
Han Sen menatap Dong Zie dengan dingin dan memadatkan Qi Pedang lima elemen. Aura membunuhnya meledak dan kali ini dia akan benar-benar mengambil hidup Dong Zie.
"Kita sudahi permainan yang membosankan ini... kali ini aku akan serius untuk membunuhmu !" Han Sen mengayunkan Pedangnya dan Qi Pedang menciptakan puluhan bilah secara acak.
Dong Zie sama sekali tidak bisa memprediksi kemana arah Qi Pedang itu, namun dia dapat memastikan satu hal bahwa Niat Pedang yang Han Sen tunjukan penuh dengan energi yang mengerikan.
"Badai Angin Emas." Dong Zie memutar Tombak ditangannya dan Angin yang dilapisi Atribut Emas berubah menjadi pusaran badai.
Qi Pedang Han Sen dibelokan dengan paksa namun Dong Zie cukup kesulitan untuk mengendalikannya. Han Sen yang melihat hal ini melesat kedepan, dengan satu kali ayunan Pedangnya dia menghancurkan Pusaran Angin itu dengan ganas.
Han Sen menerobos semuanya dengan paksa dan bergerak sangat cepat kearah Dong Zie, matanya bersinar dan Dong Zie terlihat sangat panik dengan tekanan yang diberikan Han Sen.
*Slash.*
Dong Zie menghindari ayunan Pedang Han Sen namun kecepatannya tidak sesuai, tangan kanannya dipotong oleh Han Sen dan Api Hitam membakarnya menjadi abu.
__ADS_1
Darah menyembur dari lengan Dong Zie dan dia menjerit kesakitan. Han Sen menusuk dada Dong Zie namun karena Artifak Tingkat Heaven yang dia gunakan membuatnya selamat dari serangan Han Sen dan menghantam tanah dengan sangat keras.
"Bersyukurlah karena kau memiliki Artifak hebat yang diberikan Keluargamu. Tapi dengan beberapa serangan lagi aku yakin hidupmu pasti akan berakhir." Han Sen mendesak Qi miliknya dan meninju kearah Dong Zie.
Petir Emas menyembur dan membentuk Naga yang mengerikan. Dong Zie tidak berani lagi bertaruh dan mengeluarkan kertas jimat, perlahan kertas jimat itu terbakar dan sosoknya menghilang dalam hitungan detik.
*Boom.*
Ledakan Petir Emas terlihat sangat kuat dan menciptakan lubang yang dalam. Han Sen mengerutkan keningnya dan mengutuk Dong Zie dengan jijik.
Han Sen terbang maju dan kesadaran ilahinya menyebar sangat luas. Melepaskan mangsanya itu adalah hal yang mustahil, seharusnya jarak teleportasi Dong Zhi tidak akan terlalu jauh dan Han Sen tidak berencana mengampuninya.
Pertama Gong Sumu yang berasal dari Ras Iblis dan sekarang Dong Zie, jika soal Ras Monster Han Sen dapat memahami karena otak mereka hanya berisi bertarung dengan orang yang kuat. Namun dia tidak akan menerima jika seseorang yang sudah berniat membunuhnya masih hidup, baginya bernafas disekitar orang itu tidak lebih dari menghirup racun untuknya.
Setelah 3 hari mencari Han Sen benar-benar sudah kehilangan jejak Gong Sumu. Han Sen mencoba untuk tenang dan selama masih ada di Dunia ini seharusnya masih ada kesempatan untuk mereka bertemu nantinya.
__ADS_1
*Boom... Boom...*
Han Sen mendengar gelombang ledakan dari pertarungan beberapa kelompok. Seharusnya mereka sedang memperebutkan harta dan Han Sen tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengambilnya.
Diarea tebing yang curam pertarungan Ras Iblis dan Ras Monster meledak. Namun kali ini Ras Monster sangat mendominasi dan Ras Iblis dibantai habis hingga menyisakan satu orang.
Han Sen tidak peduli dengan siapa yang menang dan kalah, dia meluncur kebawah dan mendarat disalah satu tebing. Niat membunuh yang sangat kuat meledak dan raungan jiwa Naga Surgawi menekan semua Ras Monster.
"Apapun yang kalian rebutkan mulai sekarang semuanya akan menjadi milikku. Melawan maka pilihan satu-satunya hanya mati !" Han Sen berteriak dengan keras dan menatap mereka dengan dingin.
Salah seorang dari Ras Monster memperhatikan Han Sen dan mengenalinya, "Lari... dia adalah orang yang sudah menghajar Tuan Feng Lei, kita semua bukan lawannya !"
Ras Monster itu terbang terlebih dahulu dan tidak berani memulai pertarungan dengan Han Sen, sisanya mereka mengikutinya dari belakang dan walaupun memalukan tetapi lebih baik lari dari pada melawan Monster seperti Han Sen.
Han Sen tersenyum puas dan merasa senang karena dia tidak perlu repot-repot berurusan dengan mereka. Sepertinya ketika dia ingin bersaing dimasa depan dia harus menunjukan seberapa kuat dirinya agar mereka tahu berhadapan dengan siapa.
__ADS_1
Han Sen melirik Iblis Wanita yang tidak jauh darinya dan berkata, "Kemarilah... katakan padaku apa yang sedang kalian perebutkan. Jika kau tidak berkata jujur maka jangan salahkan aku untuk berbuat kejam !"