Kesepian

Kesepian
Ditangkap Polisi


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang terjadi?" Rini berbisik, dia masih berada dalam pelukan suaminya.


"Nanti akan aku menceritakan semuanya. Sekarang ikuti saja rencananya, sebentar lagi pasti polisi akan segera tiba"


Dan benar saja, tidak lama polisi datang. Sebenarnya kalau dipikir secara akal sehat, hal itu tidak mungkin bisa secepat ini, karena perumahan rumah Djani terletak jauh dari kantor polisi manapun.


Sepertinya semua sudah direncanakan oleh Geby dan para orang suruhannya. Polisi langsung masuk ke tempat kejadian perkara begitu mereka memasuki rumah. Rega sudah melepaskan pelukannya pada sang istri.


"Kami mendapatkan laporan bahwa telah terjadi tindakan kejahatan di rumah ini, sekarang kalian semua ikut kami ke kantor polisi untuk dimintai keterangan" salah satu polisi berbicara dan membantu Geby untuk berdiri, sedari tadi wanita itu masih betah berada dilantai.


"Apa nona bisa berjalan?"


"Sangat sakit pak,," Geby terlihat meringis, polisi lalu menggendong tubuh Geby dan mendudukkannya di atas ranjang.


"Beristirahatlah dahulu, kami akan meminta pada salah satu polwan untuk membantu dan melindungi nona. Saat ini, apa ada yang nona butuhkan?" polisi tampan yang juga sangat ramah tamah itu terus memberikan perhatian kepada Geby.

__ADS_1


"Tidak perlu, saya bisa sendiri. Terimakasih untuk bantuan dari kalian semuanya, saya berharap semoga masalah ini bisa segera selesai secara kekeluargaan. Bisakah untuk tidak memperbesar masalah ini terlalu jauh??, saya hanya ingin keadilan"


"Apa maksudnya? tentu saja kita harus mencari keadilan dalam setiap kasus hukum"


"Saya adalah calon menantu dirumah ini, tetapi karena calon suami saya sedang pergi bekerja di luar kota saat saya datang,,, hiikkksss,, ini yang saya dapatkan. Sungguh saya tidak ingin mempermalukan keluarga sendiri"


"Nona tenang saja, kami tidak akan membuka kasus ini secara umum"


Polisi terus berbicara pada Geby tanpa melihat kearah Rega dan Rini yang terlihat sangat curiga padanya. Setelah salah satu rekan polisi nya yang lain mendekat dan membisikkan sesuatu, barulah polisi itu menyadari akan tindakannya.


"Apa sudah bisa dipastikan kalau wanita itu mengalami kekerasan, kenapa ini terlihat sangat mencurigakan?" Rega maju mendekati polisi yang dari tadi berada di hadapan Geby.


"Anda adalah tuan terhormat yang memiliki kekayaan bahkan tidak akan habis sampai 100 turunan, lalu kenapa anda dengan tidak tau malunya, tega berbuat hal yang hina ini. Bahkan setelannya anda tidak mau mengakuinya" polisi itu terlihat mengeluarkan borgol dan mendekat ke arah Rega.


"Jelaskan semua dikantor polisi, korban akan mendapatkan perawatan dan melakukan visum, jadi tuan tidak perlu takut dan ragu lagi. Semua perbuatan tuan pasti akan segera terbukti" polisi langsung memasangkan borgol di tangan Rega.

__ADS_1


"Nyonya juga ikut, karena akan diperiksa sebagai saksi"


Geby tersenyum samar pada Rini, dan saat itulah Rini langsung menyadari kalau semua ini adalah rencana wanita gila itu. Rini berteriak histeris lalu mendekati Geby dan memukulinya.


"Dasar wanita gila, tidak tau diri. Jangan harap kamu bisa mendapatkan apapun yang telah kamu rencanakan. Aku akan menyeret mu ke neraka kalau sampai anak atau suamiku celaka!!" Rini mendorong tubuh Geby hingga terlentang dan terus menampar dan memukulinya.


"Nyonya lepaskan!!" polwan datang dan langsung menarik Rini hingga tubuh Rini terpelanting ke lantai.


"Sayang,," Rega berteriak dan bergegas berlari ke arah istrinya. Tapi karena tangannya sudah dipakaikan borgol, Rega tidak bisa berbuat banyak. Rega frustasi karena semua rencananya gagal. Saat ini Geby benar-benar berada di atas angin, karena Rini telah melakukan kekerasan terhadap Geby.


"Sudah aku katakan untuk ikuti apapun yang direncanakan oleh wanita sialan itu, sekarang kamu bisa saja dikenai hukuman dengan pasal penyerangan dan melakukan kekerasan. Tapi tenang sayang,, ada aku disini, tapi untuk setelah nya aku mohon, jangan lakukan hal seperti ini lagi, lakukanlah seperti apa yang aku katakan. Sekarang tenangkan dirimu, kita harus segera ke kantor polisi" Rega berbisik menenangkan istrinya.


Rega dan Rini di giring ke kantor polisi, sementara Geby dengan kawalan dari beberapa polwan dan polisi, menuju ke rumah sakit untuk melakukan visum dan perawatan. Wajah Geby memar dan ujung bibirnya berdarah akibat dari pukulan-pukulan yang didapatkannya dari Rini.


"Ahahahaha,, aku tidak perlu melakukan apapun, tapi kalianlah yang sudah menggali kuburan sendiri" Geby tertawa dan berbicara dalam hatinya, dengan terus memandangi mobil polisi di depan nya yang tengah membawa Rega dan Rini.

__ADS_1


__ADS_2