Kesepian

Kesepian
Surat Kematian


__ADS_3

Djani terus mencari keberadaan istrinya, sekarang nomor ponsel istrinya sudah tidak bisa dihubungi lagi, mungkin sengaja dimatikan atau rusak karena tadi Qaynaya sengaja menjatuhkan nya.


Djani mencari ke rumah Lilis, dan bahkan kesemua rumah sahabatnya, tetapi tidak ada jejak keberadaan Qaynaya, Djani dikagetkan dengan telepon dari nomor ponsel mamanya saat dia sedang berada dirumah Rani.


"Djani, tante pingsan setelah kepergian mu, sekarang aku membawanya ke rumah sakit terdekat" Kaela yang menelepon menggunakan nomor ponsel Rini.


Djani kesal karena masalah datang secara bersamaan, dilain pihak dia masih ingin mencari istrinya, tetapi dilain pihak, mamanya juga membutuhkan nya, Djani tidak mungkin tidak memperdulikan mamanya, akhirnya dengan berat hati, Djani lalu menuju rumah sakit dimana mamanya dirawat terlebih dahulu, setelah mengetahui kondisi mamanya, dia baru akan melanjutkan mencari istrinya.


"Qay, aku mohon tunggulah aku" batin Djani lalu segera bergegas pergi menuju ke rumah sakit.


"Qay,, dia sudah pergi,, sebenarnya ada apa? bukankah kalian saling mencintai, dan baru saja kalian merasakan kebahagiaan pernikahan, kenapa sekarang kamu disini menangis seperti ini?" ujar Rani membuka salah satu pintu kamarnya, ternyata Qaynaya bersembunyi disana.


Qaynaya belum bisa banyak bercerita, dan dia yang mencoba untuk tegar, akhirnya sekarang bisa menangis sejadi-jadinya, Qaynaya terus memegangi dadanya yang terasa sangat sakit, Rani tidak bisa memaksa Qaynaya untuk bercerita, jadi dia membiarkan sahabatnya itu mengeluarkan semua kesedihan lewat tangisannya.


"Sudahi tangisanmu segera,, ini aku bawakan makanan, kalau kamu sudah bersedia bercerita, cepat cerita padaku, atau nanti Serli bisa membunuhku karena melihat sahabat kesayangan nya menangis, apa kamu tau Qay, aku cemburu pada kalian karena lebih dekat, tetapi saat ini aku sangat puas sekali, karena aku lah yang kamu cari saat dalam masalah, itu berarti kamu merasa lebih dekat padaku" ujar Rani berbicara dan bercanda, mereka adalah sahabat yang saling menyayangi satu sama lain.


Qaynaya masih terisak dan memeluk lututnya, masih teringat jelas tentang malam pertamanya, malam yang selalu dia tunggu, bahkan dia harus mempertahankan kesuciannya dengan mempertaruhkan nyawanya, tetapi setelah dia menyerahkannya, kenapa Djani berbuat seperti ini padanya.

__ADS_1


"Seandainya kamu jujur, mungkin tidak akan sesakit ini, karena aku tau niat awalmu adalah membalas dendam padaku,, ternyata balas dendam mu sungguh sangat menakutkan dan menyakitkan karena kamu melakukannya sampai akhir" batin Qaynaya, setelah kelelahan terus menangis, akhirnya Qaynaya tertidur.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Serli melihat sahabatnya yang tertidur, Rani hanya bisa menggelengkan kepalanya karena dia juga tidak tau apa yang terjadi.


"Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, dia selalu bisa menahan perasaannya, ini pasti karena mantan kekasihnya yang memaksa menikahinya,, lagipula Qay kita ini bodoh atau apa? sudah pasti ada maksud tersembunyi dari Djani dengan menikahinya buru-buru, tetapi Qay terlalu dibutakan oleh cinta" Serli terlihat begitu khawatir, dia sedang mendapatkan job disebuah acara, tapi saat mendengar sahabatnya dalam masalah, dia langsung bergegas untuk segera menemui sahabatnya.


"Biarkan dia tenang dulu" jawab Rani.





"Djani,, jaga mulutmu,, kamu sudah diperdaya wanita penghianat itu, kamu harusnya sadar, untuk apa dia mau menikah denganmu, kalau karena dia tidak mau mengambil keuntungan dari dirimu"


__ADS_1


"Qay tidak seperti itu ma,,," Djani tidak melanjutkan penjelasannya karena Rini kembali memotong ucapannya.



"Kalau kamu tidak mau menikah dengan Kaela,, mama akan membunuh diri mama, supaya kamu menyesal"



"Kenapa mama harus bertindak sejauh ini?"



"Karena mama sangat menyayangimu, mama tidak mau melihat mu hancur hidup bersama wanita penghianat"



"Qay tidak pernah mengkhianati cinta ku,,, dia bahkan,,"

__ADS_1



"Stoooppp Djani,, mama tidak mau mendengar penjelasan apapun lagi, bagi mama sudah jelas melihat kesakitan dirimu saat disakiti wanita itu, mama tidak mau kalau sampai hal itu kembali terulang lagi, pernikahanmu dengan Kaela akan dilaksanakan hari minggu depan, kamu harus datang ketempat pernikahan, atau kalau tidak kamu akan menerima surat kematian mama"


__ADS_2