
"Qay, maaf tadi malam aku tidak kesini, ada sesuatu yang tidak bisa aku tinggalkan" ucap Djani saat mendatangi istrinya, Djani sengaja tidak memberitahu yang sebenarnya karena tidak mau istrinya khawatir.
Qaynaya hanya diam, dia tidak mengatakan dan menanyakan apapun, bahkan tentang Kaela sekalipun walau dia sebenarnya sangat penasaran, Qaynaya terus menahan perasaannya.
"Apa mamamu sudah kembali?"
"Mama sedang pergi ke suatu tempat"
"Dengan siapa?"
"Sendiri, papaku belum datang"
Djani berniat mendekati Qaynaya, tetapi Qaynaya yang hatinya sedang kalut mundur dan tidak mau disentuh oleh suaminya, Djani hanya mengira kalau istrinya sedang merajuk karena tadi malam dia tidak datang.
"Tidak, aku tidak marah karena hal itu, aku yakin mamamu melarang mu datang, aku bisa mengerti dengan hal itu, tidak perlu kamu menutupinya, karena kalau itu aku,, sudah pasti aku akan melakukan hal yang sama, tidak mungkin aku membiarkan anakku bertemu dengan orang yang pernah melukainya"
__ADS_1
"Qay,, sayang,, aku berjanji akan menjelaskan semuanya pada mama"
"Apa yang mau kamu jelaskan? apa yang mamamu pikirkan semuanya benar, karena semuanya memang terjadi, aku menikah dengan orang lain, memang itu kenyataannya, jadi tidak perlu menjelaskan apapun, karena itu tidak terlalu berguna,, oh iya,,mungkin kamu akan sedikit tidak nyaman,, jadi lebih baik kamu segera kembali lebih dulu, sebentar lagi Qinara dan Qinanti akan datang"
"Kamu bisa kan tinggal bersama mereka untuk sementara?" tanya Djani pelan, ada hal yang membuatnya belum bisa membawa istrinya kerumah baru mereka, karena Djani khawatir kalau tinggal dirumah sendiri, Qaynaya akan kesepian, sementara dia masih harus menyelesaikan masalahnya dengan mamanya.
"Baik lah" jawab Qaynaya, dan untung saja adik-adiknya segera datang, dia jadi mempunyai alasan untuk mengusir suaminya secara halus.
"Kakak, apa kakak sudah bersiap untuk pindah, kita sudah datang membawa banyak barang" ujar Qinanti, Qaynaya tidak menjawab apapun lalu mengantarkan Djani keluar dari apartemennya.
"Apa didalam apartemen mu ada seorang wanita? tadi aku sempat mencari mu, tetapi sebelum aku sempat mengetuk pintu, tiba-tiba keluar wanita itu, aku tidak jadi mendekat karena aku khawatir itu saudara mu, takut nya dia akan menceritakan tentang aku yang mencari mu pada mamamu" Qaynaya mencoba mengetes kejujuran suaminya.
"Apa dia masih ada didalam apartemen mu"
"Iya, dia sedang beristirahat, jadi aku ada kesempatan untuk keluar" jawab Djani, dan jawaban itu sukses membuat Qaynaya tidak bisa menahan air matanya, Djani bingung karena istrinya menangis, dia pikir istrinya belum tau apapun.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Djani, lalu mencoba untuk memegang tangan Qaynaya, tetapi istrinya itu mundur perlahan sambil menghapus air matanya.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya lega, karena aku pikir itu adalah calon istri mu,, sepertinya aku terlalu banyak membaca novel selama ini, aku jadi berfikir yang bukan-bukan, padahal sudah jelas kalau kamu adalah suamiku" ujar Qaynaya tersenyum tegar.
Djani membeku untuk sesaat, tetapi melihat senyuman Qaynaya, dia menjadi lega, jadi dia kembali meyakini bahwa istrinya belum tau masalah dia akan dijodohkan, Djani sengaja tidak menceritakan pada istrinya tentang Kaela, karena dia sangat yakin kalau bisa menyelesaikan masalah itu secepatnya, dan segera bisa hidup bahagia bersama Qaynaya.
"Djani, apa yang kamu lakukan disini?!,, Kaela dimana? kenapa kamu meninggalkan nya dan bersama wanita tidak tau malu ini?!!" Rini datang dan langsung marah melihat anaknya bersama dengan Qaynaya.
"Ma,,, Qay adalah Istri ku, sudah sewajarnya aku bersama dengan nya"
"Istrimu itu adalah,,,,!" Rini tidak melanjutkan ucapannya karena Qaynaya sengaja menjatuhkan ponselnya, Qaynaya tidak mau mendengarkan nama Kaela disebut oleh Rini didepannya.
"Maaf" dengan menahan perasaan yang begitu menyakitkan, Qaynaya mengambil ponselnya yang sengaja dia jatuhkan untuk mengalihkan perhatian, saat tadi Rini hendak membicarakan tentang Kaela.
Qaynaya dengan cepat langsung menuju ke apartemennya, tidak mendengarkan panggilan suaminya.
__ADS_1
"Djani,,, kalau kamu mengejar wanita itu, mama akan pergi sekarang juga!" teriak Rini hingga membuat langkah Djani terhenti.
Djani mengikuti mamanya masuk kedalam apartemen nya, setelah memandangi pintu apartemen Qaynaya.