Kesepian

Kesepian
Wanita Ular


__ADS_3

"Djani, mengobrol lah dengan Kaela, kalian akan segera menikah" ujar Rini pada Djani, saat ini Kaela sedang bermake-up di atas sofa.


"Calon menantu mama sangat cantik sekali, ini mama bawakan makanan, kalian mengobrol dulu saja, mama akan mandi dulu, rasanya sangat gerah ditempat ini" ucap Rini.


"Iya benar tante,, aku merasa tidak betah, kapan kita akan pindah kesebuah rumah yang nyaman?" tanya Kaela.


"Secepatnya, tadi tante sudah mencari-cari rumah yang bagus untuk kalian tinggali setelah pernikahan, sabar sebentar lagi ya sayang" jawab Rini lalu mencoba masuk kedalam kamar Djani, tetapi tidak bisa karena kamar itu terkunci.


"Kenapa harus dikunci sih? mana kuncinya?" tanya Rini lalu kembali menuju Djani.


"Supaya tidak ada sembarangan orang masuk" jawab Djani sambil menyerahkan kunci kamar pada mamanya.


Setelah Rini masuk kedalam kamar nya, Djani lalu mencoba berbicara pada Kaela, dan mengatakan bahwa dia sudah menikah, tetapi sebelum Djani mengatakan sesuatu, dia dikagetkan dengan apa yang dikatakan oleh Kaela.


"Tadi istrimu datang,, dia sangat imut dan manis sekali,, karena saat aku tanya siapa dia,, tapi dia tidak mengatakan apapun, , aku jadi memperkenalkan diriku padanya sebagai calon istri mu,,, tapi anehnya, dia tidak marah seperti yang aku duga, dia malah tersenyum manis dan mengajakku berkenalan"


Djani kaget mendengarnya, jadi dari tadi Qaynaya sudah mengetahui tentang perjodohan dirinya, Djani menyadari bahwa tadi istrinya itu hanya bersandiwara seolah-olah tidak mengetahui apapun, Djani langsung berlari keluar dari apartemennya, untuk menemui istrinya.

__ADS_1


"Dasar bodoh, aku bukan wanita biasa yang bisa dengan mudah kalian permainkan, enak saja aku dijodohkan dengan suami orang, kalau bukan karena harta kalian, aku tidak mungkin masih mau melanjutkan perjodohan ini" batin Kaela sambil tersenyum sinis melihat kepergian Djani.


"Qay,, Qayyy, buka pintunya!" Djani berteriak menggedor pintu apartemen Qaynaya.


"Ada apa kak?, apa ada yang ketinggalan?" tanya Qinanti.


"Apa maksudmu dengan ketinggalan, dimana Qay?!" Djani panik karena merasa ada yang tidak beres, Djani langsung menerobos masuk ke dalam kamar Qaynaya, dan benar saja, disana tidak ada istri tercintanya, koper-koper yang kemarin dibereskan oleh istrinya dan diletakkan di pojok kamar juga sudah tidak ada.


"Kapan Qay pergi?!" tanya Djani pada Qinanti, sambil bergegas keluar.


Mendengar jawaban dari Qinanti, dengan cepat Djani langsung berlari mengejar istrinya, tetapi dia kalah cepat, Qaynaya telah melajukan mobilnya dan tidak memperdulikan teriakan nya.


"Qayyy, dengarkan penjelasanku dulu,, Qayyy berhenti!!" Djani terus berteriak dan mencoba mengejar mobil istrinya, tetapi dia tidak mungkin sanggup mengejar sebuah mobil yang melaju kencang, Djani frustasi, apalagi saat dia akan mengejar menggunakan mobilnya, dia lupa kalau dia tidak membawa kuncinya.


"Aaaakkkhhhh!!" Djani berteriak marah, dia langsung bergegas kembali ke apartemennya untuk mengambil kunci mobilnya.


"Ada apa Djani, kenapa kamu terlihat panik? lalu kamu dari mana? bukankah mama menyuruhmu menemani Kaela mengobrol?" tanya Rini.

__ADS_1


"Wanita licik ini,,, dia membuat istriku pergi,, kalau sampai istriku tidak bisa aku temukan, aku tidak akan perduli apapun lagi,, mama mengancam ku akan pergi kalau aku tidak menuruti mama,, baiklah sepertinya ini yang mama mau,,, aku lah yang akan pergi!!" Djani marah lalu dengan gusar masuk kedalam kamar nya untuk mengambil kunci mobil.


"Aku tidak tau apa-apa tante,, aku tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Djani" Kaela pura-pura menangis saat ditanya apa yang terjadi oleh Rini


"Djani,,, apa yang kamu lakukan?!,, kamu membuat Kaela ketakutan,, dia ini calon istri mu!" teriak Rini.


Djani tertawa melihat sandiwara dari Kaela, wanita yang terlihat anggun dan cantik itu ternyata sangat menyeramkan.


"Aku tidak sudi menikahi wanita ular seperti dirinya" ucap Djani, lalu dengan cepat bergegas pergi, supaya tidak semakin jauh ketinggalan jejak istrinya.


"Sebenarnya apa yang terjadi Kaela? kenapa Djani terlihat sangat marah?"


"Tadi saat tante masuk kedalam kamar, dan Djani sedang ke kamar mandi,, tiba-tiba ada seorang wanita datang dan mengaku istri Djani,, saat aku mengatakan bahwa aku adalah calon istri Djani, wanita itu marah dan menamparku,,, aku hanya mencoba membela diri dan tidak sengaja mengenai sedikit lengannya,, tetapi Djani begitu marah saat melihatnya dan mengira aku yang melukai wanita itu terlebih dahulu"


"Dasar wanita penghianat licik itu,, tenang saja Kaela,, Tante berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini,, hanya kamu yang pantas menjadi istrinya Djani" ujar Rini lalu mengambil ponsel nya.


Kaela tersenyum licik karena bisa memperdaya Rini.

__ADS_1


__ADS_2