Kesepian

Kesepian
Batal


__ADS_3

"Kamu yakin akan tinggal ditempat ini sendiri?" Rani melihat ke sekitar tempat tinggal pilihan Qaynaya.


"Iya,, didekat sini ada sebuah perusahaan walau tidak sebesar perusahaan lama tempat ku bekerja, aku akan mencoba melamar pekerjaan di tempat itu, terimakasih atas bantuan kalian"


"Tidak perlu sungkan, lalu kenapa kamu tidak mau membeli ponsel baru? bagaimana cara kami menghubungi diri mu?,,, Rani akan segera melahirkan, dan aku ada job cukup lama keluar negeri"


"Aku ingin menenangkan diri terlebih dahulu, aku tidak mau mendengar berita apapun, apalagi tentang Djani, aku berjanji akan mencari waktu disela waktuku untuk menjenguk keponakan ku" ujar Qaynaya sambil mengelus perut Rani.


Setelah selesai membereskan semua barang-barang ditempat tinggal baru Qaynaya, Rani dan Serli lalu pamit untuk pulang, mereka berpelukan karena sepertinya akan berpisah cukup lama.


Setelah kepergian kedua sahabatnya, barulah Qaynaya merasakan kesepian dan kesedihan, setelah menutup pintu dan jendela, dia baru bisa menangis meratapi nasibnya.


"Kuat Qay,, apa gunanya kamu menangis?" batin Qaynaya menguatkan hatinya.




🔥 Hari Pernikahan Djani dan Kaela 🔥



"Apa ada tanda-tanda kedatangan nya?" tanya Djani dengan serius melihat keseluruhan CCTV yang ada di hotel tempatnya akan melangsungkan pernikahannya dengan Kaela.



"Tidak ada tuan"



"Bagaimana ini? waktu pernikahan tinggal sebentar lagi, datanglah sayang, aku mohon" Djani terus berharap, sepertinya dia sedang menunggu seseorang.



"Djani, kamu kenapa ada disini? acara akan segera dimulai" Rini akhirnya menemukan Djani setelah mencari di sekitar hotel.


__ADS_1


"Cepatlah sayang,, waktu sudah sangat mepet, untuk apa kamu datang ketempat seperti ini, semuanya aman terkendali, kamu tenang saja, para tamu undangan sudah datang semua, tadi ada Lilis datang untuk membuat kekacauan di luar hotel, untung saja bisa ditangani dengan cepat, dia pasti bersekongkol dengan anaknya"



Djani hanya diam karena dia sudah mendapatkan kabar itu, tetapi Lilis datang bukan hanya karena marah menantunya menikah lagi, tapi karena Lilis juga sangat kacau karena tidak mengetahui keberadaan Qaynaya.



"Sebenarnya kamu dimana sayang?" Djani sudah sangat frustasi karena tidak juga melihat kedatangan seseorang yang dia rindukan.



Waktu pernikahan telah hampir dimulai sesaat lagi, tetapi ketika acara itu akan benar-benar dimulai, Djani membuka dasinya lalu berjalan ke podium, tempat dimana pembawa acara berada.



Djani menjentikkan jarinya lalu terlihat lah foto pernikahan nya dengan Qaynaya, semua orang menjadi heboh.




"Qay sayangku,, pulanglah sayang,, aku menunggumu" ucapan Djani membuat semua tamu terdiam, mereka tidak menyangka dengan apa yang terjadi, orang tua Djani mendekati Djani dengan menahan perasaan malu, Kaela dan keluarganya langsung pergi dari tempat itu.



"Apa yang kamu lakukan?!" teriak Rini.



Ppplllaaakkkkk



Djani mendapatkan tamparan di pipinya dari ayahnya, Djani hanya diam tanpa membalas apapun, hingga dia mengeluarkan sebuah perekam suara.


__ADS_1


"Istrinya tidak perlu kita urus, karena dia sudah sadar diri dengan pergi, kita hanya harus secepatnya melakukan ini supaya perusahaan nya yang ada diluar negeri bisa secepatnya kita kuasai" ujar sebuah suara pria yang entah siapa.



"Tapi sayang, aku harus menikah dengan pria lain, apa tidak apa-apa kalau nanti dia meminta haknya sebagai suami?" terdengar suara Kaela.



"Berikan saja sekali-kali, sebagai bonus untuk nya, lagipula yang terpenting itu adalah hatimu, hati kita telah menyatu, kalau cuma hal seperti itu, bukankah kita juga sudah sering melakukannya, yang harus kita pikirkan saat ini adalah anak kita dalam perutmu, dia harus mendapatkan harta yang berlimpah" suara pria itu kembali terdengar.



Kedua orang tua Djani diam mematung mendengarkan semua itu, mereka hampir saja dikelabui oleh Kaela yang mereka pikir adalah gadis baik-baik.



"Apa mama tau kenapa aku menikahi Qay?? itu semua karena aku ingin balas dendam padanya,, tetapi apa yang aku ketahui membuatku tidak mungkin melepaskan Qay untuk kedua kalinya,, dia sudah menikah dengan orang lain selama satu tahun, tapi dia sanggup menjaga harga dirinya hanya untukku karena dia sangat mencintai ku,, tetapi aku malah berniat menghancurkan nya,, dia menikah dengan orang lain karena paksaan dari mamanya,, dia menderita selama ini,, lalu apa mama berharap aku mengalami hal yang sama, dengan cara menjodohkan aku dengan orang yang tidak aku cintai?" Djani akhirnya bisa menjelaskan tentang istri nya.



Melihat kedua orang tuanya hanya terdiam, Djani lalu berniat pergi dari tempat itu.



"Mungkin papa dan mama marah padaku karena melakukan ini semua, aku sungguh minta maaf, untuk itu aku akan melepaskan semua atribut apapun dari mama dan papa yang melekat pada ku, termasuk nama besar ku Djani Sudradjat, mulai sekarang namaku hanya Djani, aku akan hidup mandiri,,, dan mulai sekarang aku hanya akan terus mencari keberadaan istriku"



Djani lalu segera pergi dari tempat itu, tidak ada keributan besar, karena Kaela dan keluarganya tadi langsung pergi, sepertinya dia menyadari kesalahannya, jadi tidak mungkin dia berulah.



Setelah mengetahui kebusukan Kaela, Djani meminta seorang detektif bayaran untuk mencari tau siapa wanita itu sebenarnya, dan apa niatnya, untung saja dia mendapatkan bukti akurat untuk bisa terlepas dari Kaela, tepat pada waktunya.



Sekarang setelah masalah Kaela selesai, Djani hanya harus focus pada pencarian istrinya.

__ADS_1


__ADS_2