Kesepian

Kesepian
Hidup Sederhana


__ADS_3

"Kakak mu pasti mau, cepatlah turun dari mobil, hari sudah semakin siang" Djani tetap saja pada pendiriannya.


Setelah dia pikirkan, sepertinya ini memang jalan yang terbaik untuk Andjani saat ini, walau awalnya dia menolaknya saat Qaynaya memberikan ide ini, tapi sekarang Djani juga merasa kalau ini adalah pilihan terbaik. Lagipula sudah terlalu lama dia ada di negara ini, negara yang jauh dari negaranya, dan hanya sesekali kembali, itu juga tidak bersama dengan anak-anak dan istrinya.


Rini dan Rega lah yang rutin mengunjungi mereka di negara tempat tinggal mereka selama ini. Djani membuka sebuah cafe yang bertemakan mirip dengan cafe Qaynaya yang sekarang menjadi milik Serli.


Cafe Djani menjadi lebih besar dibandingkan dengan cafe Qayli, karena jiwa berbisnis Djani yang begitu mumpuni, membuatnya tidak terlalu kesulitan untuk membesarkan cafenya, hanya saja Qaynaya meminta pada Djani, supaya mereka tidak terlalu mencolok, jadi walaupun ada kesempatan untuk melebarkan sayap bisnisnya, Djani tetap saja mempertahankan cafenya tidak menjadi lebih besar lagi.


Di cafe itu, Djani dan Qaynaya sering kali meminta pada Andjani dan Arion untuk membantu mereka, supaya kedua anaknya bekerja keras sedari kecil dan sedini mungkin.


Andjani dan Arion tidak pernah tau kalau mereka adalah anak dari seorang konglomerat sukses dan ternama di negara asal mereka. Di negara ini, tidak jarang mereka mendapatkan ejekan dan hinaan, karena mereka hanyalah anak dari pemilik cafe kecil. Setidaknya itu lah yang orang lain pikirkan, tapi itu semua tidak pernah membuat Arion ataupun Andjani menjadi minder dan tidak percaya diri, karena bagi mereka, asalkan pekerjaan kedua orang tuanya masih di jalur yang benar, mereka tidak merasa malu ataupun menjadi minder.


Dengan kondisi mereka, Andjani dan Arion menjadi anak yang kuat dan bermental baja, kedua anak itu selalu berprestasi hingga mendapatkan beasiswa. Sepertinya apa yang di inginkan oleh Qaynaya benar-benar menjadi kenyataan, kebaikan dari hidup sederhana sungguh sangat berdampak positif bagi pertumbuhan Arion dan Andjani.

__ADS_1


Hidup sederhana bukan berarti bersikap hemat sampai pelit mengeluarkan uang untuk diri sendiri. Namun, gaya hidup ini lebih menekankan untuk merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan bersyukur atas semua hal tersebut. 


Gaya hidup sederhana tidak hanya terpaku pada kepemilikan atas suatu benda, tetapi mencakup berbagai hal yang dianggap penting dalam hidup. Hidup sederhana adalah hidup sesuai kebutuhan tanpa mementingkan hal-hal yang berlebihan. Hidup apa adanya akan menyederhanakan pikiran dan mengesampingkan hal-hal yang bisa menjadi gangguan. Intinya, hidup sederhana berarti memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting dan berarti.


Dengan hidup sederhana, akan lebih banyak mengalokasikan waktu untuk bercengkrama dengan orang-orang terdekat. Kita akan menghindari kerja atau bermain gadget berlebihan karena dapat mengurangi waktu bersama keluarga. Hal ini dapat mempererat hubungan dengan orang-orang tersayang.


Kesederhanaan juga sering dikaitkan dengan urusan finansial. Mengusung kesederhanaan membuat hidup tidak terlalu muluk dalam banyak hal. Waktu yang sedang dijalani sekarang memang penting. Namun, masa depan juga harus dipikirkan matang-matang. 


Dari segi finansial, yang menjalani gaya hidup sederhana juga akan lebih cermat menggunakan uang. Hal ini akan membantu untuk menabung atau berinvestasi untuk mencapai tujuan di masa depan. Walau sebenarnya untuk hal ini tidak diperlukan lagi bagi seorang Djani Sudradjat yang tabungan nya saja sudah sangat melebihi kapasitas.


Di sisi lain, sangat dirasakan oleh Qaynaya dan Djani, bahwa keluarga sederhana mereka pun terbilang lebih bahagia. Mereka memiliki rutinitas yang membangun keterikatan satu sama lain. Setidaknya, beberapa masalah kecil sudah bisa teratasi dengan mengusung konsep kesederhanaan ini.


Hidup sederhana juga membuat Andjani dan Arion jauh lebih kreatif. Pasalnya, mereka akan terus mencari cara agar bisa berhemat dan mengalokasikannya untuk hal-hal yang dibutuhkan. Sesederhana mencari barang substitusi (pengganti) yang punya harga lebih murah, tetapi dengan kualitas yang juga baik. Mereka adalah remaja yang tidak pernah berfikiran untuk berfoya-foya atau memakai barang-barang yang tidak mereka perlukan, bahkan gadget mereka sehari-hari juga terbilang sangat biasa, padahal sebenarnya Djani sanggup memberikan apapun yang di inginkan oleh anak-anak mereka.

__ADS_1


Saat ini Arion dan Andjani menjadi anak yang sudah biasa bekerja keras, karena sering membantu kedua orang tuanya bekerja di cafe, bahkan sudah beberapa saat terakhir, mereka sudah melarang Qaynaya untuk bekerja, dan meminta mama tercintanya untuk terus beristirahat dan berdiam diri saja dirumah.


Arion dan Andjani juga tumbuh menjadi anak yang pintar, mereka selalu menempati peringkat pertama di sekolah. Tentu saja hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Djani dan Qaynaya.


"Lalu bagaimana dengan cafe? di negara yang akan kita tuju nantinya, apakah kita akan membuka cafe baru? dan apakah ini semua karena terlukanya kakak?" Arion turun dari mobil dan penasaran akan sesuatu.


"Bagaimana bisa kamu berfikiran seperti itu?" Djani membalas dengan bertanya, dia ingin tau, apa pendapat dan pemikiran anaknya dalam hal ini.


"Aku sudah menyadari kalau apa yang terjadi pada kakak, pasti karena kesengajaan, tapi apakah mungkin ini jalan terbaik yang harus kita ambil?" Arion memang pola pikirnya lebih dewasa dibandingkan dengan umurnya, mungkin karena dia sudah ditanamkan kemandirian sedari kecil oleh Djani dan Qaynaya.


"Bukankah orang yang mencelakai kakak malah akan merasa senang dan menang. Apa tidak ada jalan bagi kita untuk bertahan? mungkinkah karena kita adalah orang miskin, tidak seperti orang itu yang sangat berpengaruh di negara ini?" Arion dengan lesu mengikuti arah langkah kaki ayahnya.


"Andai kamu tau siapa kita sebenarnya" gumam Djani.

__ADS_1


__ADS_2