Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 150 - Level Atas


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu sejak acara pernikahan, Kerajaan Xianjiang sudah bergerak kearah yang lebih baik, Banyak Kultivator Independen yang memilih bergabung untuk bekerja dengan Han Sen.


Serikat Alkemis juga sangat cepat dalam mengambil pergerakan. Semua pembangunan tempat untuk usaha bisnis mereka sudah berjalan dengan lancar dan Han Sen dipaksa harus memperluas wilayahnya karena kepadatan penduduk yang terus meningkat.


Sebagai Raja Han Sen sangat kelelahan dalam membuat pengaturan. Dirinya terbiasa hidup dengan santai dan bebas, walaupun daya pikirnya sangat tajam namun setiap hari ada saja persoalan yang harus dia selesaikan.


"Cih... jika bukan karena Yao Wu aku tidak akan sudi melakukannya. Sepertinya aku harus segera punya keturunan agar terbebas dari masalah ini !" Kata Han Sen dengan kesal.


Han Sen berdiri dan pergi ke Istana Ratu, sudah tiga hari dia tidak melihat mereka dan Han Sen berniat untuk menenangkan diri sambil istirahat sebentar.


*Klang... Klang...*

__ADS_1


Dari kejauhan Han Sen dapat mendengar benturan Pedang. Para Penjaga memberi hormat kepadanya dan dihalaman Chai Ying dan Yun Zhi sedang berlatih, ketika Han Sen datang mereka menyimpan kembali Pedangnya dan menyapa Suami mereka.


"Lanjutkan saja... aku bisa menunggu kalian sampai selesai !" Han Sen duduk dengan santai ditaman dan melihat kearah mereka.


"Kami berdua sudah selesai... Suami kita sangat sibuk dengan urusan Kerajaan. Kami hanya sedikit berlatih keterampilan Pedang untuk mengisi kekosongan." Kata Yun Zhi dan Chai Ying yang sependapat.


Han Sen membawa mereka untuk duduk disampingnya dan mengusap tangan mereka, "Yah... aku sendiri juga terpaksa menjadi Raja, lagi pula Yao Wu akan kesulitan nantinya. Jika harus memilih maka aku lebih suka hidup santai dan bersenang-senang dengan kalian semua, tapi dimana mereka berdua ?"


"Kakak Yao dan Kakak Liu pergi untuk memeriksa Serikat Alkemis. Tuan Wudie juga ikut bersama dengan mereka." Jawab Chai Ying dengan jujur.


"Tapi Suamiku ada yang sedikit menjadi pertanyaan. Jika suatu saat kita harus berperang maka kenapa tidak ada pergerakan sedikitpun dari Kekaisaran Pedang ?" Tanya Yun Zhi dengan penasaran.

__ADS_1


"Pergerakan pasti sudah diambil hanya saja aku ataupun kalian tidak dapat melihatnya. Ketika aku mengumumkan diri sebagai Raja maka hari itu juga Perang sudah dimulai, dalam perang pertama kita akan kalah telak dari mereka." Kata Han Sen dengan sungguh-sungguh.


"Tidak mungkin... Kakak... maksudku Suami kita adalah orang terkuat. Bukankah Suami berkata bahwa dia sanggup mengalahkan Dewa Pedang, bagaimana mungkin Suami akan kalah !" Kata Chai Ying dengan penuh ketidakpercayaan.


Han Sen mencium bibir Chai Ying dan tersenyum, "Sepertinya aku harus mengajarimu beberapa hal tentang artinya, aku mungkin bisa berhadapan dengan Tian Yan namun itu hanya dalam pertarungan. Jika itu disebut perang maka singkatnya ini adalah pertarungan berskala besar yang melibatkan Kultivator kedua Benua, ini tidak lebih dari sebuah permainan catur."


Han Sen melanjutkan, "Jika ini duel maka Tian Yan tidak akan berani mengambilnya karena ada Aku dan Fang Zhe. Namun dari pada memanfaatkan situasi Fang Zhe lebih mementingkan egonya, pengaruhku hanya sebatas manfaat dan Sekte Awan sudah mengakar di Benua ini sangat lama. Maka aku ingin melihat apakah dia bisa menanggung semua kerugiannya nanti !"


Yun Zhi dan Chai Ying terkejut dengan pola pikir Han Sen yang sangat dalam. Jika apa yang dikatakannya adalah kebenaran maka itu akan menjadi sangat berbahaya, akan banyak nyawa yang jatuh korban dan mungkin akan terjadi kekacauan besar.


"Ini adalah kondisi yang sangat mengkhawatirkan ayo kita pergi dan mengumpulkan semua kekuatan. Jika ini terus dibiarkan maka akan ada banyak nyawa yang berjatuhan !" Kata Yun Zhi dengan panik.

__ADS_1


"Pergi dan kau akan kembali dengan tangan kosong. Jika Fang Zhe tidak ikut maka Die Long dan Chen Mu pasti akan mengikutinya, dengan tidak adanya mereka bertiga aku yakin tidak akan ada orang yang berani mengambil resiko. Apa yang perlu kita lakukan adalah diam dan menunggu api berkobar, yakinlah bahwa semuanya sudah ada dalam kendaliku. Aku dapat memastikan bahwa Kerajaan ini sama sekali tidak akan tersentuh ataupun anggota Keluarga kita yang akan kehilangan nyawanya." Kata Han Sen sambil merangkul mereka berdua.


Mereka berdua mengangguk dan apa yang dikatakan Han Sen mungkin sangat benar, bahkan jika mereka mengumpulkan banyak orang sekaligus tanpa Sekte Awan sama saja hal yang sia-sia. Saat ini lebih baik mereka mempersiapkan diri dengan baik, Han Sen sudah menyiapkan mereka dengan sumber daya terbaik. Entah itu Artifak, Pil Roh dan Teknik Kultivasi semuanya Han Sen berikan demi menunjang perkembangan mereka.


__ADS_2