Kesepian

Kesepian
Pengampunan


__ADS_3

"Tidak, aku tidak merekam dirimu tadi, ponselku kehabisan baterai" jawab sahabat Andjani.


"Ya sudah Rima, terima kasih. Aku tutup dahulu ya, aku sedang dalam perjalanan pulang" Andjani lalu segera menyimpan kembali ponselnya, begitu dia sudah mematikan panggilan teleponnya.


Qaynaya yang sedari tadi mendengarnya, merasa sangat sedih melihatnya, karena dia tau kalau anaknya itu pasti sedang sangat sedih.


"Apa dia sering menyakitimu?" tanya Qaynaya.

__ADS_1


"Tidak ma. Dia memang terlihat tidak menyukaiku, tapi ini kejadian pertama" jawab Andjani.


Qaynaya lalu meminta pada anaknya untuk terus tenang. Anaknya itu mungkin tidak bisa mengendalikan perasannya, tetapi Andjani harus bisa mengendalikan situasi tegang, karena itu bisa membantu memperkecil kemungkinan situasi berujung kepada argumen yang panas. Karena sampai saat ini, semua masih dalam tahap yang belum jelas.


Walau hatinya merasa kalau dirinya sangat yakin, bahwa hal ini karena kesengajaan, tapi Qaynaya harus menenangkan anaknya, dalam hal ini dia tidak boleh membuat anaknya merasakan kebencian terhadap orang lain. Karena saat amarah membuat kita berbicara atau bertindak, kemungkinan kita pun mengatakan atau melakukan sesuatu yang sama menyakitkannya kepada teman kita. Dengan menyadari pikiran dan perasaan, kita pun bisa menghindari perdebatan yang panas.


"Semua masih belum jelas, tapi yang pasti, ayahmu pasti akan menyelidiki semua ini. Jadi kamu tenang saja sayang" Qaynaya mencoba menguatkan lagi anaknya, walau dia sendiri sebenarnya sangat kesal dengan apa yang menimpa anaknya tersebut, ingin rasanya dia langsung membalas perbuatan orang yang membuat anaknya terluka seperti itu, tapi Qaynaya ingat untuk berfikir secara tenang. Qaynaya tidak mau semua menjadi semakin kacau karena perasaan marah.

__ADS_1


"Untuk saat ini, gunakan metode untuk menenangkan diri. Mungkin setelah kamu merasa sedikit baikan, nantinya kamu bisa pergi berjalan-jalan sejenak, gunakan waktu ini untuk fokus kepada strategi untuk menenangkan diri. Tampik godaan untuk memikirkan bagaimana temanmu menyakiti dirimu, dan jangan membalasnya dengan cara yang tidak benar, kalau nantinya terbukti dia bersalah" Qaynaya tidak mau kalau sampai anaknya menyimpan perasaan dendam pada seseorang, karena itu bisa menyakiti dirinya sendiri.


"Pengampunan mungkin tidak mudah, terlebih jika dirimu tersakiti secara signifikan. Tetapi ini penting untuk melupakan pengalaman yang menyakitkan, dan pada akhirnya akan memberikan kesehatan mental dan kebahagiaan" Qaynaya lalu terdiam setelah mengucapkannya. Walau ini terasa sangat mustahil, tapi dia ingin anaknya selalu berfikiran positif.


"Apa yang kamu katakan sayang? Anna terluka oleh seseorang, lalu dia harus mengampuni orang yang menyakiti nya? apakah kamu tidak berfikir kalau itu kejam untuk Anna?" Djani ikut berbicara, setelah mendengar penjelasan dari istrinya.


"Pengampunan tidak berarti harus melupakan. Akan tetapi, pengampunan berarti, harus berhenti terpaku kepada amarah dan rasa benci. Aku hanya tidak mau kalau Andjani mempunyai perasaan yang bisa membuatnya tidak nyaman. Rasa benci dan amarah itu sebenarnya hanya menyakiti diri sendiri. Tapi untuk hukuman, jika memang ada yang menyakitinya dengan sengaja. Aku akan maju untuk menghukum orang itu dengan tanganku sendiri" jawab Qaynaya mendengar pertanyaan dari suaminya.

__ADS_1


Qaynaya berfikir bahwa pengampunan merupakan langkah logis berikutnya setelah memilih untuk melepaskan rasa sakit hati dan perasaan bahwa diri menjadi korban. Tanpa pengampunan, tidak akan bisa benar-benar melepaskan rasa sakit hati. Saat sudah memaafkan orang yang menyakiti, Andjani pun bisa bebas untuk melanjutkan hidup. Mau anaknya itu nantinya melanjutkan pertemanan atau tidak, seiring dengan berjalannya waktu, anaknya bisa benar-benar melupakan pengalaman yang menyakitkan ini.


"Kenapa kamu selalu berfikiran positif, bahkan disaat seperti ini?" Djani merasa istrinya terlalu mengalah pada keadaan.


__ADS_2