Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 102 - Ketua Turun Tangan


__ADS_3

Luo Feng berlari kearah Qing Yong dan menendangnya dengan keras. Tubuh Qing Yong terlempar menabrak batu dan darah menyembur dari mulutnya.


Lehernya dicengkram dengan sangat kuat dan dengan kejam Luo Feng membenturkannya kebatu dibelakang Qing Yong.


"Sampah sepertimu ingin menantang Tuan Muda ini, kau sama sekali tidak layak !" Luo Feng mencibir dengan jijik.


"Cuih." Qing Yong meludahi wajah Luo Feng dengan darahnya dan tidak peduli dengan apa yang dikatakannya.


"Mati." Luo Feng menusukkan tangannya dan mengincar tepat kearah jantung Qing Yong.


Tangan yang kuat tiba-tiba menahan laju serangan dari Luo Feng dan memegangnya dengan kuat, Gu Heng dan Gu Feiyan sangat terkejut karena Han Sen tiba-tiba ikut campur dalam pertarungan mereka.


Han Sen menendang Luo Feng dan membuatnya mundur dari Qing Yong. Luo Feng yang merasa kesal tidak bisa menahan diri untuk tidak mengutuk Han Sen.


"Kau... ini adalah pertarungan yang kau minta dan berani sekali kau menghentikanku. Apakah kau tidak punya rasa malu !" Teriak Luo Feng dengan penuh kemarahan.

__ADS_1


"Lebih memalukan lagi dirimu yang merebut tubuh seorang bayi yang baru lahir. Qing Yong adalah orangku... sebagai ketua kelompok aku memiliki kewajiban untuk melindunginya. Terlebih sejak kapan aku mengatakan bahwa diriku tidak akan ikut campur, pertarungan kalian sudah selesai... sekarang adalah giliranku." Han Sen melemparkan Qing Yong dan meminta mereka semua untuk tidak mendekat.


Liang Jie dan Jing Shan segera meminta Pil Roh untuk membantu Qing Yong menyembuhkan dirinya. Bahkan mereka yang berada dijarak yang jauh tekanan dari Luo Feng sudah membebani tubuh mereka.


Seorang Pria melesat dengan kecepatan yang luar biasa menuju kearah mereka. Namun Han Sen segera menghilang menjadi bayangan hitam dan berdiri diatas Pria itu, Pedangnya menusuk dada Pria itu dan menyeretnya kebawah hingga jatuh ketanah.


Han Sen duduk diatas mayat Pria itu dan matanya memancarkan niat membunuh yang sangat kuat, auranya terlihat sangat agung dan semua orang sangat terkejut dengan tindakan Han Sen.


Zhi Xin, Duan Hongchen dan Nie Fan mengerutkan keningnya melihat kemampuan Han Sen, dia membunuh Kultivator Tahap Awal Divine Transformasi seperti memotong rumput liar dan hal ini cukup mengejutkan.


"Sesuai apa yang kau inginkan sebelum aku membunuh mereka semua aku pastikan untuk mengambil hidupmu terlebih dahulu !" Gu Feiyan melesat kearah Han Sen dengan niat membunuh yang luar biasa.


Bayangan Jiwa Singa Emas menyatu dengan tubuhnya dan Auranya melonjak dengan gila, tinju yang ganas diarahkan langsung ke Han Sen dan Gu Feiyan tidak akan menahan dirinya.


Kegelapan dibawah kaki Han Sen keluar seperti jarum yang tajam dan mengejutkan Gu Feiyan, dengan cepat Gu Feiyan menghindarinya namun Han Sen sudah bersiap untuk membalasnya.

__ADS_1


Petir Emas menyelimuti tangannya dan tinjunya menghantam langsung dada Gu Feiyan, ledakan yang kuat dari Petir Emas menghancurkan Armor milik Gu Feiyan dan membuatnya terpental sangat jauh hingga terseret ditanah.


Darah menyembur dari mulut Gu Feiyan dan semua orang sekali lagi dibuat terkejut. Kekuatan fisik Han Sen sudah berada ditingkatan yang sangat mengerikan, terlebih Petir emas yang aneh memiliki daya hancur yang sangat kuat.


"Cari mati." Luo Feng tidak bisa hanya duduk menunggu kematian.


Luo Feng melompat kearah Han Sen dan mengeluarkan sebuah Palu besar dari Cincin Ruang miliknya. Palu itu merupakan Artifak Tingkat Divine Transformasi kualitas menengah dan secara langsung diberikan kepadanya.


Han Sen menahan meninju Palu itu dengan kekuatan penuhnya dan mendorong Luo Feng untuk mundur. Palu itu terlepas dari tangannya dan Han Sen menarik energi Alam dalam jumlah yang besar.


Empat Cincin Semesta didalam tubuhnya mulai berdengung dan Aura Han Sen melonjak dengan sangat gila. Bahkan semua orang dibuat kagum olehnya dan Han Sen berniat mengurus mereka hanya dengan dirinya sendiri.


Da Qin dan Niu Rong bahkan dibuat terkejut oleh kekuatan Han Sen. Duan Tongtian hanya bisa tersenyum puas dan sejujurnya dia tidak menyangka kalau Han Sen akan memiliki kekuatan seperti Monster.


"Bajingan... jadi kau sudah mengetahui kalau Anak ini memiliki kemampuan !" Teriak mereka berdua dengan kesal.

__ADS_1


"Entahlah... Aku juga tidak terlalu paham, segel sudah dibuat dan ketika seseorang berani bertaruh maka dia juga harus siap dengan resiko menang dan kalah. Sepertinya Anak ini memang seorang Naga yang bersembunyi dilumpur, namun Naga adalah Naga. Sekali mereka menunjukan dirinya maka akan ada keributan besar yang akan terjadi." Duan Tongtian merasa puas karena bisa membalas kedua orang ini.


__ADS_2