjani berhenti berbicara sebentar, setelah beberapa saat, anak gadis dari Qaynaya itu terlihat membayangkan sesuatu, lalu kembali bercerita.

__ADS_1


Andjani bercerita pada Qaynaya sambil mengingat cara Ardi menyatakan perasaan padanya, saat itu Ardi pernah melakukannya di lapangan sekolah, hingga menjadi perhatian banyak murid lain.


"Hahaha!" Qaynaya tertawa keras.


"Kenapa ma? bagaimana bisa mama tertawa?, apakah itu hal yang lucu?" Andjani malu karena ditertawakan oleh mamanya.


"Iya sayang, itu sangat lucu sekali, karena ayahmu juga melakukan hal sama dulunya" Qaynaya masih saja tertawa sambil menjawab pertanyaan dari Andjani.


"Mama juga saat itu marah, karena menurut mama hal seperti itu tidak berguna. Saat wanita lain menganggap bahwa hal itu sangat romantis, mama merasa hal itu berlebihan. Jadi saat itu mama juga menolak ayahmu" Qaynaya sebisa mungkin menghentikan tawanya.

__ADS_1


"Lalu saat bagaimana sampai mama menerima ayah?" Andjani sangat antusias mendengar cerita dari mamanya.


"Mama menyadari perasaan mama saat,,," Qaynaya tidak melanjutkan ucapannya, karena Rini dengan tergesa-gesa masuk kedalam kamar, memberikan ponsel padanya.


__ADS_2